Mencegah Kasus NAPZA bagi Anak Remaja


image

(Sumber foto: dokumen pribadi)

NAPZA (Narkotika, Alkohol, Psikotropika dan Zat adiksi lainnya) adalah sesuatu zat yang dapat mempengaruhi cara kerja pikiran, perasaaan dan kehendak manusia dengan cara dimasukkan ke dalam tubuh.

Saya merasa prihatin usai membaca kasus kematian remaja akibat overdosis penyalahgunaan NAPZA yang baru-baru ini terjadi. Keprihatinan timbul manakala bahaya penyalahgunaan NAPZA masih belum dipahami bagi remaja sehingga perlu menjadi sebuah gerakan bersama agar kasus kematian dan kasus-kasus lainnya yang ditimbulkan akibat NAPZA tidak terjadi. Kasus lainnya seperti kasus HIV&AIDS yang disebabkan oleh penyebaran virus HIV oleh karena penggunaan jarum suntik NAPZA. Tidak hanya itu, kasus lain yang menyertai remaja akibat NAPZA adalah kasus kriminalitas atau kejahatan. Tak jarang di usia remaja, mereka sudah dijebloskan ke penjara karena peredaran NAPZA.

Atas dasar ini, saya ingin berbagi tentang enam hal yang dapat dilakukan orangtua agar remaja terhindar dari kasus penyalahgunaan NAPZA:

1. Sediakan waktu untuk berbicara dengan anak.
Komunikasi adalah kunci utama untuk mengenali perkembangan anak remaja, termasuk masalah pergaulan yang dihadapinya dan masalah pribadi yang mungkin tidak kita pahami. Jadilah sahabat yang baik untuk mendengarkan anak. Ajak anak untuk terbuka terhadap pertemanan yang dimilikinya, siapa saja teman dekat anak dan aktivitas apa saja yang biasa dilakukannya bersama teman-temannya.

2. Ajari anak untuk bersikap asertif.
Latih anak untuk mengatakan “Tidak” yang disertai alasan-alasan pendukung. Misalnya, saya tidak pakai NAPZA karena membahayakan saya (menimbulkan kecanduan, bisa ditangkap polisi dan menyebabkan kematian). Minta anak untuk tidak takut meninggalkan temannya jika dirasa mengancam, memaksa anak untuk mencoba NAPZA.

3. Sediakan informasi yang tepat dan sesuai dengan usia anak.
Kini anda dengan mudah mendapatkan informasi tentang jenis dan bahaya NAPZA dari berbagai sumber, termasuk internet. Diskusikan dengan anak perihal kasus-kasus penyalahgunaan NAPZA yang berkembang. Libatkan anak untuk berpendapat tentang NAPZA saat makan malam, misalnya. Minta anak untuk lebih peduli dengan masa depannya, ketimbang kesusahan yang sedang dimiliki. Misalnya, untuk menjadi orang sukses perlu belajar dan bersusah-susah dulu sementara NAPZA hanya memberi kesenangan sesaat dan tentu tidak bisa meraih cita-cita yang diimpikan.

4. Libatkan anak untuk membuat kesepakatan dan konsekuensi bersama.
Sebagai orangtua, wajar jika anda khwatir akan pergaulan dan masa depan anak. Oleh karena itu, kesepakatan bersama antara orangtua dengan anak menjadi “jalan tengah” bersama. Misalnya, pengaturan jam malam, pengaturan berpergian saat akhir pekan/liburan, pertemanan, dsb. Anak juga tahu konsekuensi yang akan didapat bila melanggar kesepakatan.

5. Dorong anak untuk terlibat dalam aktivitas positif dan menyenangkan anak seperti olahraga (Basket, Sepak bola, Renang, dsb), minat dan bakat (Breakdance, balet, tari modern, fotografi, dsb) dan aktivitas religi lainnya. Perkaya anak dengan informasi bacaan yang berkualitas yang menambah wawasan bagi anak. Pikiran yang positif akan mendorong perilaku positif.

6. Kumpulkan informasi yang tepat sebagai bantuan untuk menangani kasus-kasus remaja penyalahgunaan NAPZA. Apabila anda mencurigai anak anda terlibat dalam penyalahgunakan NAPZA, segera hubungi lembaga bantuan tersebut.

Semoga bermanfaat😀

Baca juga artikel serupa https://liwunfamily.wordpress.com/2009/12/01/menggagas-masa-depan-yang-gemilang-bagi-remaja/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s