Tidak Siap!


 

 

“Sejatinya, tidak ada manusia di dunia ini yang siap akan perubahan”

 

Adakah manusia yang siap dengan perubahan? Berubah kondisi kerja. Berubah kondisi alam. Berubah pasangan hidup. Berubah kondisi fisik. Berubah tempat tinggal. Mungkin masih banyak lagi perubahan yang terjadi dalam hidup ini. Padahal setiap hari adalah perubahan dari hari sebelumnya. Setiap detik adalah perubahan dari detik sebelumnya. Lalu, mengapa manusia tidak siap dengan perubahan? Perubahan yang terjadi setiap detik adalah perubahan yang terjadi karena sudah diketahui dan terbiasa. Perubahan yang dimaksud dengan tidak siap adalah perubahan yang mendadak, tidak direncanakan dan tidak dikehendaki.

 

Perubahan memerlukan proses yang tidak mudah untuk menerima. Awalnya, kebanyakan dari kita berusaha menyangkal perubahan. “Ah, saya tidak tua kok. Rambut pun belum putih semua.” Padahal usianya sudah memasuki 70 tahun, misalnya. “Siapa bilang saya dipecat. Saya hanya memutuskan keluar karena saya tidak tahan dengan sikap bos baru.” Padahal dia dipecat karena dia tidak patuh pada aturan yang diterapkan oleh bos baru. Masih banyak lagi penyangkalan yang kita lakukan karena kita sulit menerima perubahan.

 

Tidak nyaman adalah situasi yang terjadi ketika sesuatu berubah dan tiba-tiba. Kita merasa “jengah” dan tidak terbiasa. Kita biasanya protes atau cenderung diam. Kita biasanya complaint atau cenderung bergosip. Intinya kita tidak merasa nyaman terhadap perubahan yang terjadi.

 

Jika tidak nyaman muncul, biasanya diiringi dengan rasa takut dan cemas. Kita sudah “ngeri” membayangkan apa yang akan terjadi di depan mata setelah perubahan. Kita mulai memikirkan keberadaan kita. Kita memikirkan efek perubahan terhadap hidup kita yang sudah terbiasa. Takut membuat kita menjadi tidak siap dengan perubahan.

 

Apa yang harus dilakukan? Siap atau tidak siap, perubahan adalah proses menuju kematangan pribadi agar kita mampu bersikap bijaksana dalam hidup. Cara agar kita mampu mengendalikan ketidaksiapan menghadapi perubahan adalah berserah diri kepada Tuhan. Saat kita tidak punya kendali atas perubahan yang terjadi dalam hidup, ada peran Tuhan yang mengetahui mengapa harus terjadi perubahan.

 

Percaya, perubahan bukan musibah tetapi berkah. Siapkan dirimu menghadapi perubahan yang akan terjadi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s