Mengajak Anak Membaca


Buku adalah Jendela Dunia. Pepatah tersebut menyiratkan makna bahwa membaca buku akan membuka cakrawala berpikir kita tentang banyak hal. Oleh karena itu, membaca lebih dari sekedar hobi atau mengasah kesenangan semata, tetapi keharusan agar wawasan kita semakin luas dan kaya.

Meski kecanggihan teknologi saat ini mampu mengalahkan imajinasi bacaan, namun membaca ternyata mampu meningkatkan fungsi otak sebagai daya imajinasi dan daya pikir yang melampaui visualisasi yang diciptakan dalam sebuah film atau animasi lainnya.

Menumbuhkan minat baca bukan perkara mudah bagi mereka yang memang tidak menjadikannya kesenangan atau menyediakan waktu khusus untuk membaca. Padahal minat baca perlu ditanamkan sejak dini agar membaca tidak lagi sebagai kesenangan semata atau hobi.

Berikut adalah tips bagi orangtua untuk menumbuhkan minat baca bagi anak,

1. Berikan teladan membaca

    Teladan adalah praktik terbaik yang bisa diberikan kepada anak. Jika kita berharap agar anak suka membaca, tentunya kita pun harus suka membaca. Jika anda tidak terbiasa membaca, luangkan waktu di pagi hari untuk membaca koran setiap hari. Biarkan koran itu juga bisa dikonsumsi oleh anak sehingga anda dapat memilih koran yang berbahasa baik dan sesuai untuk perkembangan anak.

    Saat anda membaca koran atau buku kesenangan anda, tentu anak akan melihat kebiasaan baik anda sebagai pendorong baginya untuk mulai membaca.

    Teladan membaca juga bisa diterapkan saat anda meminta anak anda untuk membaca, lalu anda pun ikut larut untuk membaca apa yang menjadi kesenangan anda, seperti koran, majalah atau novel. Yang jelas saat anak membaca, jangan malah anda sibuk menonton atau melakukan aktivitas yang berbeda.

    Saat anak membaca, anda perlu juga mendampinginya terlebih bagi mereka yang baru belajar membaca. Orangtua yang dapat memberikan teladan membaca lebih dari sekedar contoh tetapi juga pendampingan bagi anak saat membaca. Mendampingi anak saat membaca juga membantu anak untuk mengasah kosakata anak. Anda dapat bertanya, apakah anak cukup jelas dengan kosakata yang ditemukan dalam bacaan, misalnya Singa. Anda dapat bertanya bagaimana rupa singa, dsb.

    Teladan membaca juga berdampak pada anak saat anda mampu menunjukkan bahwa anda berlangganan koran atau majalah, atau anda gemar membeli buku-buku kesayangan.

    2.   Kesabaran

      Melatih anak untuk membaca diperlukan kesabaran ekstra, mengingat tidak semua orang suka membaca. Menjadikan kesenangan atau minat baca pun bukan perkara mudah layaknya tukang sulap.

      Jika sekali membaca, anak sudah bosan bukan berarti anak tidak berminat membaca. Anda dapat mencobanya terus, tergantung bagaimana trik yang anda lakukan. Lakukan dengan penuh kesabaran, saat anak anda mulai membaca. Ajak anak untuk mengeksplorasi bacaan yang baru dibacanya. Misalnya, anak baru saja membaca buku cerita, Si Macan yang Sombong, Anda dapat mengeksplorasi, perihal sifat macan atau kesombongan seperti apa yang diungkapkan dalam buku.

      Saat anak menolak membaca, anda pun harus dengan sabar menyadari bahwa anak anda tidak terlalu berminat membaca. Tanyakan dengan sabar, hal yang menyebabkannya tidak suka membaca. Dengan sabar pula, anda dapat menjelaskan pentingnya membaca, seperti kita dapat melihat apa yang terjadi di belahan lain dengan membaca buku “Menjelajah Dunia”, dan masih banyak lagi.

      Sabar adalah kuncinya saat membaca menjadi hal yang membosankan bagi anak anda.

      3. Melalui permainan

        Agar membaca menjadi lebih menyenangkan bagi anak, anda dapat menciptakan berbagai permainan yang menyenangkan seperti, berburu harta karun. Dimana orangtua mempersiapkan benda-benda yang terkait dengan buku cerita. Misalnya, Buku Macan Dan Kelinci. Orangtua dapat menyiapkan boneka atau mainan macan,dan benda-benda lain yang tidak terkait dengan cerita tersebut. Mintalah anak untuk menemukan benda-benda dalam sebuah peti yang dianggap peti harta karun. Jika anak berhasil menemukan benda yang dimaksud sesuai dengan buku ceritanya, orangtua dapat meminta anak menceritakan kembali buku yang sudah berhasil dibaca anak.

        Di akhir permainan, orangtua dapat memberikan ‘reward’ atau hadiah kecil yang memotivasi anak untuk rajin membaca.

        4. Hadiah buku

          Orangtua yang ingin agar anaknya rajin membaca, hendaknya perlu mempertimbangkan secara bijaksana saat akan memberikan hadiah. Hadiah buku adalah contoh hadiah yang mendidik dan mendorong anak untuk rajin membaca. Jika orangtua tidak tahu buku yang disenanginnya, orangtua dapat mengajak anak untuk pergi bersama-sama ke toko buku untuk memilih buku yang digemarinya.

          Terakhir, diperlukan teladan dalam mendidik anak agar membaca menjadi sebuah kesukaan bagi si anak. Namun, jika membaca bukan minat si anak, jangan paksakan anak. Hal ini dilakukan agar si anak tidak menjadikan buku sebagai bumerang yang memunculkan masalah di kemudian hari. Hal yang utama, kenali minat baca anak sedini mungkin.

          September 2010


          Leave a Reply

          Fill in your details below or click an icon to log in:

          WordPress.com Logo

          You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

          Twitter picture

          You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

          Facebook photo

          You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

          Google+ photo

          You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

          Connecting to %s