Membungkus Harapan


Meredupnya surya tanda gelap kan datang, namun jika berubahnya waktu akan menutup asa ini, tentu bukan itu yang diinginkan Sang Kuasa padaku. Hingga saatnya tiba, tak datang jua nyata dari mimpi yang kuharapkan. Berbalut rasa yang kupendam kepada Sang Ilahi, gejolak terus kutahan dan suatu saat ingin kuledakkan bila tiba waktunya. Tahukah Dia betapa aku menginginkannya?

Detik berbunyi dan sudah kulewati. Sapaku tiap hari menatap fajar pagi hari, dimanakah Tuhan membawa mimpiku? Jawabnya tidak kutemukan. Semburat tanya selalu kulayangkan padaNya, tetapi Tuhan diam. Seolah Ia menyimpan nasibku untuk sesuatu yang tak kuketahui. Raut mukaku semakin menyimpan duka, Tuhan sampai kapan aku menantikan apa yang kucari ini?

Doa telah kuhunjukkan padaNya setiap saat. Tak jemu kuyakinkan diriku pada Sang Khalik, Penentu Nasib hidup setiap orang. Ragu tentu bukanlah hal baik untuk memulai harapan baru, tetapi sungguh aku tak tahu harus kemana aku berpaling dari keinginanku?

Selangkah aku mulai untuk membungkus harapan. Kususun bait-bait impian dari hari ke hari. Tiap akhir dari hari, kutanya pada Sang Waktu, kapan jua aku bertemu pada keinginanku?

Membungkus harapan dengan rasa, bukan perkara mudah kala asa tak lagi menemaniku. Seribu tanya selalu kulambungkan setiap waktu, Tuhan, masih adakah Kau bersamaku saat ini? Mimpi terbaik telah kulewati, kini yang terbaik itu telah pergi dan meninggalkanku. Aku telah meninggalkan hatiku untuknya, kini aku kosong dengan langkah pasti.

Tuhan. Tuhan. Dan Tuhan. Biarlah aku menemukan jalinan nasib agar dipertemukan dengan takdir mimpi yang tak bertepi ini. Aku lelah menyaksikan kebodohan diriku dalam tabir kegelapan. Aku meraba-raba dan tak tentu arah. Sembilu terus menyayat hatiku, tak kuasa aku menahan diri membayangkan kekecawaan ini. Tuhan, jangan biarkan mimpi buruk itu datang lagi! Ini pintaku, padaMu.

Rinai hujan telah membawa pergi asaku. Aku sedang membungkus harapan kembali. Aku takut. Temani aku dalam gelap ini. Rembulan pun enggan bersamaku. Rupa bintang tak kutemukan ada bersamaku saat ini. Tuhan, adakah Kau bersamaku saat ini?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s