Profesionalitas Tukang Nasi Goreng


Siapa yang tak kenal nasi goreng? Makanan yang satu ini punya rasa yang berbeda meski hanya sekedar nasi yang diberikan bumbu dan tambahan lauk lainnya. Jika nasi goreng sudah di tangan ahlinya, siapa pun akan mengagumi rasa nasi goreng ini. Rasa yang biasa menjadi luar biasa lezat tergantung dari bagaimana Sang Pencipta nasi goreng ini membuatnya.

Sejujurnya, nasi goreng bukan makanan kesukaan saya tetapi sejak saya mengenal nasi goreng buatan Si Mang Kabul (bukan nama asli), lidah saya pun bergoyang dan ketagihan ingin membeli.

Saya mengenal betul Mang Kabul yang masih baru berjualan dan belum memiliki pelanggan. Pasalnya, dia merintis nasi goreng sejak ia berpisah dengan kakaknya, yang berjualan nasi goreng juga. Namun kini, Mang Kabul memiliki banyak pelanggan. Jualannya memang tak hanya nasi goreng saja, ada mie goreng dan mie rebus juga, tetapi saya menyukai nasi goreng buatannya.

Setelah beberapa tahun sejak memulai usahanya, saya mulai memperhatikan cara kerja Mang Kabul yang menurut saya menarik untuk dibagikan:

Penampilan Rapi dan Bersih.

Dalam bekerja, terkadang kita mengabaikan penampilan yang menjadi kata kunci kita untuk bisa bekerja nyaman di kantor. Seorang tukang nasi goreng memang tidak perlu menggunakan dasi atau memakai kemeja lengan panjang dengan celana bahan yang halus, tetapi bagaimana ia menampilkan dirinya secara bersih dan rapi telah membuat para pelanggannya tersihir untuk datang membeli. Coba anda bayangkan, jika si tukang nasi goreng ini memakai pakaian lusuh, rambut berantakan, kuku yang kotor dan bau badan karena belum mandi, apa yang terjadi kemudian?

Bagi mereka yang bekerja dengan menghadapi klien atau bersosialisasi dengan orang-orang di luar kantor tentu penampilan adalah kata kunci untuk anda. Seorang sales akan terlihat menarik dengan penampilan yang cukup meyakinkan lewat penampilannya. Tidak hanya untuk pekerjaan tertentu saja, tetapi penampilan akan membantu kita untuk terlihat menarik bagi siapa saja yang melihat anda di kantor, terutama bos/atasan kita.

Siapa saja suka melihat orang yang berpenampilan rapi dan dan bersih, karena menampilkan citra diri anda yang mampu mengurus diri anda sendiri. Jika anda mampu mengurus diri sendiri maka anda pun diyakini akan mampu mengurus pekerjaan anda dan mungkin juga tanggungjawab di luar diri anda seperti orang lain, dsb.

Tak perlu mahal untuk berpenampilan rapi dan bersih, yang penting sesuai, nyaman dan cukup membuat orang di sekitar anda nyaman terhadap kondisi anda. Siapa yang mau bekerja dengan orang yang bau badan dan berpenampilan jorok?

Konsisten dan fokus.

Konsisten adalah cara bagaimana kita bisa bersikap teguh terhadap apa yang diucapkan dan dikerjakan. Bukan berarti keras kepala atau kepala batu, tetapi konsisten akan membantu kita untuk bertanggungjawab untuk menyelesaikan pekerjaan yang sedang kita kerjakan. Si Mang Kabul pun demikian, dia akan membuatkan nasi goreng satu per satu berdasarkan pesanan. Dia akan mengatakan kepada pelanggannya apabila sudah banyak pesanan, apakah si pelanggan mau menunggu atau tidak? Bukan mencari duit sebanyak-banyaknya lalu ia ‘mengiyakan’ setiap permintaan. Jika kita mengerjakan dengan penuh konsisten maka hasil yang diperoleh akan maksimal. Orang seperti saya yang suka multitasking akan sulit untuk konsisten terhadap sebuah pekerjaan. Saya bisa menyelesaikan banyak pekerjaan, tetapi hasil kerjanya tak ada yang sempurna hehehehe…

Konsisten dan fokus terhadap pekerjaan yang menjadi tanggungjawab akan sangat diperlukan oleh atasan kita dibandingkan kita menerima banyak tanggungjawab tetapi semua ‘keteteran’. Tiap hari lakukan konsistensi dan fokus terhadap hal-hal apa yang akan dikerjakan sehingga semua ‘dateline’ terkejar dengan baik. Untuk membantu, buatlah daftar list pekerjaan yang akan dilakukan, lalu tempel di dinding kerja anda. Anda dapat bersikap asertif terhadap penawaran kerja selanjutnya jika belum selesai. Tetapi harus diingat, manajemen waktu diperlukan agar semua pekerjaan bisa diselesaikan sebelum waktunya.

