Peran Domestik Perempuan Jerman


image

(Sumber foto: Dokumen pribadi)

Jatuh cinta pada negeri Tante Merkel ini membuat saya belajar banyak tentang budaya dan tradisi mereka, salah satunya peran domestik perempuan (tradisional). Dari membaca buku sana sini dan literatur, akhirnya memang ada semacam pemahaman peran domestik perempuan jerman.

Sebagaimana layaknya perempuan-perempuan pada umumnya rupanya di masa lampau, urusan perempuan jerman tidak jauh dari perihal “dapur” dan “anak” juga mengenai pemahaman nilai-nilai moral.

Dikenal dengan konsep 3K, Kinder (=Anak) ; Küche (=Dapur); dan Kirche (= Gereja). Dari asal kata saja sudah dapat dipahami bahwa perempuan diharapkan dapat merawat anak, memasak dan berurusan soal “rohani” atau nilai moral bagi keluarga. Sebagai negara yang memiliki penduduk mayoritas Katolik dan Kristen, tentu perempuan jerman di masa lampau diharapkan terlibat dalam menanamkan nilai-nilai moral melalui “Gereja” dalam keluarga. Itu pendapat saya. Tak heran, kita mudah menemukan gereja di setiap sudut jerman.

Rupanya pemahaman 3K di awal abad 19 ini tak berlangsung lama dan ditinggalkan perlahan-lahan. 3K menjadi Kinder; Küche; Kammermusik (=Chamber Music). Peran “Kirche” telah digantikan seiring perkembangan jaman usai perang dunia kedua dan pergerakan kaum feminis yang marak di jerman saat itu.

Saat saya menanyakan konsep 3K ini kepada pria jerman seusia saya, mereka malah tidak tahu. Jadi mungkin konsep ini sudah tidak lagi populer. Saya juga melihat bahwa perempuan jerman sekarang telah berbeda seiring berkembangnya konsep 3K modern yakni, Kinder, Küche dan Karrier (=Pekerjaan).

Saya jadi ingat pesan Ibu di Indonesia. “Nak, betapa pun hebatnya pendidikan dan pekerjaanmu, ingatlah kodratmu sebagai perempuan.” Mungkin maksud ibu saya, saya tidak meninggalkan peran sebagai perempuan, tidak hanya melahirkan anak tetapi juga merawat anak, rumah dan keluarga. Itu pemahaman sederhana saya.

Jadi ingat kalimat teman dari Filipina di kelas kursus bahasa Jerman, yang menikah dengan Pria Jerman. Dia bilang begini, “Whatever your background as woman, your education and your job position, you still woman. A wife and a mother.” Hmmm..

Sumber bacaan: http://wiki.answers.com/Q/What_were_the_three_K’s_in_German

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s