Smart Phone


image

‘Can you imagine a day without smartphone?’

Liburan kemarin saya keluar negeri seputar Asia, yang sepertinya juga masih bisa dijangkau oleh provider telpon di Indonesia dan menjadi penyedia layanan lokal.

Saya tidak punya akun fesbuk, toh saya tidak lagi narsis untuk foto sana dan sini. Atau, saya sibuk untuk memasang status baru bahwa saya sedang di suatu tempat dan melakukan ini itu. Tidak saya lakukan, saya tidak kecanduan fesbuk atau twitter. Saya punya twitter justru karena saya ingin meng-update berita atau kondisi sekitar dari 140 karakter yang tersedia. Saya malah tidak pernah twitter-an juga. Kuno, kali.

Intinya saya punya smartphone untuk telpon, sms, bbm, whatsapp, sesekali bisa gtalk, yahoo messenger, sekedar bisa berinteraksi dengan keluarga dan orang lain. Saya punya smartphone karena saya harus responsif terhadap email-email dari kantor. Ini mungkin kecenderungan gila kerja hehehe

Liburan menjadi sarana menyenangkan karena saya tidak lagi terhubung dengan semua dunia itu.

Satu jam, saya merasa biasa. Tiga jam, saya mulai cek telpon. 5 jam kemudian, saya mulai kepikiran apakah ada orang-orang yang saya kasihi mengecek keberadaan saya. Oh Gosh, I hate it. Saya sudah berusaha melupakan smart phone tetapi pikiran saya melayang kembali pada komunikasi.

Saya mulai mengkhawatirkan bahwa mereka yang saya kasihi akan mengkhawatirkan saya yang pergi sendirian ke negeri orang.

Satu hari berlalu. Dua hari berlalu, meski tangan sudah gatal ketika ada cafe menyediakan wifi. Tiga hari saya sudah tak tahan lagi. Kembali lagi, komunikasi itu penting. Melalui smart phone, dunia hanya seluas 10 jari kita.

Smart phone menjadi tren masa kini. Tak lengkap hidup kehadirannya. Normalkah ini? Entah gejala apa yang terjadi dengan manusia jaman sekarang, tetapi yang jelas minimnya interaksi langsung menumbuhkan komunikasi virtual seolah-olah dunia bisa dipahami dari sudut pandang teknologi, tanpa sentuhan emosi dan respon timbal balik yang nyata.

Komunikasi tidak lagi tercipta karena jarak, tetapi kapasitas dan kepemilikan teknologi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s