8 Tips Mengunjungi Tempat Ibadah yang Jadi Lokasi Wisata


image

image

(Gereja Katolik sisa peninggalan sejarah masa lalu dari Kota Ho Chi Minh City, Vietnam. Sumber foto: Dokumen pribadi)

image

(Kek Lo Si Temple di Penang, yang diyakini merupakan Kuil terbesar di Pulang Penang, bahkan terbesar se-Asia Tenggara. Dari sini, anda bisa melihat kota Penang seluruhnya. Sumber foto: Dokumen pribadi)

Tidak hanya museum atau pemandangan alam yang jadi pesona travelling tetapi juga tempat ibadah kerap menjadi destinasi wisata yang mengagumkan. Kemegahan arsitekturnya, pesona sejarah dan mistisnya hingga sampai suanasa spiritual yang dibangunnya kadang mengundang perhatian bagi pengunjung untuk datang.

Bila kita berkunjung ke tempat ibadah, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebagai berikut:

Aceh

(Masjid Raya di Banda Aceh. Sumber foto: Dokumen Pribadi)

1. Cara berpakaian
Sebaiknya kenali tempat ibadah yang akan menjadi tujuan anda, termasuk dalam cara berpenampilan. Banyak tempat ibadah tidak mempersoalkan namun ada baiknya anda bertanya dulu agar anda pun nyaman dan tidak ditolak. Biasanya pemandu wisata akan memperingatkan anda soal pakaian yang pantas dan sopan bila diperlukan. Misalnya, kenakan selendang yang disediakan sebagai busana wajib sebelum masuk. Ada juga petugas yang memperingatkan atau menegur bila ada hal yang kurang berkenan. Misalnya, saya pernah melewati batas suci dengan mengenakan sandal, petugas pun memberitahu langsung. Di Eropa, petugas juga ada yang melarang mengenakan topi saat memasuki gereja.

Pengalaman saya lainnya, sewaktu saya ingin sekali masuk dan berfoto di Masjid Raya Aceh. Saya pun diminta untuk mengenakan selendang penutup kepala layaknya kerudung kepala. Bagaimana pun anda wajib mematuhi aturan yang berlaku.

2. Waktu berkunjung
Perhatikan pula waktu atau jadwal kunjungan. Di beberapa tempat ibadah, waktu kunjungan untuk berwisata hanya pada hari tertentu atau jam tertentu. Ada pula tempat ibadah yang dibuka hanya masa tertentu saja. Misalnya, saat menjelang dan selama perayaan keagamaan saja.

Umumnya tempat ibadah yang dijadikan lokasi umum memang dapat dikunjungi kapan saja. Namun ada baiknya anda cari informasi agar tidak menyesal sudah datang jauh-jauh.

Di beberapa tempat ibadah ada pula yang menyediakan tur gratis dengan jadwal dan ketentuan tertentu. Anda bisa ikut tur bersama dalam kelompok, dan jangan lupa siapkan tips buat pemandu. Jika anda tertarik dengan tempat ibadah tersebut, di beberapa tempat juga disediakan brosur, leaflet atau booklet sederhana yang didapat dengan mengisi buku tamu di muka pintu masuk.

3. Hormati mereka yang berdoa
Namanya berkunjung ke tempat ibadah, anda pasti menemukan orang-orang yang sedang berdoa. Sebagai pengunjung, anda wajib menghormati mereka dengan tidak menimbulkan kegaduhan dan ketidaknyamanan bagi mereka. Tak segan-segan, petugas biasanya menegur anda sebagai turis bila dianggap tidak sopan. Kesopanan anda juga harus dijaga bila anda ingin mengambil gambar orang-orang yang sedang berdoa. Sebaiknya tanyakan langsung.

4. Teknik pengambilan gambar
Anda mungkin mengagumi keagungan, kemegahan dan gaya arsitekturnya yang mempesona. Sebagai pengunjung, penggunaan kamera juga jadi pertimbangan seperti penggunaan blitz, area yang boleh difoto, area yang tidak boleh difoto, waktu untuk memfoto saat perayaan keagamaan berlangsung hingga lokasi larangan foto. Buatlah kehadiran anda untuk mendokumentasikan kunjungan tidak mengganggu kesakralan tempat ibadah.

5. Ikuti petunjuk pemandu atau aturan setempat
Apa pun yang disampaikan pemandu wisata atau papan informasi di muka sebaiknya dituruti saja. Selain hal itu untuk menghormati tempat ibadah, kita juga tak ingin terkena pengaruh bila melanggar, misalnya dilarang masuk bila menstruasi, dilarang memegang/menyentuh barang yang sakral dianggap suci, dilarang masuk batas suci buat pengunjung, atau apa saja yang memang diminta dari tempat ibadah tersebut. Mereka yang memberikan larangan tersebut pastinya sudah memikirkan konsekuensinya.

6. Memberi derma
Tiada ada salahnya juga jika anda bisa memberikan derma yang biasanya diletakkan dengan maksud untuk perawatan dan pemeliharaan tempat ibadah. Ada derma yang memang diletakkan dalam kotak atau wadah tertentu di muka atau pintu masuk. Ada pula melalui slip rekening bank yang sudah disediakan formnya sehingga langsung dapat diisi nominalnya dan dikirimkan antar bank. Atau ada pula melalui pembelian atau jasa tertentu, misalnya jual lilin. Lilin dapat diambil dan kita letakkan koin untuk membelinya dalam kotak, biasanya hal ini dijumpai di beberapa Gereja. Atau, jasa ramalan misalnya saya temui di beberapa kuil dan uang jasa nanti disalurkan untuk sumbangan.

7. Tidak membuat kegaduhan
Namanya di tempat ibadah yang dikenal sakral, syahdu dan khusyuk sehingga memungkinkan siapa saja berdoa. Tentu kita harus menghormati dengan tidak membuat kegaduhan. Kadang ada sign board yang terpasang “Keep Silent” untuk memperingatkan pengunjung agar tidak berisik.

8. Jaga kebersihan
Sebagai pengunjung di tempat ibadah, anda pun diharapkan untuk turut serta menjaga kebersihan dan kerapihan lokasi kunjungan anda. Buanglah sampah pada tempatnya. Lihat kondisi sekitar, jika memang harus melepaskan alas kaki, ikuti saja.

Semoga bermanfaat😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s