Tampil Cantik dengan Bedah Plastik? Tunggu!!!


Perkembangan teknologi telah mendorong orang berinovasi untuk membuat anda tampil rupawan, cantik seperti yang diinginkan secara fisik terlihat mata.

image

(Lukisan perempuan cantik vietnam yang saya temukan di Ho Chi Minh City. Sumber foto: Dokumen pribadi)

Namun, sadarkah anda bahwa suatu saat anda akan terjebak pada kecanduan untuk melakukan lagi dan lagi sehingga anda selalu merasa “kurang” dan “kurang”? Kecanduan ini memang tiada pernah habisnya sepanjang anda berduit. Vermak disana sini sehingga anda tidak lagi merasa resah saat tampil di publik.

Obsesi fisik yang kompulsif dalam istilah psikologi dikenal dengan nama BDD, Body Dysmorphic Disorder. Gangguan somatoform dimana individu merasa khawatir berlebihan dengan citra tubuhnya yang dirasa “cacat” atau “kurang” atau tidak seperti yang diharapkannya sebagai bagian dari penampilan fisik mereka di mata publik.

Keresahan orang dengan BDD ini bisa dikaitkan dengan penerimaan diri (self acceptance). BDD bisa diawali sejak masa puber, masa pencarian jati diri, yang mungkin menyangkut penampilan fisik seperti semacam kritikan pedas dari orang terdekat dan menyakitkan hati. BDD berusaha menutupinya dengan busana, perhiasan dan riasan yang menutupi kekurangannya. Mereka memerlukan waktu berjam-jam untuk berpenampilan. Akhirnya mereka berpikir bedah plastik dapat memperbaikinya. Tetapi sebenarnya ini sebuah “gejala awal” hingga anda merasa selalu ingin memperbaiki lagi dan lagi atau tak pernah merasa puas.

image

(Sumber foto: http://www.digitalspy.com/celebrity/i548494-8/best–worst-celebrity-mug-shots-michael-jackson.html)

Public figure yang pasti anda kenal seperti Michael Jackson, yang tak pernah puas dengan bedah plastik yang dilakukannya sehingga menyesengsarakannya. Ia jadi sulit kena paparan sinar matahari. Kasus lainnya banyak anda temui bagaimana bedah plastik dapat membawa pada kematian.

BDD umumnya adalah mereka yang normal atau bahkan penampilan mereka sudah menarik. Mereka hanya tidak bisa terima ejekan atau penghinaan kemudian memperbaiki beberapa aspek dari penampilan fisik mereka. Gangguan BDD bisa menjadi ekstrim dan kemungkinan berujung pada kematian, yang semula hanya berasal dari konsep dirinya.

Kasus BDD ekstrim dapat ditemukan pada Lolo Ferrari seorang entertainer (presenter acara TV), yang meninggal pada 5 Maret 2000 akibat sistim tubuhnya yang sudah rusak parah. Semasa hidup, ia memilki payudara ukuran 54 GG dan suka mengenakan cincin hingga 15. Ia merasa tidak percaya diri bila menanggalkannya. Ia juga merasa mengerikan bila tanpa make up.

So, there is no cosmetic for beauty like happiness!!!

Kembangkan pikiran positif dan bangun konsep diri yang lebih baik dengan talenta yang anda miliki. Penampilan tidak melulu soal fisik, jika anda sudah merasa bahagia.

Bahagia itu sederhana. Jadi diri sendiri sudah cukup!

Sumber bacaan:
1. http://en.m.wikipedia.org/wiki/Body_dysmorphic_disorder
2. Mengenal lekak-liku Tubuh & Potensi Penyakitnya. Christina Krisnawati. (Curiosita, April 2005)
3. http://simple.m.wikipedia.org/wiki/Lolo_Ferrari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s