Nasib Orang, Siapa yang Tahu


image

(Sumber foto: Dokumen pribadi)

Kemudahan akses berkomunikasi dan jangkauan tanpa batas membuat kita mudah terhubung bahkan dengan teman lama yang sudah lama tak bertemu. Acara reuni kerap menjadi ajang silahturahmi dan temu kangen untuk saling memberi kabar satu sama lain. Akhirnya anda bertemu dengan teman lama yang datang dengan nasib berbeda-beda satu sama lain.

Namun dibalik itu semua, kita tak pernah menyangka nasib baik bisa berpihak kepada teman yang dulu tak pernah kita duga. Mereka yang dulu populer di sekolah bisa pamer dengan masa kini dan masa lalu, tetapi itu belum seberapa hebat ketika ada yang bisa unjuk gigi saat masa lalu mereka tak indah di sekolah tetapi masa kini mereka hebat.

Menjadi korban celaan dan merasa bukan orang populer di sekolah dulu menjadi batu sandungan tentang masa depan di kemudian hari. Toh seiring berjalan waktu, mereka yang memperjuangkan impian dengan sungguh-sungguh berhasil merasakan buahnya. “Wah, sudah hebat kamu sekarang ya.” Itu kesan dan pujian yang diberikan.

Tahukah anda bahwa mereka yang hebat ini adalah dulu mereka yang tak populer di sekolah, kerap di-bully dan mungkin dipandang sebelah mata?

Satu hal yang menarik bahwa justru dengan pengalaman masa lalu mereka yang kelam, masa kanak-kanak hingga remaja yang tak indah, mereka bisa menunjukkan kekuatan dirinya. You are what you dream about.

Saya jadi ingat pesan dari orangtua saya bahwa orang lain adalah berkat buat saya meski kehadirannya mendatangkan pengalaman buruk tetapi setidaknya mereka datang untuk sebuah alasan. Everyone comes into your life for a reason. Jadi misalnya ada teman yang menyebalkan dan saya tak bisa melawan, Mama hanya berkata bahwa mereka melatih kesabaran saya, didoakan saja mereka. Itu nasihatnya.

Ya, nasib orang siapa yang tahu. Dulu miskin sekarang kaya. Dulu korban bully di sekolah sekarang menjadi artis populer. Dulu ditolak setiap sekolah, sekarang mendadak diakui kepandaiannya melalui penemuan dan penelitian. From Nothing to Everything.

Jadi bagi anda yang saat ini merasa terpuruk, merasa gagal, dipandang sebelah mata, tak menarik, korban celaan dan perasaan buruk lainnya, ketahuilah bahwa nasib orang siapa yang tahu.

Ada kisah dari rekan kerja saya dulu di Bandung. Rekan kerja saya ini adalah seorang ibu muda yang masih cantik dan suka banyak berbicara. Jadi ia bercerita tentang pembantu rumah tangganya. Dulu ia punya seorang pembantu yang bekerja di rumahnya. Pembantu ini keluar dari pekerjaannya karena alasan menikah. Suatu hari saat rekan kerja saya ini pergi shopping ke sebuah pusat perbelanjaan mewah di suatu kota, Ia bertemu dengan mantan pembantu rumah tangganya itu di suatu parkiran mobil.

“Hey, sekarang kamu kerja dimana? Tambah cantik gitu sekarang mukanya. Ih kamu teh sekarang gak nyangka ya. Menih geulis gitu. Kumaha atuh.” Tutur rekan kerja saya suka bicara sambil takjub saat melihat perubahan mantan pembantunya yang sekarang terlihat cantik dan membawa mobil mewah.

“Nyonya masih ingat dulu sewaktu saya masih bekerja di tempat Nyonya? Nyonya mengajari saya kalau bekerja itu pakai ini (menunjuk pada kepala, maksudnya otak). Bukan kerja pakai ini (menunjuk lutut, maksudnya dengkul).”

“Ini (menunjuk otak) saya tidak bekerja. Saya tidak lagi kerja pakai ini (menunjuk lutut). Sekarang saya pakai ini (menunjuk wajah). Saya jadi begini dan punya yang saya mau.”

Cerita di atas benar adanya dan menurut saya lucu. Ini cerita rekan kerja saya, mungkin karena cantik dan berhasil memikat seseorang yang kaya raya, ia pun ikut kaya. Atau suaminya sekarang sudah menjadi kaya. Semua hanya dugaan sementara dari teman saya ini. Satu pesan teman saya ini, jangan pernah meremehkan seseorang. Nasib orang siapa yang tahu.

Meski kita pernah merasa di bawah, merasa salah atau bahkan sudah merasa kalah, ingatlah jangan pernah menyerah. Nasib orang siapa yang tahu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s