Katakan ‘Sayang’ saat kesempatan itu selalu ada


Sahabat saya bercerita tentang pengalamannya saat bersama Orangtuanya sebelum meninggal. Betapa bahagianya pengalaman itu. Sahabat saya pun tak sanggup melukiskan kebersamaan yang pernah dilewatinya. Ia sempat menitikkan air mata mengenang masa-masa itu apalagi si adik yang bungsu, tidak dapat mengenang waktu terlalu lama dengan mereka. Pilu rasanya, hidup ditinggal orangtua, orang yang telah melahirkan dan membesarkan kita. Demikian ungkapnya di akhir cerita.

Saya pun tidak hanya larut dengan simpati namun juga berempati. Saya terenyuh. Meski di balik itu semua, saya masih memiliki kedua orangtua yang lengkap. Ayah dan Ibu yang selalu mencintai saya dan mendoakan saya. Ayah dan Ibu yang masih bisa saya jumpai setiap saat.

Saat ini, saya memang sedang dipisahkan oleh suatu tugas. Saya tidak tinggal bersama Ayah dan Ibu. Keinginan ini adalah harapan saya yang ingin hidup mandiri dan bertanggungjawab. Sejak lahir hingga bekerja, saya selalu bersama mereka. Saya memang dilarang untuk mengambil kuliah atau bekerja di luar kota. Namun apa daya, pilihan kedua pekerjaan muncul yakni penawaran untuk bekerja sejauh tiga jam jika ditempuh dengan kendaraan. Rasa sedih kadang muncul bila merindukan peluk dan cium manja dari kedua orangtua, meskipun saya sudah besar (alias sudah bekerja).

Saya menyadari, sebagai anak pertama, Ayah dan Ibu tetap memperlakukan saya bak anak kecil yang masih sekolah. Mereka lupa bahwa suatu saat saya harus berpisah dengan mereka, memiliki kehidupan baru dan membentuknya seperti mereka. Jika saat itu datang, tentu masa-masa merindukan pelukan hangat dan cium manja dari orangtua mungkin sudah terabaikan oleh kehidupan baru yang saya bentuk, suami dan anak tentunya.

Liburan panjang yang baru saya alami ini, telah mengajarkan saya betapa berartinya bersama Ayah dan Ibu. Apalagi menemukan mereka tersenyum bahagia menyambut kedatangan saya. Kerut di wajah tanda bahagia saat melihat kehadiran putrinya. Lama memang kami tidak bersua, mungkin itu sebabnya kerut di wajah berubah menjadi senyum kebahagiaan. Saya pun menjumpai fisik mereka yang sudah tidak sesehat dulu. Ada kesan terungkap dalam hati, saya akan selalu membahagiakan kalian.

Satu hal yang ingin saya bagikan kepada Anda, yaitu Katakan ‘Sayang’ saat kesempatan itu ada. Cara itu yang saya terapkan dalam diri saya. Jika ber-sms, ada kata sayang yang muncul di akhir pesan pada Ayah dan Ibu. Saya bahagia masih diberi kesempatan untuk terus melihat kalian tersenyum. Ternyata, rasa sayang yang saya ungkapkan terbalas oleh rasa sayang mereka yang terus mendoakan saya.

1. Cobalah sedini mungkin.

Awalnya memang berat mengatakan rasa sayang, apalagi buat mereka yang tidak terbiasa. Kebanyakan orang mengatakan rasa sayang hanya pada kekasih. Padahal tidak selalu demikian. Saat Anda mengatakan ‘Sayang’, hati menjadi ‘plong’  atau tidak terbebani. Wajah Anda pastinya tersenyum dan bukan merenggut. Karena saat menyebut sayang, pola muka akan terlihat seperti tersenyum bukan merenggut. Jika tidak berani mengatakan langsung, katakan melalui ungkapan di sebuah pesan singkat, SMS misalnya. Atau, saat hari ulangtahun tiba, Anda pun dapat memanfaatkan kartu kecil untuk menuliskan rasa sayang Anda.

2. Cobalah sesering mungkin.

Jika rasa sayang sudah coba diungkapkan, ungkapkanlah sesering mungkin. Mengapa? Ada pepatah mengatakan, katakan rasa sayang selagi kesempatan itu ada. Saat kesempatan tidak ada, kita akan menyesal bahwa betapa kita sesungguhnya menyayangi mereka, namun tidak terkatakan. Sesering mungkin Anda mengatakan rasa sayang, sesering mungkin konflik terhindarkan. Sesering mungkin rasa sayang diungkapkan, Anda terhindari dari rasa penyesalan saat kesempatan itu tidak ada.

3. Cobalah setulus mungkin.

Ternyata setelah mencoba mengatakan ‘Sayang’ dengan tidak tulus, hati menjadi tidak nyaman. Ada  ketidaknyamanan karena tidak ikhlas sebagaimana yang seharusnya saat mengatakan rasa sayang. Saat rasa sayang diungkapkan dengan tulus ikhlas, Anda akan tahu betapa rasa sayang itu melebihi hadiah terindah yang pernah Anda berikan kepada mereka.

Demikianlah pengalaman yang ingin saya bagikan bagi Anda. Semoga bermanfaat meski sederhana.

***

30/11/2009

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s