Mengunjungi Thailand


Saya suka dikira orang Thailand, jika ditanya, “Woher kommen Sie? Thailand ja?”. Atau “Sind Sie Thailand?” Mereka menebak demikian karena memang karakteristik fisik orang Thailand tidak jauh beda dengan kita. Sama seperti saya sulit membedakan orang-orang asal Eropa itu.

Kali ini saya mau berbicara hasil pengamatan saya terhadap pengalaman berpetualang sebanyak empat kali ke Negeri Gajah Putih itu. Maklum saya sampaikan hasil pengamatan saya ke teman saya yang mau berwisata ke sana. Kebetulan dia baru saja kecantol dengan perempuan Thailand yang bekerja di store di Mall di Jerman.

Baiklah, saya akan mulai berdasarkan daya ingat saja hehehe…

image

image

(Banyak kuil Buddha yang tersebar di Thailand. Sumber foto: Dokumen pribadi)

1. Mayoritas warga Thailand beragama Buddha. Kita akan banyak menjumpai kuil dan bangunan Buddha. Mereka dengan banyak tradisi beragamanya sejalan dengan kepercayaannya memang memiliki pesona daya tarik wisata bagi Turis asing, misalnya, patung sleeping Buddha yang tidak hanya ditemukan di kota Bangkok saja. Di Ayuthaya, bekas ibukota Thailand, ada patung sleeping Buddha yang tidak berlapis warna emas.

image

(Salah satu sudut kota Hat Yai, Thailand Selatan. Sumber foto: Dokumen pribadi)

2. Ada juga masyarakat Thailand yang beragama muslim, mayoritas mereka menetap di bagian selatan. Kota besar Thailand Selatan namanya Hat Yai, yang menjadi pintu masuk juga buat pendatang yang datang dari Penang, Malaysia. Konon orang Malaysia suka datang ke kota ini buat berbelanja karena harganya jadi lebih murah dalam Baht. Tak jarang saya menjumpai pedagang-pedagang disini bisa berbahasa melayu.

image

(Keindahan dari Phi Phi Island yang sayang dilewatkan jika anda berkunjung lewat Phuket. Sumber foto: Dokumen pribadi)

3. Objek wisata populer memang keindahan pantainya, mulai dari selatan hingga utara. Wow!!! Pantainya memang terkenal indah. Selain itu, anda juga bisa datang ke Chiang Rai, tak jauh dari Chiang Mai bila ingin melihat komunitas perempuan Thailand cantik “Berleher panjang”. Thailand memang menawarkan hal-hal natural, religius hingga modern. Ada Madamme Tussauds, misalnya. Juga ada wisata sex yang menarik kaum adam untuk mencobanya.

4. Anda kenal istilah “Lady Boy”? Disini dengan mudah kita bisa menemukan kaum transgender yang anggun dan cantik itu.

image

(Harga makanan cukup terjangkau dan rasa yang pas di lidah. Tanyakan dulu kepada penjual sebelum membeli. Sumber foto: Dokumen pribadi)

5. Soal rasa makanan Thailand, lidah saya tidak mengalami masalah. Bila anda ke Thailand Selatan, banyak restoran yang menyediakan makanan halal. Sebaiknya bila pesan menu, anda bisa tanyakan dulu sebelum menyantap. Tom Yam, kari dan aneka salad patut anda coba.

image

(Foto Raja Thailand di pusat kota Bangkok. Sumber foto: Dokumen pribadi)

6. Mereka sangat menghormati Raja dan Ratu Thailand. Saya mengamati mereka banyak meletakkan foto dan display Raja dan Ratu Thailand di tempat umum. Mereka selalu meletakkan di tempat tinggi, misalnya di rumah maka tidak diletakkan di lantai atau sembarang tempat.

7. Bila ke Thailand, coba juga Thai Massage, dijamin anda ketagihan:) Thai Massage tidak menggunakan minyak dan si pemijat menggunakan seluruh anggota badan mereka untuk membuat badan kita mengalami relaksasi. Satu hal yang menarik, sebelum memijat mereka terlebih dulu memberi hormat pada sesuatu yang diletakkan di tempat tinggi di ruang pijat. Sayangnya saat saya wawancara, si pemijat tidak bisa menjelaskan dengan baik dalam bahasa Inggris. Sewaktu datang pertama kali, saya pijat di tempat yang bertuliskan harga pasti, 200 Baht per 1,5 jam. Berikutnya jika tidak di area wisata, saya tawar saja dan ternyata dapat harga yang murah.

8. Di Thailand, kita bisa menawar harga. Misalnya pijat, makanan, sovenir, Tuk Tuk (moda angkutan umum)
sampai paket wisata. Sampai-sampai Petugas Paket Wisata bisa hapal kebiasaan orang Indonesia dengan menawar harga terlebih dulu.

9. Anda tertarik diramal? Anda ingin mengetahui kelanggengan hubungan dengan pacar anda? Silahkan mampir. Disini si Pemandu akan minta anda meletakkan koin di kaki Buddha yang dipercayai. Bila koin menempel dan tidak jatuh saat anda menyebutkan nama pacar dan permintaan anda, berarti hubungan anda akan langgeng. Ada pula dengan mengocok nomor semacam lotre di gelas kayu. Silahkan ambil satu dan nanti anda akan bayar sukarela pada seseorang di kuil tersebut yang bisa membacakan peruntungan anda lewat nomor undian yang anda ambil.

image

(Tertarik berbelanja, bisa lakukan di “Floating Market” atau pasar apung. Sumber foto: Dokumen pribadi)

10. Dari selatan hingga utara, Thailand memang menarik untuk dikunjungi, baik itu wisata alamnya dan budayanya. Penduduk Thailand adalah orang yang ramah terhadap turis dan pendatang. Jika anda suka berbelanja, Bangkok juga dipandang sebagai surga belanja. Suka berbelanja ala tradisional, silahkan mengamati “Floating Market” atau pasar apung.

Selamat berlibur😀

One thought on “Mengunjungi Thailand

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s