Teruslah Berlari!!!


image

(Hidup ini begitu indah. Foto koleksi pribadi)

Alkisah diceritakan ada seorang yang memiliki fisik kecil, terlihat begitu lemah tapi bersemangat untuk ikut lomba lari di desanya. Ibunya melarang si anak untuk tampil ikut serta dalam lomba. Namun si anak tetap nekad dan gigih untuk bisa memenangkan putaran lomba lari tersebut. Sebelum lomba, ia berlatih lari agar misinya untuk mencapai garis finish tercapai.

Saat lomba tiba, semua penduduk desa berkumpul di alun-alun untuk menyaksikan lomba lari tersebut. Masing-masing peserta lari telah siap di tempatnya untuk mengambil posisi lari.

Ada yang berbadan kuat. Ada yang berbadan besar. Ada yang pernah menjadi juara lomba. Ada yang memiliki kaki panjang. Semua peserta lari selalu berharap bisa mencapai garis finish.

Peluit pun ditiup, tanda lomba lari dimulai. Semua peserta lari berusaha sekuat tenaga untuk mencapai garis finish. Penduduk desa yang menyaksikan perlombaan riuh memberi tepukan, sorakan dan ramai berteriak mendukung dan menjatuhkan pelari.

Kini tinggal empat orang yang tersisa sebelum garis finish. Yang berbadan besar, dengan sombongnya berlari melalui semuanya. Penonton bersorak. Namun sayang, ia jatuh terperosok. Penonton pun berteriak “Huhu” menyebabkan si Badan Besar gagal. Lanjut di tempat kedua, si Badan Kuat mengalahkan semuanya. Namun sayangnya, ia terlihat adu mulut dengan si Kaki Panjang, yang berada di posisi ketiga. Akhirnya, penonton pun semakin bersorak kegirangan dan saling menghujat. Ada yang membela si Badan Kuat tapi ada pula yang mencelanya. Begitupun sebaliknya dengan si Kaki Panjang.

Ketika mendekati garis finish, si Badan Kuat dan si Kaki Panjang tidak lagi mampu berlari. Mereka terlalu sibuk untuk bersaing. Kini hanya si anak kecil yang lemah dan terus berlari mendekati garis finish. Penonton pun semakin bersorak, mencela si anak yang terlihat lemah saat berlari. Penonton berpikir, orang yang berbadan besar, orang yang berbadan kuat dan orang yang berkaki panjang saja tidak mampu mencapai garis finish, apalagi anak kecil yang lemah ini.

Anak kecil yang lemah ini berhasil mencapai garis finish pertama. Si ibu pun berlari senang mendapati si anak. Anak pun tersenyum bahagia. Penonton pun takjub dibuatnya. Apa yang terjadi? Si ibu yang mendampingi si anak kecil ini berkata, “Apa pun yang kau katakan pada anakku, Ia tidak bisa mendengar. Ia tuli.”

Kisah yang indah tentang kegigihan seorang yang dianggap lemah untuk mencapai garis finish. Pelajaran apa yang dipetik:

1. Jadilah “Tuli” sesaat untuk mencapai “garis finish” agar kita tidak mendengar celaan dan hujatan orang yang menyaksikan saat kita memulai impian kita.

2. Fisik bukan ukuran mendapatkan kesuksesan. Ada banyak orang sukses dari kelemahan fisiknya.

3. Bukan jadi “Juara” tujuan hidup ini, tapi bagaimana menyelesaikan “pertandingan” dengan baik dari hal yang sudah kita mulai.

4. Tidak ada yang berhasil menjadi Pemenang tanpa latihan. Kemenangan itu tidak “instan”. Kemenangan itu bukan “given” tapi sebuah proses. Bahkan seorang yang pernah menjadi juara pun bisa gagal. Pengalaman masa lalu tidak menentukan.

5. Peran orangtua sangat menentukan  dalam mendukung anak untuk tumbuh menjadi Pemenang.

6. Kegigihan pasti terbayarkan. Kita dapat belajar banyak hal untuk mencapai “garis finish” yang menjadi tujuan kita. Jangan mudah menyerah meski terlihat itu mustahil!

7. Ukuran yang dipakai untuk menentukan keberhasilan seseorang adalah niat dan tekad untuk menggapai “garis finish”. Apalah artinya fisik yang kuat, materi yang berlimpah, kepandaian dan kecakapan bila kita tidak berniat untuk menyelesaikannya.

8. Saat kita jatuh terperosok, banyak orang di sekitar kita lebih suka untuk menjatuhkan, mencela, mentertawai, menghujat ketimbag memberi dukungan. Tetap tenang dan teruslah berlari.

9. Kesombongan tidak akan berdampak pada prestasi seseorang. Seberapa kuat, besar dan hebatnya seseorang akan terlihat saat ia berhasil menyelesaikan pertandingan.

10. Teruslah berlari. Karena hidup ini dinamis. Tidak diam di tempat.

Semoga kisah di atas menginspirasi kita!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s