Tips Membeli Cinderamata


Untuk menjawab pertanyaan yang muncul tentang membeli cinderamata, berikut adalah langkah-langkahnya:

image

(Gantungan kunci khas Thailand. Sumber foto: Dokumen pribadi)

Sebelum membeli

1. Tentukan anggaran yang anda miliki
Sovenir bagi orang asia memang semacam tradisi bila berwisata. Hal ini berbeda dengan mereka yang WNA (warga negara asal Eropa dan Amerika). Buat mereka, sovenir mungkin dipertimbangkan untuk dibeli buat orangtua atau saudara dekat tetapi bagi orang seperti saya, saya bisa membeli buat keluarga, teman dekat, saudara sepupu, teman kantor, dan mungkin disimpan buat kenang-kenangan. Untuk anggaran biasanya saya siapkan tergantung dengan lokasi wisata yang saya kunjungi. Jika masih seputar Asia, beberapa jenis sovenir, misal magnet holder, gantungan kunci, dompet kecil wanita, dsb bisa dibeli dalam bentuk lusinan atau per box isi lebih dari satu, jadi lebih murah. Sebaiknya tentukan di awal wisata besaran biaya membeli sovenir, terutama bila anda mlancong ke luar negeri karena keharusan membeli sovenir dengan mata uang lokal. Sebaiknya urungkan niat membeli dengan kartu kredit. Selain itu, lebih mudah bertransaksi di pasar tradisional dengan mata uang lokal dan kebanyakan penjual tidak menerima kartu kredit.

image

(Salah satu sudut dari Ben Tanh Market saat malam hari. Lokasi ini terkenal untuk beli cinderamata di Ho Chi Minh City, Vietnam. Sumber foto: Dokumen pribadi)

2. Tanyakan ke orang setempat, lokasi untuk membeli cinderamata
Untuk mengetahui lokasi membeli cinderamata, saya biasanya sudah browsing sebelumnya sehingga ketika tiba di tempat tujuan, saya akan mericek ke petugas hostel atau penduduk setempat. Tanyakan pula di lokasi cinderamata tersebut, bagaimana karakter penjualnya, apakah bisa ditawar hingga setengah harga, apakah lokasi cinderamata tersebut rawan dengan copet, apa yang menjadi kelebihan dari lokasi membeli cinderamata tersebut, dsb.

3. Kenali cinderamata khas dari lokasi wisata anda
Gunakan kesempatan untuk browsing informasi dan bertanya ke penduduk setempat tentang cinderamata yang khas dari lokasi wisata anda. Cari cinderamata yang memang tidak akan anda dijumpai di negeri asal atau wilayah tempat tinggal anda, misalnya jenis bahan, motif/corak, dsb. Ada hal yang lucu, dulu saya ingin bisa mengkoleksi kaos dari setiap lokasi wisata yang saya tuju dengan tulisan nama kota atau negara, rupanya di pasar Tanah Abang juga ada. Lalu saya beli kaos yang saya suka tetapi dengan aksara setempat untuk membedakannya.

4. Tentukan target penerima cinderamata dan karakternya
Jika anda sudah mengetahui selera penerima cinderamata, anda bisa dengan mudah menentukan jenis cinderamata incaran anda. Jika anda ingin membeli dalam jumlah banyak kepada sahabat atau rekan kerja anda, anda bisa beli dalam jumlah lusinan atau per box. Sebagai contoh, book mark atau pembatas buku bisa diberikan buat mereka yang suka baca. Jika anda ingin memberikan kepada orang spesial, anda bisa langsung menanyakan cinderamata yang ingin dibawa. Dan pastikan cinderamata anda aman dan tidak merepotkan untuk dibawa, misalnya termasuk senjata tajam, senjata api. Jika anda berpergian seorang diri, sebaiknya pikirkan kapasitas barang bawaan anda dengan cinderamata yang akan anda bawa, termasuk bila membeli cinderamata bukan dilakukan di hari terakhir sementara anda masih melanjutkan perjalanan ke tempat atau kota lain. Pengalaman saya seorang diri traveling, saya lupa menaruh cinderamata sehingga hilang.

