Kecanduan Pornografi pada Remaja dan Pencegahannya


image

(Sumber foto: Dokumen pribadi)

Kemudahan mendapatkan akses pornografi dipandang sebagai penyebab maraknya kasus kejahatan seksual akhir-akhir ini. Pelaku menyatakan sebagian besar aksinya terdorong oleh pornografi yang mudah mereka dapatkan. Contoh kasus hari ini yang ditemukan https://id.berita.yahoo.com/terinspirasi-video-porno-di-hp-2-abg-hamili-082236942.html.

Ada pula, fenomena kecanduan pornografi yang menyebabkan ingin menikahi laptopnya. Laptopnya telah membantu pria asal USA ini untuk menemukan kepuasan seksualnya (http://internasional.kompas.com/read/2014/05/06/2141179/Kecanduan.Pornografi.Pria.Ini.Ingin.Menikahi.Laptopnya).

Selain memerangi NAPZA, saat ini generasi kita juga berperang terhadap meningkatnya akses pornografi. Tidak usah bayar, pornografi bisa dengan mudah didapatkan. Industri pornografi memang mendapatkan keuntungan secara ekonomi tetapi tidak menguntungkan secara kesehatan dan mental bagi mereka yang sudah sampai tahap adiksi atau kecanduan.

Tahukah anda bahwa pornografi merusak otak? Mereka yang kecanduan sudah sudah tidak bisa lagi membedakan norma yang berlaku. Mereka secara emosional juga terganggu.

Kecanduan pornografi menyebabkan kehancuran fisiologi sensitif otak. Dengan kata lain, kecanduan menyebabkan perubahan fisik pada otak pelakunya. Jika Anda sudah kecanduan porno, anda akan kesulitan berhenti untuk sementara waktu. Jika berhenti, mungkin ini gejala yang dialami sesaat seperti berkeringat, kebingungan, pikiran kacau, seolah-olah “pornografi” memanggil untuk melakukannya lagi dan lagi.

Meski pecandu pornografi terlihat normal secara fisik bahkan secara moral rajin beribadah, namun secara mental mereka perlu pertolongan. Diperlukan waktu hingga setahun untuk pemulihan fungsional normal otak.

Silahkan tonton film “Don Jon” tentang kecanduan pornografi, yang dimainkan oleh Joseph Gordon-Levitt, Scarlett Johansson dan Julianne Moore.

Masa remaja adalah masa “stormy” atau masa “badai” yakni periode transisi dari masa kanak-kanak menuju dewasa sehingga diperlukan pendekatan dan pencegahan, agar “badai” itu segera berlalu dengan kebaikan. Berikut bisa menjadi usulan bagi remaja untuk menghindari kecanduan pornografi:

1. Tingkatkan ekstrakurikuler di sekolah yang dapat menyalurkan bakat dan minat remaja. Bakat dan minat semacam reward dan pleasure yang membantu remaja menyalurkan aktivitas pribadinya.

2. Dorong remaja untuk rajin olahraga. Aktivitas yang memacu adrenalin dan daya juang yang sportif dan kompetitif akan membantu remaja untuk memiliki jiwa dan raga yang sehat. Jika badan sudah lelah karena olahraga, remaja diharapkan tidak lagi mengakses pornografi kembali.

3. Tingkatkan aktivitas keagamaan baik di sekolah maupun di lingkungan pergaulan. Aktivitas keagamaan diharapkan akan menanamkan “rasa bersalah”dan menjadi kontrol sosial bagi remaja.

4. Sediakan informasi yang benar dan tepat tentang pendidikan kesehatan reproduksi. Diharapkan ketersediaan informasi kesehatan reproduksi akan membentuk pemahaman yang sehat dan positif bagi remaja agar terhindar dari perilaku berisiko, termasuk menonton pornografi dan melakukan kejahatan seksual lainnya.

Mari dorong Generasi Sehat tanpa Pornografi dan NAPZA!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s