Mata. Mulut. Telinga


image

(Frauenkirche di München. Konon Iblis pun iri dengan kemegahan gereja yang dikagumi interiornya. Dokumen pribadi)

Suatu hari Iblis datang hendak menggoda manusia. Ia melihat bahwa orang-orang berikut ini memerlukan bantuannya.

Pertama, Iblis datang kepada orang buta. “Hey, aku tahu kau tidak bisa melihat keindahan dunia. Oleh karena itu, aku datang menawarkan padamu sepasang “mata indah” yang cocok denganmu asal kau menuruti kemauanku.”

Orang yang tak bisa melihat pun menjawabnya. “Oh Iblis yang malang. Kau pikir aku akan memerlukan engkau. Aku tak akan menukar mataku. Meski aku tak bisa melihat keindahan dunia, buatku yang terpenting aku sudah bahagia menjadi buta.”

“Bodoh, bagaimana kau bahagia menjadi buta?” Sangkal Iblis.

“Ketika orang bercerita padaku, apa yang ada dalam benakku adalah semua penglihatan yang indah dan baik. Aku bisa berimajinasi seluas jagat raya.” Kata orang yang tak bisa melihat sekali lagi, sambil tersenyum membayangkan.

Tak puas menggoda orang yang tak bisa mendengar. Iblis pun menggoda orang yang tak bisa bicara. Kali ini, ia pasti akan menjadi pengikutnya. Pikir Iblis dalam hati.

“Hey, aku adalah Iblis yang berkuasa. Engkau tahu bahwa orang bisa berkuasa di dunia ini hanya lewat omongan. Aku yakin jika ku bantu kau bisa bicara maka kau akan berkata-kata tentang kepandaianmu.” Seru Iblis merayu orang yang tidak bisa bicara itu.

Orang yang tak bisa bicara itu pun tersenyum. Ia berpikir sesaat. Lalu segera mengambil pena dan kertas untuk menjawab si Iblis.

Aku tak perlu bicara untuk menunjukkan kepandaianku. Aku tak ingin pandai dalam bercakap-cakap di dunia ini. Aku lebih suka kehebatan di dunia dilihat dari isi pemikirannya ketimbang isi pembicaraannya. Jadi aku menuliskan pemikiranku lewat tulisan daripada lisan terucap. Karena aku yakin aku tak bisa kontrol omonganku.
Tulis orang yang tak bisa bicara itu.

“Bodoh! Aku menawarkan kehebatan untuk bicara manusia tapi kau tidak mau.” Sanggah si Iblis lagi.

Iblis pun pergi mencari mangsa baru. Didapatinya orang yang tidak bisa mendengar. Iblis yakin setiap orang pasti ingin mendengar, terutama berita-berita gosip. Ia pun segera menghampiri orang itu.

Iblis meyakinkan orang yang tuli itu untuk bisa mendengar kembali. Iblis melalui bahasa isyarat, kira-kira begini, ‘Hey, aku bisa membuatmu mendengar lagi. Apakah kau suka?’

Jawab orang tuli itu, “Tidak, terimakasih. Aku lebih suka mendegarkan keheningan ketimbang ramainya dunia yang tidak menentu.”

‘Bodoh! Apa yang kau dapat dari keheningan?’ Seru Iblis dalam bahasa isyaratnya.

“Dalam keheningan, orang dapat menemukan dirinya. Dunia terlalu bising dengan hal-hal yang tidak menentu. Orang lebih cenderung untuk bicara ketimbang mendengar. Orang juga lebih suka mendengar apa yang ingin didengar. Orang menjadi takut kala hening tiba. Manusia dibentuk dari suara-suara yang didengarnya.”

Orang tuli itu pun pergi berlalu setelah menolak ajakan si Iblis.

Mata.
Mulut.
Telinga.
Kadang kita lupa fungsinya dalam hidup.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s