Menuju Puncak Impian


image

(Sumber foto: Dokumen pribadi)

Usai memberikan pelatihan motivasi dan “life skills” kepada sejumlah remaja tahun 2005, saya dihadiahi sebuah buku yang sangat baik dan menginspirasi. Judulnya, Everest in your life yang ditulis oleh Gary P. Scott yakni pemandu gunung dan telah menghabiskan hidup lebih dari 20 tahun untuk mendaki dan menjelajahi dunia.

Everest tentu anda kenal sebagai salah satu gunung tertinggi di dunia. Everest sendiri adalah impian sang Penulis sepanjang hidupnya. Melalui buku ini, Everest diibaratkan seperti impian dalam hidup kita yang harus diperjuangkan, didaki, ditaklukkan dan dimenangkan. Menurutnya, kita semua secara alamiah adalah pendaki. Kita mungkin ingin meraih hal-hal besar atau kita mungkin menemukan sesuatu yang menghentikan kita meraih segala impian itu. Dalam mendaki dikenal istilah “crux” yakni gerakan atau bagian terberat dari suatu pendakian. Semua “crux” ini adalah titik penentu dimana kita harus memutuskan untuk menerima tantangan dan melangkah maju atau mundur. Ketika anda mendaki, anda menaklukan puncak-puncak yang lebih kecil dari keraguan, ketakutan, rasa tidak aman dan hambatan yang menghalangi kita.

Buku ini terdiri dari 10 Bab yang menuliskan inspirasi menarik bagi pembacanya. Berikut saya sarikan untuk anda:

1.Pilih “Gunung” anda
* Apapun “Gunung” yang anda pilih sebenarnya saat anda mencapai puncaknya, anda telah menaklukkan keraguan dan ketakutan anda sendiri.
* Sukses adalah hasil serangkaian keputusan kecil yang memuncak dalam sebuah tujuan besar. Kunci kesuksesan adalah mengikuti kata hati dan menjalankan impian anda.
* Mengetahui apa yang anda inginkan adalah langkah pertama untuk mewujudkannya jadi kenyataan. Pilih “gunung” – impian yang benar-benar menggairahkan dan menantang.

2. Kuasai ketrampilan anda
*Tidak ada jalan pintas menuju kesuksesan. Begitu pun dalam mendaki gunung. Ketika anda mencari jalan pintas, anda kehilangan ketrampilan dasar. Kalau anda tidak tahu dasarnya, anda akan tersesat dan biasanya hasilnya mengecewakan.
* Jadi silahkan sedini mungkin, identifikasikan ketrampilan anda – alokasikan waktu- fokus – bersabarlah – cari pembimbing.

3. Ringankan beban anda
* Semakin sedikit yang anda bawa, semakin banyak anda belajar betapa sedikitnya yang anda perlukan. Dalam mendaki, jika anda membawa banyak perlengkapan maka akan lebih sedikit puncak yang bisa anda capai.
* Tetap berfokus pada tujuan anda. Jangan sampai anda tidak mencapainya karena dibebani barang-barang yang tidak akan pernah anda perlukan atau gunakan lagi.
* Belajarlah percaya pada diri sendiri ketimbang peralatan yang anda bawa.
* Buatlah sesederhana mungkin dan buanglah apa yang menjadi beban anda agar pendakian anda terasa ringan.

4. Percaya kepada diri sendiri
* Mempercayai diri sendiri adalah sebuah proses mental. Kita berhak untuk sukses, bahagia dan bebas menjalankan kehidupan yang diinginkan dan sadar bahwa masa depan itu tanpa batas.
* Jadikan kelemahan menjadi kekuatan anda. Buatlah anda berani mencoba dan gagal lagi. Dengan demikan anda belajar mendapatkan kepercayaan dan keyakinan diri. Berani juga untuk sukses.
* Seluruh dunia akan berubah jika kita memutuskan menerima diri apa adanya, kelemahan dan kekuatan – sisi baik dan sisi buruk, termasuk mengakui dan menerima masa lalu apa adanya kemudian belajar darinya.

5. Atasi ketakutan anda
* Ketakutan adalah emosi untuk meningkatkan kemampuan indera agar kita lebih waspada. Cara mengatasinya adalah lakukan hal yang menakutkan itu terus menerus sehingga akhirnya anda akan mencapai tingkat kenyamanan dan kepercayaan diri.
* Ketakutan biasanya didasarkan pada peristiwa yang tidak terjadi dan mungkin tak pernah terjadi. Semakin besar rasa khawatir tentang apa yang mungkin terjadi, semakin besar rasa takut yang menghentikan tindakan anda.

6. Jelajahi batasan anda
* Anda dapat menjelajahi petualangan yang besar dalam hidup saat menjelajahi batasan anda di segala bidang keahlian.
* Menjelajahi batasan berarti mencari tempat dimana anda menarik diri melebihi apa yang anda percayai atau yang anda pernah percayai sebagai mungkin. Jika tujuan tidak menantang anda, anda akan bosan dan berhenti. Pilihlah tujuan yang hasilnya tidak pasti sehingga anda dapat memelihara sensasi petualangan yang membuat anda tetap termotivasi.

7. Pilihlah rekan anda dengan bijaksana
* Orang yang mengelilingi anda seharusnya mereka yang berkontribusi dalam pencapaian anda. Anda bisa berbagi impian dengan orang yang akan menjadikan anda sukses. Pilihlah yang bijak dan selektif. Ingatlah, ini hidup anda!

8. Temukan kecepatan langkah anda
* Terburu-buru seringkali menimbulkan kesalahan. Ada perbedaan besar antara bergerak cepat dan efisien dengan bergerak secepat mungkin.
* Cobalah mengatur langkah anda sendiri, sisakan energi untuk menuntaskannya. Penting untuk tidak menguras mental dan fisik setiap waktu.

9. Ikuti naluri anda
* Yakinlah dan percaya pada insting dalam membuat keputusan terbaik. Belajarlah untuk membedakan emosi akan rasa takut dan keraguan dengan intusi anda. Ketahuilah bahwa dengan mempercayai intuisi, anda akan meningkatkan kesempatan untuk sukses.

10. Carilah kedamaian di dalam
* Kita tak perlu membuktikan kepada orang lain siapa diri kita, tetapi jauh lebih penting adalah apa yang saya kerjakan.
* Kita dilahirkan untuk melakukan petualangan dan pencapaian. Temukan kedamaian batin saat anda telah mencapai puncaknya. Belajarlah di sepanjang perjalanan.
* Tanpa kedamaian batin, pencapaian yang sudah anda raih akan kosong dan hampa. Hidup bisa dan seharusnya adalah sebuah petualangan jika kita mengikuti kata hati dan mengejar mimpi-mimpi.

Bagi anda yang suka petualangan dan pendakian, buku ini layak dibaca karena sarat pengalaman inspirasi dari Penulis dalam menjelajahi dunia.

Happy reading😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s