Menjadi Orang Optimis


Benar, jika pepatah mengatakan bahwa orang optimis selalu melihat masalah sebagai kesempatan sedangkan orang pesimis akan melihat masalah sebagai hambatan. Lalu apa bedanya kedua sifat orang ini? Selain, perbedaan sudut padang kedua orang tipe ini, mereka juga berbeda dalam cara mengatasi suatu masalah.

Menjadi orang optimis akan melihat lubang untuk dilewati sedangkan orang pesimis akan melihat lubang untuk ditangisi dan ditakuti. Tak semua orang sempurna, hingga orang menjadi orang super optimis. Namun, sebagai makhluk yang memiliki akal budi, manusia mengetahui bagaimana sikap yang harus dilakukan saat harus melewati masalah. Jika Burung dapat terbang, katak dapat melompat, ikan dapat berenang maka manusia dapat berpikir apa yang bisa dilakukan dalam hidupnya. Itulah manusia.

Kecenderungan orang untuk malas berpikir, ingin serba instan, mau tahu beres, tak sabar menunggu proses dan tak suka berbasa-basi mungkin adalah tipe orang pesimis. Jika pemandangan yang dilihatnya membosankan hanya melulu gunung, sawah dan pemandangan menjulang hijau, apa yang terbayang dalam benaknya, adalah ingin cepat sampai, mudah meremehkan, dsb, yang jauh membuat perasaan menjadi tak nyaman. Jika orang pesimis ditanya, ia akan menggambarkan apa yang diperolehnya. Itulah tipenya. Mungkin hanya memikirkan pikiran dan perasaannya sendiri.

Bagaimana dengan orang optimis? Jika pemandangan yang disungguhkan sama, maka jawaban orang optimis lebih menekankan kekaguman, rasa syukur, keindahan dan perasaan menyenangkan atas apa yang dilihatnya. Waktu akan terasa berharga bagi orang optimis. Karena apa yang ditekankan oleh orang optmis lebih pada apa yang bisa saya pelajari dari apa yang ditawarkan pada saya.

Apa beda kedua tipe orang ini? Orang pesimis cenderung untuk melihat keuntungan apa yang dapat saya peroleh, sehingga lebih pada menguntungkan diri sendiri. Sedangkan orang optimis cenderung untuk melihat apa yang bisa saya pelajari. Begitulah, keduanya hampir sama namun bisa jadi orang dihadapkan untuk menjadi pesimis dan atau optimis sekaligus, tergantung bagaimana kondisinya.

Apa yang saya jabarkan hanya sekedar wacana bukan teori, sekedar berbagi dan mengalami bahwa hidup tak melulu berpihak pada satu tipe saja. Ada kalanya menjadi orang pesimis diperlukan agar kita mewaspadai hidup ini, namun tidak bersikap ekstrim dan cukup menggangu. Sedangkan orang optimis, terkadang lupa bahwa dalam hidup ada orang sekitar yang mungkin memiliki kodrat tingkat ketakutan yang berbeda, daya juang yang berbeda atau karakter pribadi yang memang telah dibentuk sejak kecil sedemikian rupa oleh pengasuhan dan pengalaman hidupnya.

Sebaiknya, menjadi orang optimis mengajarkan kepada kita untuk bersikap dinamis. Hidup selalu berubah, ada kalanya mundur atau maju namun tak pernah diam di tempat. Oleh karena itu, orang optimis harus melihat peluang dalam setiap masalah sebagai kesempatan yang harus diraih. Optimis melatih otak kita untuk berpikir setingkat lebih maju dibandingkan mengurungkan pikiran negatif yang membebani hidup lebih buruk lagi.

Apa pun yang terjadi dalam hidup, hendaklah kita selalu menyadari buat apa bersusah hati untuk memikirkan kesusahan atau masalah, toh setiap orang memiliki masalah juga dengan tingkat dan kadar yang sesuai dengan dirinya. Menjadi orang optimis membuat kita lebih kuat dalam menghadapi hidup.

Selamat menjadi orang optimis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s