5. Akses transportasi menuju lokasi pembelian cinderamata
Jangan sampai anda tersasar hanya karena membeli cinderamata. Biasanya letak beli cinderamata terpusat di suatu tempat. Cek peta saat menuju lokasi. Atau tanyakan akses transportasi umum untuk kesana kepada petugas hostel atau penduduk setempat. Alangkah baik jika anda sudah menemukan cinderamata “on the spot” alias langsung membeli di tempat bila anda tak punya banyak waktu.

6. Bila anda di lokasi wisata di luar negeri, maka pelajari kata/kalimat “berapa harganya?”; “Mahal”, “Maaf” dan “Terimakasih”. Semoga dengan empat kata/kalimat sederhana tadi anda sudah bisa transaksi di pasar tradisional. Pelajari dari penduduk setempat tentang kalimat/kata tersebut. Ucapkan maaf bila tidak jadi membeli sambil mengatakan kata “mahal” dan yakinkan dengan bahasa tubuh bahwa uang anda tidak cukup.

7. Bawa kalkulator dan tas belanja
Agar lebih mudah bagi anda melakukan transaksi tawar menawar, gunakan kalkulator. Hal ini bisa anda lakukan apabila berbelanja di luar negeri sementara anda tidak tahu betul soal angka dan bilangan. Bawa pula tas belanja karena tidak semua negara apabila kita berbelanja akan memberikan tas belanja gratis. Sebaiknya persiapkan saja sendiri.

Setelah tiba di lokasi cinderamata

1. Bila anda pergi ke pasar tradisional, berhati-hatilah dengan perhiasan dan uang yang anda bawa. Tanggalkan perhiasan bila anda merasa was-was. Saran saya bawalah uang secukupnya agar terhindar dari pemborosan atau kehilangan.

2. Jika anda merasa tidak tertarik dan tidak ingin membeli, sebaiknya urungkan saja untuk mencoba atau memegang seolah-olah membeli. Di beberapa negara, hal ini dipandang tidak sopan. Sebaiknya kita menghindari saja dari umpatan penjual lokal karena kita tidak jadi membeli. Anggapan turis melekat kepada kita seolah-olah kita pasti membeli dan punya uang.

3. Lihat karakter penjual apabila menawar. Tanyakan pula, apakah ini harga pasti atau tidak bisa ditawar. Jika anda merasa kurang “sreg” dengan harga dan modelnya sebaiknya tinggalkan saja. Anda sudah belajar kata/kalimat sederhana. Anda sendiri pasti sudah ada prediksi harga dari cinderamata yang akan anda beli. Jika merasa mahal, anda bisa sampaikan dengan menunjukkan harga penawaran di kalkulator. Bila terjadi proses yang alot, sebaiknya lupakan saja.

4. Jika anda tak pandai menawar, sebaiknya pergi ke toko sovenir yang sudah ada label harganya, bukan pasar tradisional. Bagi anda yang praktis dan tak mau repot menawar, silahkan kunjungi toko yang sudah menempelkan harga pasti.

5. Sabar dan jangan terpancing emosi dengan umpatan dalam bahasa lokal. Karena kita berada di wilayah orang, tetaplah bersikap santun. Kita dianggap turis yang datang ke wilayah atau negara mereka, sebaiknya hindari hal-hal yang memancing emosi. Bila kita tidak jadi membeli, katakan “maaf” dan “mahal”.

6. Ingat kapasitas bagasi anda dan cara membawa sovenir tersebut. Terakhir dalam membeli cinderamata pastikan juga barang bawaan anda agar cinderamata tidak menyita ruang dalam tas anda. Jika sampai “over bagage” siasati barang bawaan anda. Strategi saya, saya kadang membawa dari rumah baju tidur yang sudah tak terpakai, jika melebihi kapasitas baju tersebut bisa dibuang. Atau, anda bisa mengganti celana dalam dengan disposal underwear, misalnya. Bila anda tidak pergi sendiri, anda bisa ‘share’ cinderamata untuk dititipkan sementara ke rekan perjalanan anda. Jika anda bersedia membayar kapasitas bagasi anda, tentu tidak jadi masalah.

Selamat berburu cinderamata!

Baca juga link berikut: https://liwunfamily.wordpress.com/2014/03/26/cinderamata-dari-indonesia/

2 thoughts on “Tips Membeli Cinderamata

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s