Ada Apa Intelegensi dengan Warna Rambut?


Tentang rambut, saya punya pengalaman menarik. Saat dapat tugas di pedalaman Papua dulu. Beberapa ibu dari suku pedalaman memegang rambut saya dan kagum dengan lurusnya rambut saya. Padahal rambut saya baru saja di-smoothing. Entah apa yang mendasari pemikiran mereka sampai-sampai persepsi perempuan cantik adalah mereka yang berambut lurus.

Perempuan berambut ‘air’ adalah julukan mereka yang dianggap cantik. Tak aneh jika saya menjumpai perempuan-perempuan di Flores, saat saya liburan, mengubah penampilan rambut mereka menjadi lurus, tidak seperti rambut aslinya. Perawatan pelurusan rambut jadi laris manis di Flores sini.

Nah berbicara persepsi rambut, ada yang mengidentikkan warna rambut dengan kemampuan intelegensi. Wah, saya sih tidak percaya. Karena di Jakarta saja saya temukan banyak perempuan yang sudah mewarnai rambutnya. Warna rambut sudah tak asli. Tapi benarkah warna rambut menentukan tingkat intelegensi?

Studi baru yang dilakukan oleh para akademisi di Stanford University, California menyatakan bahwa warna rambut tidak berdampak pada kecerdasan atau kepribadian. Hal ini membuka pemahaman banyak orang yang masih memandang misalnya Gadis Blonde dipandang tidak pandai.

Saya juga menemukan kecenderungan perempuan muda di luar juga mewarnai rambut mereka jadi lebih “blonde”. Saya tidak tahu alasan mereka mewarnai rambut mereka.

Ternyata tidak hanya saya, penelitian ini juga ingin menyangkal streotip bahwa mereka yang berambut pirang adalah bodoh. Hal ini ditunjukkan dengan temuan bahwa warna rambut adalah ‘hanya kulit luarnya’ saja karena tergantung pada satu huruf dari kode genetik (DNA). Jadi warna rambut tidak berkaitan dengan sifat lain. Juga penelitian untuk mengklaim bahwa tidak benar rambut pirang menandakan kecerdasan lebih rendah.

Penelitian ini diperkuat oleh pernyataan Peneliti utama, Profesor David Kingsley yang mengatakan, “Mekanisme genetik yang mengontrol rambut pirang tidak mengubah unsur biologi pada bagian lain tubuh.”

Para peneliti juga menemukan bahwa gen yang mempengaruhi rambut pirang tidak berhubungan dengan warna mata, seperti misalnya rambut pirang pasti bermata biru karena sesungguhnya tidak berkaitan secara genetik.

Wah, saya jadi ingat dulu teman kerja saya di Semarang ingin sekali anaknya berambut pirang dan bermata biru. Entah apa yang mendasari pemikiran teman saya ini. Tetapi penelitian ini sungguh menarik buat menyangkal streotip yang berkembang di masyarakat, seperti fenomena perempuan berambut ‘air’ yang dianggap cantik.

Menarik ya?!

Sumber bacaan:
http://www.dailymail.co.uk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s