Bersih dan tertata baik.

Sebagian orang bisa bekerja dengan meja berantakan, sebagian lagi tidak. Memang hasil kerja adalah produk dari sebuah pekerjaan, tak peduli betapa prosesnya merepotkan dan membuat runyam seisi ruang kerja anda. Tetapi siapa pun pasti suka melihat dan merasa nyaman apabila berada di ruang kerja yang bersih dan tertata baik.

Mang Kabul pun demikian. Ia mampu menata dimana letak bumbu yang diperlukan dan bahan-bahan, sehingga ia tak perlu repot untuk mencari. Ia melap setiap sajian makanan yang selesai agar meja tempatnya bekerja terlihat rapi. Ia akan mengganti dan membersihkan wajan apabila habis dipakai oleh pelanggan sebelumnya. Meski Mang Kabul hanya memiliki dua wajan tetapi dia mampu memindahkan satu wajan ke wajan lain, dan merebuskan air bersih agar wajan kembali bersih.

Jika menurut anda sulit untuk membersihkan ruang kerja, maka aturlah waktu untuk membersihkannya, misalnya pagi hari sebelum bekerja atau seminggu sekali di akhir pekerjaan.

Memberi kesan ruang kerja yang rapi dan tertata adalah cermin performa seseorang dalam mengelola sebaik mungkin bagaimana ia bekerja.

Segala sesuatu punya ukurannya sendiri

Mang Kabul telah terbiasa untuk mengelola rasa masakannya hingga tetap disukai oleh pelanggannya. Segala sesuatu punya ukurannya sendiri. Dia tahu bagaimana menjamu pelanggan dan hafal setiap pesanan para pelanggannya sehingga cita rasa yang ditawarkannya tak pernah berbeda. Bagaimana dalam bekerja?

Jika Bos atau Atasan kita memiliki kepercayaan bahwa kita mampu untuk mengerjakannya permintaannya, itu berarti ia telah mengetahui ukuran kinerja kita. Mungkin berat, mungkin susah atau mungkin tak pernah kita lakukan tetapi Atasan telah memakai ukuran kinerja sebagaimana yang selama ini sudah kita lakukan, agar kita tidak kehilangan ‘Pelanggan’, dalam hal ini berarti citra kita di mata Atasan atau Bos.

Menjaga kepercayaan.

Masih berkaitan dengan poin 4, menjafa kepercayaan dimaksudkan sebagai bentuk komitmen terhadap apa yang sudah kita lakukan. Menjaga kepercayaan antar relasi satu departemen, menjaga kepercayaan antara saya dengan atasan, atau menjaga kepercayaan antara saya dengan orang di bawah saya. Intinya, menjaga kepercayaan diyakini sebagai orang yang memiliki integritas dalam bersikap dan berpikir, terutama dalam mengambil keputusan.

Mengelola sarana/media bekerja.

Manfaatkanlah sarana atau media bekerja yang selama ini telah membantu kita. Jangan berpikir bahwa sarana atau media tersebut adalah properti kantor sehingga kita dengan mudah menggunakannya tanpa merawat dan menjaganya. Tentu, sarana/media bekerja telah membantu kita untuk melaksanakan tugas-tugas kita. Kebayang jika laptop/komputer kerja kita rusak satu hari saja, berapa banyak tumpukan pekerjaan selanjutnya yang akan kita kerjakan.

Selalu tersenyum.

Apa pun yang terjadi, saya selalu melihat Mang Kabul ini tersenyum menyapa setiap pelanggan atau setiap orang yang hanya sekedar lewat di depan dagangannya. Senyum itu gratis, tak ada pula yang melarang. Apa yang dipancarkan dari raut muka tersenyum adalah pancaran hati yang bahagia dan menerima dibandingkan muka yang cemberut. Siapa yang akan datang pada Mang Kabul unuk dimintai membuat nasi goreng jika bermuka cemberut?

Tersenyum akan menghiasi hari anda dalam bekerja dengan rasa yang lebih baik dan penuh syukur.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s