Tujuan Belajar Bahasa Asing


image

(Sertifikat kompetensi bahasa yang saya miliki, seperti bisa meliputi, kemampuan mendengar, membaca, menulis dan berbicara. Puji Tuhan, nilainya sangat baik. Sumber foto: Dokumen pribadi)

Seiring kemajuan teknologi yang semakin mudah dan cepat terhubung antar satu pribadi dengan pribadi yang lain, komunikasi dengan bahasa asing menjadi suatu tuntutan agar pesan yang disampaikan diterima dan terjadi umpan balik yang baik.

Berdasarkan hasil pengalaman pribadi mengikuti kursus bahasa asing dan sempat mewawancarai beberapa teman kursus, dapat disimpulkan, ragam tujuan belajar bahasa asing sebagai berikut:

1. Tujuan komunikasi sosial
Saya temukan seorang gadis manis yang sama-sama belajar bahasa asing karena baru kepincut dengan Pria WNA (=Warga Negara Asing) asal negri Paman Sam. Ia mengaku bahasa asing yang dikuasainya hanya sebatas so so alias belum percaya diri untuk bicara.

Tujuan komunikasi sosial mencakup perkenalan, pertemanan dan komunikasi sehari-hari yang dapat dipahami kedua belah pihak melalui satu bahasa yang disepakati bersama, misalnya bahasa inggris. Pada tujuan pertama ini juga terbuka peluang untuk berkomunikasi chit chat dengan orang asing dari negara yang dituju melalui berbagai fitur online messenger yang mudah, cepat dan praktis.

2. Tujuan pendidikan
Jika anda ingin mengambil pendidikan di luar Indonesia, anda mesti menguasai, mampu menunjukkan ketrampilan bahasa dan punya sertifikat bahasa sesuai standar persyaratan yang diperlukan.

Saya jumpai seorang calon dokter spesialis yang ikut serta uji kompetensi bahasa asing bersama saya, juga sedang memperdalam bahasa untuk mengambil spesialisasi di negara asal bahasa. Meski harus belajar bahasa asing lagi sesampainya di negara asal, mungkin untuk memperdalam istilah-istilah kedokteran, itu dugaan saya saja, tetapi ia begitu bersikeukeh untuk mempelajarinya.

Lupakan impian dan mimpi anda untuk belajar, jika anda mendapatkan sertifikat kompetensi bahasa dengan cara curang, memalsukan sertifikat. Sekarang begitu mudah jasa untuk menawarkan hal itu. Jika anda sampai ketahuan, anda akan dituntut oleh pihak universitas dan mendapatkan hukum pidana. Bukan hanya itu, cara-cara curang seperti ini akan mempengaruhi proses berikutnya bagi orang-orang yang sungguh-sungguh berniat studi.

3. Tujuan pekerjaan
Saya juga mendapati beberapa perempuan usia di bawah 25 tahun juga tampak berniat datang ke negara asal dengan maksud Au Pair. Apa itu Au Pair? Dapat dilihat dalam link berikut http://en.m.wikipedia.org/wiki/Au_pair

Ada beberapa pekerjaan yang juga mensyaratkan harus memiliki kompetensi bahasa asing untuk komunikasi dan kinerja karyawan tersebut. Setidaknya kompetensi bahasa juga akan menunjang karir anda apabila diterapkan di posisi jabatan yang sesuai seperti Translator, Interpreter, Communications Officer, Public Relationship, dsb dan perusahaan/organisasi yang tepat pula seperti perusahaan besar berskala nasional/internasional, lembaga bantuan donor, dsb. Dalam rekrutmen, kompetensi bahasa juga kadang menjadi pertimbangan untuk penilaian seseorang.

Di negara asal bahasa juga, kita akan sulit mendapatkan pekerjaan bila tidak punya kompetensi bahasa lokal. Contohnya seperti yang saya alami. Saya cari pekerjaan untuk mahasiswa paruh waktu dengan pekerjaan yang meminimalkan komunikasi, misalnya pramusaji, penata baju di toko pakaian, pengepak barang, asisten juru masak, dsb.

4. Tujuan menikah
Ada pula yang belajar bahasa asing karena menikah dengan warga negara asing juga. Bagaimanapun komunikasi juga diperlukan bagi kedua pasangan suami isteri agar seimbang. Warga negara asing pun juga ingin belajar bahasa Indonesia untuk mempermudah selanjutnya.

Bila anda ingin menikah dengan warga negara Jerman, misalnya, anda harus memiliki kompetensi bahasa Jerman dan punya sertifikat yang telah dilegalisasi oleh Goethe Institut. Sertifikat ini akan dilampirkan dalam pengajuan syarat-syarat menikah untuk visa menikah atau kumpul keluarga. Minimal syarat penguasaan kompetensi bahasa Jerman untuk menikah adalah A1. Hal ini dimaksudkan agar kita punya cukup bekal untuk tinggal dan “survive” dengan penduduk setempat.

5. Tujuan minat pribadi
Dari empat tujuan di atas, saya menggolongkan orang-orang yang belajar bahasa karena iseng, mengisi waktu luang, ingin mempelajari budaya, menambah wawasan atau ingin coba-coba peluang untuk tinggal menetap di negara asal, maka saya masukkan dalam tujuan minat pribadi.

Nah, semoga uraian di atas membantu anda untuk menemukan kira-kira bahasa asing apa yang cocok dengan tujuan anda? Selamat kursus bahasa asing!

4 thoughts on “Tujuan Belajar Bahasa Asing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s