Indahnya Berbagi


Hari ini adalah awal bulan oktober. Beberapa hari lagi, usiaku genap bertambah dan waktuku di dunia akan menjadi berkurang hehehe.. Pagi ini, ada yang mengusikku setelah bangun di pagi hari mendapati diriku, duduk bersila merefleksikan dan mensyukuri hidup dengan doa pagi hari. Semua begitu indah ketika aku bisa membagikan hidup bersama orang lain, apalagi dengan orang yang aku sayangi.

Pintu kamar kosku diketok oleh seorang ibu tua. Dia adalah istri dari tukang ojek yang selama ini menjadi langgananku. Maklum, di kota kecil ini andalanku satu-satunya transportasi adalah ojek, setelah taksi dan mobil kantor hehehe.. Ibu tua ini, sebut saja Bu Man. Bu Man mengucapkan terimakasih atas kiriman makanan yang kuberikan kepada suaminya kemarin. Kebetulan, kantorku mengadakan acara yang cukup besar namun tak banyak tamu yang datang sehingga masih banyak makanan tersisa yang bisa dibawa pulang. Dengan tembolok perut yang tidak besar, tentu aku tak biasa menghabiskan makanan. Aku jadi ingat tukang ojek dan istrinya, lalu aku titipkan di satpam kantor agar Pak dan Bu Man bisa menikmati makanan ini.

Pagi ini, aku dapati Bu Man menangis bahagia dan terharu atas segala kebaikanku. Aku di kota ini hanya 8 bulan tetapi Pak dan Bu Man sudah kuanggap seperti orangtuaku sendiri. Aku menjadi terharu ketika melihat ekspresi Bu Man yang mengatakan bahwa saudara serta majikan tempatnya bekerja tidak pernah memberikan kebaikan seperti aku. Oh Tuhan, ini kah makna hidup yang Kau tawarkan saat usiaku bertambah lagi? Saat aku mengeluh belum mendapatkan mimpiku, Bu Man menyadarkan aku bahwa kebaikan akan selalu berbuah kebaikan.

Aku belajar dari orang sederhana ini. Aku memang banyak berbagi dengan Pak dan Bu Man, apa pun yang aku miliki selalu aku bagikan kepada mereka. Aku ikhlas dan senang. Aku tidak menuntut apapun setiap apa yang aku berikan. Pernah suatu kali, aku dari Makassar membawakan sovenir untuk mereka berdua, mereka sangat senang sekali.

Melalui ekspresi Bu Man di pagi ini, aku semestinya bersyukur bahwa aku telah belajar banyak hal dengan berbagi hidup bersama orang lain yang sederhana. Hidup menjadi indah saat kita bisa membagikan kebahagian dengan tulus. Bagiku, apa yang aku berikan tak bernilai tetapi bagi orang lain tentu berbeda. Aku menjadi terharu.

Benar kata pepatah, saat kamu bisa berbagi dengan orang lain maka kamu sudah menciptakan kehidupan. Aku sudah menciptakan kehidupan ini bersama Pak dan Bu Man. Menjelang usiaku yang bertambah, aku belajar untuk berbagi dengan mereka yang tidak aku kenal dan aku kasihi. Apa lah arti hidup di dunia ini, jika kita tidak mau berbagi dengan orang lain?

Aku menjadi terharu saat aku melihat air mata Bu Man menangis mengenai tanganku. Ibu tua yang berdoa agar kelak Tuhan yang membalas kebaikanku. Terimakasih Tuhan untuk refleksimu pagi ini. Terimakasih kepada orangtuaku yang telah mengajariku sejak kecil untuk berbagi hidup bersama orang lain. Lewat mereka, aku merasa hidup menjadi bermakna. Indahnya berbagi kini telah aku rasakan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s