There will be an Answer


Hidup itu seperti saat kita berjalan di tengah hutan di malam hari dan tanpa cahaya. Kita hanya bisa meraba-raba, mengikuti suara hati. Kita tidak mengetahui apa yang terjadi di depan sana. Jika kita berhenti, kita tidak akan pernah mencapai tujuan kita.

Adakalanya, kita perlu mundur agar kita bisa tetap melangkah. Seberat apa pun yang kita hadapi, Tuhan ada bersama kita sehingga kita tidak takut terhadap bahaya yang mengancam. Apa lah daya manusia itu jika kita tak pernah berdoa padaNya, bagaimana Tuhan tahu bahwa kita memerlukannya. Dia berikan kita ‘bintang’ agar kita tetap bisa berjalan dalam gelap malam di hutan belantara yang dikenal  dengan hidup.

Jika kita jatuh, wajar karena tak selamanya jalan yang kita lalui bebas hambatan. Jika kita salah langkah, kita belajar bahwa kebenaran berawal dari kesalahan. Kita tidak mungkin mengulangi kesalahan langkah yang sama.

Selalu ada jalan yang terbuka lebar di hadapan kita, kita tinggal melangkah mengikuti suara hati.

Kita itu ‘buta’ karena tidak tahu apa yang terbentang di depan sana. Kita perlu orang lain yang menuntun kita. Kita perlu tongkat, obor, lilin agar sampai pada tujuan.

Bahaya pasti mengancam, tinggal keberanian kita dan semangat agar kita bisa berjalan terus. Jangan pernah abaikan kehadiran sekitar kita, karena mereka ada untuk memberikan petunjuk. Jawaban selalu ada, tergantung bagaimana kita mengenalinya. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s