5 Perubahan Setelah Menikah


image

(Sumber foto: Dokumen pribadi)

Memasuki kehidupan baru pernikahan bukan perkara mudah bagi setiap orang, apalagi bagi mereka yang baru pertama kali menjalani mahligai perkawinan. Pernikahan bukan soal perubahan status dari yang semula “single” menjadi “married”. Pernikahan memberi rasa sensasi yang berbeda bagi setiap orang setelah ia bergumul untuk memantapkan pilihan menikah.

Mengapa demikian? Karena pernikahan pastinya akan membawa perubahan bagi setiap orang. Sadar atau tidak, perubahan bagi mereka yang menikah adalah proses yang mesti dilalui agar pilihan hidup menikah bukan sekedar keterpaksaan menikah karena umur, status, materi atau desakan pihak lain.

Perubahan yang mungkin terjadi usai menikah,

1. Perubahan berat badan
Banyak orang beranggapan tubuh perempuan paling rawan mengalami peningkatan usai menikah. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor mulai dari isu pemakaian alat kontrasepsi, perubahan hormon hingga gaya hidup yang permisif. Tak heran mereka yang memperhatikan penampilan anda, akan takjub bahwa berat badan anda akan bertambah. Baik pria maupun perempuan menganggap penambahan berat badan bagian dari perubahan perkawinan yang menunjukkan kepuasan. Benar demikian? Namun bukan berarti mereka yang lebih kurus usai menikah tidak merasa puas. Sejauh ini belum ada studi kaitan antara besaran berat badan dengan kepuasan pernikahan.

2. Perubahan pola pikir
Dahulu sebelum menikah pola pemikiran dan tanggungjawab hanya untuk diri sendiri sekarang usai menikah tentu berbeda. Anda perlu melibatkan pasangan hidup dalam berpikir dan memutuskan pilihan, meski keputusan tersebut hanya menyangkut persoalan anda sendiri seperti pekerjaan, hobi dan minat, pertemanan, dsb. Anda pun kini tak lagi menyatakan “saya” tetapi “kita” yang berarti anda tidak seorang diri dalam berpikir dan bertindak.

3. Perubahan pengelolaan keuangan
Anda dan pasangan mulai memikirkan masa depan bersama yang menyangkut urusan uang. Dahulu saat masih “single” anda bisa dengan bebas membelanjakan kebutuhan dan kesenangan pribadi. Sekarang saat menikah, anda mesti memikirkan mana yang menjadi prioritas untuk dibelanjakan. Anda juga perlu mendiskusikan perihal keuangan dengan pasangan agar tidak menjadi masalah di kemudian hari. Masalah finansial bisa menjadi batu sandungan dalam relasi suami isteri jika tidak dipahami dengan baik usai menikah. Ingatlah bahwa menikah bukan soal peningkatan atau pengurangan finansial anda tetapi masalah tanggungjawab untuk masa depan bersama.

4. Perubahan waktu kebersamaan dengan teman/sahabat
Dahulu saat “single” anda bisa bebas nongkrong dan menghabiskan waktu bersama teman/sahabat. Kini anda harus memikirkan bahwa menikah memberi anda tanggungjawab baru. Kebebasan yang bertanggungjawab dan punya batasan usai menikah adalah perlu sehingga tidak menimbulkan konflik dengan pasangan di kemudian hari. Anda yang menikah mulai berubah mengatur jadwal pertemuan dengan teman/sahabat. Pasangan yang baik adalah mendukung kebebasan bertanggungjawab bersama sahabat/teman dibandingkan membatasi atau melarangnya.

5. Perubahan peran
Anda yang sudah menikah pun sudah bertambah peran menjadi suami atau isteri. Anda pun dipersiapkan untuk berperan sebagai orangtua bagi anak-anak anda nantinya. Perubahan peran ini tentunya tak mudah dihadapi bagi mereka yang menikah sehingga tak jarang mereka memilih menunda memiliki anak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s