Tersandung


Malam ini, saya meminta seorang teman untuk mengantarkan saya pergi ke ATM suatu bank ternama. Saya turun dengan tergesa-gesa agar bisa cepat selesai melakukan transaksi di dalam ruang ATM. Saya juga tidak ingin membuat teman saya ini lama menunggu, karena dia yang mengendarai kendaraan. Selain itu, kendaraannya memang tidak sengaja diparkirkan. Cukup menunggu saya selesai transaksi dan langsung “cabut”. Begitu niat dalam hati,

Usai keluar dari ruang ATM, saya pun melihat teman saya dengan kendaraannya berjarak 50 meter. Saya langsung merasa hapal dengan jalan yang saya pijak. Saya tidak melihat ke kanan atau ke kiri. Saya juga tidak melihat ke bawah, apalagi ke atas. Mata saya tertuju ke depan. “Gubrak”. Rupanya kaki saya tersandung dengan batu di pinggir jalan. Sakit sekali!

Teman saya pun kaget terperanjat, mendapati saya mengaduh kesakitan karena kesandung batu yang sebenarnya tidak besar. Kejadian ini memang kesalahan saya. Sambil merenungi “kecelakaan” ini, saya pun belajar mengambil hikmah dari semua ini.

Terkadang dalam hidup, kita pasti pernah mengalami apa yang disebut dengan “tersandung”. Saya sendiri tidak paham apa istilah yang tepat untuk proses ini. Yang jelas, tersandung adalah proses tiba-tiba, mendadak dan keluar dari hal yang wajar. Biasanya orang berjalan dengan mulus, tiba-tiba ada sesuatu yang menyebabkan ia tersadar dan tersentak. Seseorang yang mengalami tersandung pasti kaget. Bahkan rasa kaget bisa jadi disertai rasa nyeri, karena tersantuk batu atau apa pun karena berjalan di luar batas wajar.

Tersandung memang menyakitkan, mengagetkan bahkan mungkin mengecawakan. Dalam  hidup, “tersandung” bisa dialami oleh setiap orang ketika apa yang sedang dijalaninya tiba-tiba berubah atau berbeda. “Tersandung” dalam arti hidup bisa berarti seseorang yang mengalami musibah.

Jika menarik pengalaman saya tersandung tadi, saya berpikir sebenarnya saya bisa saja tidak tersandung. Saya tidak akan tersandung jika saya memperhatikan jalan dengan baik. Tengok kanan. Tengok kiri. Lihat bawah. Perhatikan jalan yang sedang saya pijak. Tidak tergesa-gesa tetapi pasti melangkah.

Sekedar berbagi, dalam hidup saat “tersandung” bisa jadi kita selama ini merasa percaya diri dengan apa yang ada di depan mata kita. Kita lupa tentang keadaan sekeliling kita. Kita tidak perhatikan kanan kiri kita. Kita merasa yakin terhadap langkah yang kita ambil. Padahal, apa yang sedang dijalani tidak selamanya mulus. Jika kita menemukan batu dan kita sadar akan hal tersebut maka batu akan disingkirkan oleh kaki kita. Atau kita bisa melompat atau mencari jalan lain. Jalan aman agar kita tidak tersandung, misalnya.

Tersandung adalah proses yang wajar dalam hidup yang tak selamanya mulus. Tetapi, sadarilah saat kita berjalan dengan penuh keyakinan, ingatlah orang-orang sekitar kita. Perhatikan tempat kita berpijak, ada lubang yang harus dilewati atau batu yang harus disingkirkan.

Sadarilah bahwa tersandung akan menyebabkan kita kaget dan tersentak terhadap apa yang terjadi. Sadar bahwa ada yang salah dengan apa yang kita jalani. Sadar bahwa tersandung, bisa saja menyakitkan, tetapi kita kudu harus berjalan lagi. Kita tidak boleh larut dalam kesakitan akibat tersandung. Terus berjalan dan berhati-hati agar tidak tersandung lagi, itu tipsnya J

Bulan penuh makna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s