Der Grosse Ganz Traum: Impian yang Begitu Hebat


image

(Tampak dari kejauhan, tim Bayern München yang jadi pemenang melawan Borrusia Dortmund kala itu sedang dieluk-elukan di Rathaus, pusat kota München. Sumber foto: Dokumen pribadi)

Apa yang ada dalam benak anda bila saya sebut “Jerman”? Sosis. Bir. Ada yang lain? Tentunya, anda pasti akan mengiyakan jika saya bilang “Jerman” maka yang muncul adalah sepak bola. Fussballverrückt dimaksudkan semacam image terhadap mereka di Jerman yang cinta dan menonton sepak bola hingga tergila-gila. Jangan harap kereta (U6 dari Marienplatz) akan kosong ke Allianz Arena jika sedang ada pertandingan sepak bola. Di Indonesia sendiri liga-liga antar klub sepak bola Jerman juga termasuk populer.

Yups sepak bola Jerman memang populer dan melegenda dengan prestasi dan kepiawaiannya di dunia dalam mengalahkan sepak bola negara lain. Namun siapa sangka dibalik popularitas sepak bola Jerman, ada kisah bagaimana sepak bola belum dapat diterima sebagai olahraga.

Film yang diambil dari kisah nyata pada akhir abad 19 ini berjudul, Der Grosse Ganz Traum, yang diterjemahkan dalam bahasa Inggris menjadi Lessons of A Dream. Saya sendiri menonton film ini saat ada festival film Jerman di Jakarta. Film ini sungguh menginspirasi saya bahwa sebuah impian itu mungkin bila kita sanggup melewati semua tantangan, cercaan, sindiran yang menggiring kita pada sebuah tujuan.

image

(Salah satu adegan saat Koch sebagai guru mengajari teknik sepak bola. Sumber foto: http://www.kinofenster.de)

Tentang film tersebut adalah seorang guru bernama Konrad Koch yang mendapatkan tugas menjadi guru bahasa Inggris di sekolah Jerman sekitar tahun 1874. Sebenarnya sudah terbentuk kedisplinan yang ketat pada siswa-siswa tersebut bak pendidikan militer. Koch berpikir bahwa metode pengajaran yang kaku dan konservatif seperti itu tak akan mudah diserap oleh siswa sehingga ia memutuskan mengubah metodenya. Berkat kecintaannya pada sepak bola, guru muda asal Inggris ini menggunakan sepak bola untuk mengajari siswanya.

Bukan impian jika memang tak pernah menghadapi kendala, rekan-rekan kerjanya memandang sinis dan negatif terhadap metode barunya. Koch juga harus menghadapi orangtua dan pejabat lokal yang konservatif terhadap sepak bola, bahkan ia harus sembunyi-sembunyi memainkannya karena para siswanya benar-benar telah jatuh hati pada sepak bola.

Sutradara film ini, Sebastian Grobler, di akhir cerita membungkusnya dengan pertandingan sepak bola persahabatan antar siswa yang menarik simpati mereka yang semula menolak sepak bola. Film berdurasi 105 menit juga dibumbui oleh beberapa adegan lucu, adegan romantis ala remaja dan kasih sayang seputar orangtua dan anak.

Berdasarkan film tersebut, saya pun mengambil beberapa poin menarik yang mendorong saya untuk tak pernah ragu meraih impian. Seperti judul dalam bahasa Inggrisnya, Lesson of a dream, berikut pelajaran yang bisa saya petik:

1. Ketika memutuskan sebuah impian, ada kalanya kita ragu. Itu wajar dan normal. Yakin dan percaya diri adalah kunci bahwa kita mampu menunjukkan bahwa impian kita membawa kebaikan, tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga orang lain.

2. Mereka yang pernah bermimpi pasti mengalami pernah dicemooh, gagal berkali-kali, dicibir, bahkan hampir dirasa seluruh dunia memusuhinya. Hukum alam mengatakan bahwa mereka yang tak pernah lelah mencoba dan berjuang akan mendapatkan apa yang diimpikannya.

3. Frustrasi, marah, kecewa, putus asa, menangis bahkan perasaan-perasaan tak berdaya kerap muncul saat perjuangan itu belum berakhir. Kadang bagi orang lain itu mudah tapi tidak bagi kita yang berjuang mendapatkannya. Sebab keajaiban terjadi di saat kita bisa menerima kegagalan dan aneka perasaan di atas sebagai bagian dari hidup. Pada titik ini, kita akan bersyukur atas kebaikan Tuhan bahwa semua melalui kuasaNya.

4. Dalam hidup akan selalu ada orang yang mendukung dan ada yang menetang anda bermimpi. Mereka yang menentang dan meragukan impian diciptakan untuk menguji kesabaran dan kegigihan perjuangan anda. Setidaknya anda sadar bahwa meraih impian itu tidak mungkin instan tetapi butuh proses.

Happy weekend!!! Ich wünsche euch einen schönen wochenende. Selamat berakhir pekan!!!!

3 thoughts on “Der Grosse Ganz Traum: Impian yang Begitu Hebat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s