Saya adalah saya


Suatu kali, saya mendapat cerita dari seorang kawan tentang penderitaannya ketika mendengar sang ibu membandingkan kawan saya dengan kakaknya yang sulung. Kawan saya, yang adalah anak kedua, merasa kesal, kontan, dia marah kepada sang ibu. Sang ibu, sebagai ibu juga kaget terhadap reaksi si anak. Harapan sang ibu, anaknya yakni kawan saya, akan berubah dan mengikuti teladan kakak sulungnya. Tak disangka, terjadilah adu mulut antara sang ibu dengan anaknya, kawan saya itu.

Saya pun pernah turut menjadi bagian dari perbandingan antara saya dengan orang lain, entah perilaku, sifat, kepribadian, kinerja, kepemimpinan, de el el, yang jika ditulis bisa berlembar-lembar. Atau, saya pun bukan manusia yang sempurna. Saya juga pernah membandingkan antara orang lain dengan orang lain-nya lagi. Wow, begitu hebatnya manusia sehingga ia bisa menjadi subjek sekaligus objek.

Satu kalimat kunci saat belajar Psikologi, bahwa kepribadian itu unik. Tidak pernah ditemukan orang yang sama di dunia ini, bahkan orang yang kembar identik sekalipun. Sangking uniknya, Tuhan memilih ‘bahan-bahan’ yang sempurna sehingga menjadi diri kita. Sampai saat ini, di dunia yang serba canggih sekalipun, belum ada manusia yang mampu mengalahkan Tuhan dalam menciptakan manusia. Robot sekalipun belum menyentuh sisi kemanusiaan yang dibuat oleh Tuhan.

Nah, manusia itu unik. Saya adalah saya.

Jika mendengar istilah ‘membandingkan’, yang terbayang adalah menilai, menganalisa hingga memutuskan (meski belum lihat kamus bahasa indonesia, benar atau salah) satu hal dengan hal lain. Ada proses berpikir hingga merasakan lalu kemudian melakukan atau memutuskan. Membandingkan bisa jadi ada yang diunggulkan dan ada yang direndahkan. Iya kan? Ada pihak yang dijagokan dan ada pihak yang diremehkan. “Halah, si anu itu bisanya apa sih? Beda kayak si nganu, yang jago banget bla bla bla…” coleteh teman sebelah saya ketika kami sedang mendiskusikan Capres dan Cawapres. Hebat juga oi, sebagai rakyat memang kita memiliki hak untuk berpendapat apapun, membandingkan antara satu orang yang jadi bakal pemimpin dengan yang lainnya.

Sangking uniknya seseorang, kita pun sadar atau tidak, telah menyakiti seseorang tanpa menyadari bahwa setiap orang itu unik. Tidak ada orang yang suka dibandingkan dengan orang lain dalam hal apapun. Karena setiap orang memiliki cara dan gaya tersendiri sehingga ia dikenal dan diakui.  Padahal maksud orang yang membandingkan (mencoba mencari celah positif), membandingkan seseorang dengan orang lain yakni agar si anu bisa belajar atau meneladani si nganu.  Pernahkah mendengar bahwa sebenarnya setiap orang itu sadar atau tidak belajar dari orang di sekitarnya. Si A belajar dari si B, si B belajar dari si C, si C belajar dari si D, si D belajar dari si E, dan si E belajar dari si A? Lihat betapa besar kekuatan si A.

Dari kecil, orangtua suka membandingkan anak satu dengan anak yang lain. Bersyukurlah kawan jika anda adalah anak tunggal, meski bisa saja anda dibandingkan sepupu atau anak tetangga. Saat menjadi murid, guru masih membandingkan antara satu murid engan murid lain. Saat bekerja, bisa jadi ada atasan atau rekan sekerja yang masih suka membandingkan kita dengan rekan sekerja lainnya. Meskipun kita pun melakukan hal yang sama untuk atasan dan rekan sekerja kita.

Baiklah, pernyataan saya adalah saya bukan berarti mencintai diri sendiri, egois atau mengacuhkan keadaan sekitar. Yang mau ditekankan disini adalah setiap orang adalah unik. Dengan cara dan gayanya, manusia berpikir, mengalami dan berperilaku. Saya adalah saya, berarti menghargai orang lain dan tidak ‘memasukkan’ orang lain ke dalam ‘kotak’ pikiran saya. Saya adalah saya, berarti terimalah saya apa adanya. Dengan demikian, saya diakui dan dicintai.

AR 13 Mei 2009

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s