Berani Berubah


Setelah lama tidak menekuni kegiatan menjadi fasilitator training soft skills, hari ini saya kembali berkutat untuk berbagi tentang materi perubahan. Ada sebuah permainan menarik yang saya peroleh dari rekan sejawat saya dalam training tersebut.

 

Setiap peserta dalam permainan diminta untuk berpasang-pasangan. Setelah menemukan pasangannya, beri waktu selama 10 menit untuk mengamati pasangannya secara mendetil, mulai dari ujung kaki hingga kepala. Perhatikan dengan seksama apa yang ada dalam diri pasangannya masing-masing. Kemudian, setiap peserta diminta untuk membalikan tubuh dengan berarti setiap pasangan saling membelakangi yang berjarak lima langkah. Instruksi selanjutnya adalah setiap peserta diminta untuk membuat tiga perubahan yang ada dalam diri mereka saja hingga pasangan mereka tidak mengenali. Selama 5 menit, peserta diminta untuk membuat perubahan. Saat waktunya tiba, setiap peserta berhadapan muka dengan pasangan mereka. Minta pasangan menebak tiga hal yang berubah dari mereka.

 

Dari permainan tersebut, ada tiga hal yang bisa dibagikan tentang perubahan:

 

1. Berubah dari hal yang kecil.

Saat diminta untuk melakukan perubahan, setiap peserta mulai untuk bergiat agar tidak mudah ditebak oleh pasangannya. Salah satunya adalah mencopot cincin, jam tangan, gelang, anting, atau benda-benda yang selama ini melekat dalam dirinya tetapi tidak terlihat oleh orang lain. Jika diminta untuk menebak, kebanyakan pasangan salah dan kurang tepat karena benda-benda yang kecil ini tidak terlihat oleh mereka.

Perubahan tidak harus selamanya berawal dari hal yang besar. Dari hal yang kecil saja, orang lain pun sukar untuk mengenali apa yang terjadi pada diri kita. Artinya, tak sukar untuk melakukan perubahan karena kita dapat saja membuang hal-hal yang kecil atau melakukan hal-hal yang kecil yang mungkin saja orang lain tidak mengenali perubahan kita.

Untuk berubah diperlukan keberanian padahal mengubah hal-hal yang kecil dan sederhana pun belum tentu orang mudah menebak apa yang terjadi pada diri kita. Jadi, berani untuk berubah. Karena tak mudah melakukan perubahan, maka lakukan perubahan dari hal-hal kecil atau dianggap sepele atau yang selama ini tak terlihat oleh mata.

 

2.   Berubah tidak harus membuang yang sudah ada.

Saat berpikir untuk berubah hal yang pertama dilakukan adalah bagaimana membuang atau menghilangkan yang sudah ada/melekat dalam diri. Dalam permainan yang dicontohkan di atas, tidak ada satu orang pun yang memanfaatkan benda-benda lain di luar dirinya, misalnya memakai jaket yang semula tidak dipakai. Semua peserta berpikir untuk menghilangkan yang sudah ada saja.

Baik memang menghilangkan yang telah ada selama ini tetapi kita lupa bahwa berubah juga perlu hal-hal lain yang ada di sekitar diri agar perubahan menjadi optimal. Mungkin perubahan dari luar diri bisa dengan mudah ditebak oleh orang lain. Misalnya, seorang peserta yang tidak memakai alas kaki lalu saat instruksi perubahan dapat saja memakai alas kaki. Pasangannya akan dengan mudah menebak perubahan tersebut. Karena hal-hal yang selama ini sudah melekat atau ada dalam diri mudah dikenali oleh orang-orang sekitar kita tetapi menambahkan hal yang baru dari hal yang tidak kita miliki sebelumnya memberikan ‘penampilan’ yang berbeda dalam diri kita.

Berani berubah tidak hanya dengan membuang atau menghilangkan yang sudah ada tetapi juga mengamati di luar diri lalu kemudian menambahkannya pada diri kita agar perubahannya terjadi maksimal.

 

3. Berubah butuh waktu dan proses.

Usai permainan tadi, kebanyakan dari peserta mengembalikan dirinya sebagaimana adanya diri mereka. Mereka yang mencopot anting, mengenakannya kembali. Mereka yang melinting lengan baju, mengembalikan lengan baju mereka seperti sedia kala.

Tidak mudah saat seseorang yang berubah penampilan untuk tampil dengan perubahannya. Semua perubahan butuh proses agar bisa diterima oleh orang sekitar. Proses yang dijalankan membutuhkan waktu atau tidak instan. Mudah melakukan perubahan tetapi belum tentu berani untuk bertahan terhadap perubahan tersebut.

 

Tantangan yang terbesar saat melakukan perubahan adalah takut untuk berubah. Jadi mulailah untuk hal-hal yang kecil, sepele dan atau sederhana agar menjadi pribadi yang lebih baik.

 

(sedang memberanikan diri untuk berubah)

November 2010

2 thoughts on “Berani Berubah

  1. baik isinya,dan menarik untuk dilatih bagi diriku yang selama ini malah sering berubah-ubah seperti bunglon (tidak tetap), dan aku berharap perubahanku tetap dan teratur.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s