Tips Travelling ke Kamboja


image

image

(Atas: Suasana Pnom Penh. Bawah: Salah satu kompleks candi Angkor Watt. Buddha dalam empat wajah. Sumber foto: Dokumen pribadi)

Negara ASEAN yang satu ini memang unik karena meski terbilang rawan konflik tetapi cukup aman untuk dikunjungi. Namanya menjadi populer sebagai lokasi wisata yang konon Angkor Watt terpilih oleh UNESCO untuk menggantikan kemegahan candi Borobudur. Karena isu ini, empat tahun lalu berbondong-bondong saya dan beberapa teman mengunjungi Kamboja untuk menyaksikan kemegahan kompleks candi Angkor Watt yang memang cukup luas.

Kompleks Candi Buddha, Angkor Watt ini memang tak cukup dikunjungi dalam waktu satu hari. Sangking luasnya ada tiga pilihan karcis masuk, satu hari, tiga hari atau tujuh hari. Letaknya memang membutuhkan kendaraan seperti sepeda atau Tuk Tuk, transportasi lokal di sana. Anda bisa menyewa sepeda dan memesan Tuk Tuk langsung dari penginapan.

Berikut semoga membantu bila anda punya rencana mengunjungi Kamboja:

1. Visa yang saya lakukan adalah VOA (Visa On Arrival) dengan membayar 20 US Dollar dan cukup melewati border gate dengan mengantri selama 5-10 menit maka sampailah di “Welcome to Cambodia”. Ada beberapa pilihan jalur darat, saya mencoba ikut bis dari kota Ho Chi Minh City.

image

(Bila melalui jalur darat, perbatasan Vietnam dan Kamboja dipenuhi kasino. Sumber foto: Dokumen pribadi)

2. Tuk Tuk adalah moda transportasi lokal yang tersedia di sana. Pastikan anda membawa peta Kamboja atau kartu nama hotel atau tulisan aksara kamboja yang dapat ditunjukkan kepada supir Tuk Tuk. Tawarlah harga yang diminta, jangan naik sebelum menawar harga.

3. Ada pilihan transportasi lain, yakni taksi dari Pnom Penh ke Siem Rip, destinasi wisata Angkor Watt. Bis atau taksi dapat dipesan dari hotel. Rata-rata petugas hotel memiliki pengetahuan dan bahasa Inggris yang cukup membantu. Bila ingin naik taksi, kurang lebih 70 US Dollar bisa dibagi 3-4 orang. Oh ya, anda wajar memperingati supir taksi disini karena mereka terbiasa menyetir taksi dengan agresif, semaunya dan terkesan ugal-ugalan.

4. Hati-hati juga jika anda menggunakan transportasi perahu karena beberapa turis komplen karena mesinnya yang tidak jalan atau standar keamanannya yang kurang. Bila anda datang saat perayaan keagamaan, sulit sekali mendapatkan perahu karena biasanya sudah dipesan. Mayoritas penduduk Kamboja beragama Buddha. Selain itu, di sepanjang jalan dipenuhi lautan manusia yang ikut merayakannya, macet dan padat.

image

(Di atas kapal penyebrangan, dijumpai jajanan sate babi, kuping babi dan usus babi yang dijual bebas. Sumber foto: Dokumen pribadi)

5. Dapat ditemukan dengan mudah makanan atau jajanan yang mengandung babi. Jadi tanyakan dulu sebelum membeli. Pengalaman teman saya, dia menghindari makanan lokal karena kandungan daging babi lalu dia pun membeli mie instan kemasan cup. Rupanya mie instan cup tersebut juga memiliki rasa babi. Ada pula mereka menjual sate babi, usus babi, kuping babi yang dijual bebas layaknya jajanan pada umumnya.

6. Bisa juga anda menghemat biaya akomodasi dengan menumpang Sleeping Bus. Jika anda sampai di Pnom Penh malam atau dini hari, berhati-hatilah jika anda pergi seorang diri. Hindari menggunakan perhiasan yang memancing rasa tidak aman anda sebagai perempuan.

7. Sebaiknya anda juga bisa memisahkan uang dan barang berharga menjadi dua atau tiga bagian. Tunjukkan saja fotokopi paspor, simpan identitas asli dan kartu kredit di tempat aman. Jangan tinggalkan barang berharga di kamar penginapan, sebaiknya titip saja di box deposit hotel atau dibawa saja.

8. Apapun selalu bisa di tawar, seperti harga hostel/penginapan. Saya masih bisa dapatkan harga hingga 5 US Dollar per kamar untuk dua orang. Taksi, Bis dan Tuk Tuk juga saya berlakukan sama. Tawar dulu sebelum deal menggunakannya.

9. Bila membeli sovenir pastikan untuk menawar harga. Lalu buka dulu kemasannya, jangan tergiur harga murah. Pengalaman saya, saya membeli kaos murah ternyata ukurannya adalah untuk anak-anak.

image

(Hati-hati dengan konstruksi bangunannya saat menjelajah kompleks Angkor Watt. Sumber foto: Dokumen pribadi)

10. Bila ke Angkor Watt, berhati-hati dengan konstruksi bangunannya karena sedang dalam tahap pengerjaan rekonstruksi oleh UNESCO.

Selamat berlibur😀

Sumber:

http://www.travelindochina.com

3 thoughts on “Tips Travelling ke Kamboja

  1. Hello my name is Teresa and I just wanted to drop you a quick message here instead of calling you. I came to your Tips Travelling ke Kamboja – Make it in your life page and noticed you could have a lot more traffic. I have found that the key to running a popular website is making sure the visitors you are getting are interested in your subject matter. There is a company that you can get keyword targeted traffic from and they let you try their service for free for 7 days. I managed to get over 300 targeted visitors to day to my website. http://hothor.se/1gj55

    Like

  2. Hello my name is Nadine and I just wanted to drop you a quick note here instead of calling you. I discovered your Tips Travelling ke Kamboja – Make it in your life page and noticed you could have a lot more hits. I have found that the key to running a popular website is making sure the visitors you are getting are interested in your subject matter. There is a company that you can get keyword targeted traffic from and they let you try their service for free for 7 days. I managed to get over 300 targeted visitors to day to my site. http://go.byross.net/1S

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s