Apa yang Seharusnya Dilakukan Bila Kalah?


image

(Sejak kecil, anak sudah ditanamkan pemahaman tidak hanya untuk menghargai kemenangan tetapi juga menerima kekalahan sebagai bagian dari proses kehidupan. Tampak gambar seorang siswi Jerman menerima penghargaan atas prestasinya. Sumber foto: Dokumen pribadi)

Hidup tak selamanya menawarkan kemenangan. Seperti yang sudah pernah saya sampaikan bahwa alam selalu punya dua sisi seperti siap menang dan siap kalah. Namun pertama-tama tak mudah untuk berbesar hati menerima kekalahan itu, siapa pun orangnya. Mengapa? Karena kita dilahirkan untuk menjadi Pemenang, hanya cara dan waktu yang membedakannya. Born to be winner. Ini tidak serta merta kita harus selalu menjadi pemenang dan merasa unggul tetapi bagaimana kita bisa juga “menang” terhadap ego diri dan kehendak superior.

Bila kita menang, akan banyak pujian, sanjungan dan hadiah yang layak sementara kalah belum tentu menjanjikan hal demikian. Kita cenderung berpikir akan ada cacian, makian dan umpatan yang serba kemungkinan terjadi. Tetapi sebenarnya kita merasa inferior terhadap kenyataan. Kita tidak realistis. Ingatlah semua ini akan berlalu, kalah atau menang hanya soal kenyataan bukan harapan. Anda masih punya harapan untuk kemenangan yang tertunda.

Apa yang seharusnya dilakukan bila kita kalah?

1. Akui dan terima kenyataan
Jika kita menyangkal terhadap proses tak akan mengubah apa pun. Kita boleh salah, kita boleh kalah tetapi kita tak boleh menyerah. Mereka yang berjiwa besar adalah mereka yang tahu bagaimana mengakui kemenangan lawan.
Meski proses ini tak mudah untuk dilakukan, percayalah ini akan membantu anda untuk lebih baik lagi di kemudian hari.

2. Hormati lawan dan beri ucapan selamat
Mereka yang menang tidak serta merta unggul selamanya. Tak ada yang abadi di dunia ini. Hormati lawan bukan berarti kita adalah looser. Tetapi kita adalah pribadi yang menang untuk melupakan kekalahan. Beri ucapan pada mereka yang berhak menang. Di atas segala-galanya, kita percaya ini adalah sebagian dari harapan yang tertunda, siapa tahu kita akan menang di lain waktu dengan cara berbeda. Life is fair enough. Tuhan meletakkan ini sebagai kekalahan tetapi tidak untuk selamanya. He knows the best way to give it ‘Victory’ to you in time.

3. Tetap optimis dan positif
Toh setelah diketahui kita kalah, matahari tetap bersinar, dunia tidak kiamat, kita masih bisa bernafas. Life must go on. Jadi biarkan segalanya ini juga berlalu. Tetap optimis dan positif akan membantu jiwa kita lebih konstruktif dalam menyongsong hari berikutnya. Pelajaran berharga seorang Atlet Lari dari Amerika yang kalah dalam pertandingan berkata, “Saya diutus oleh negara saya bukan untuk menjadi Pemenang tetapi untuk menyelesaikan pertandingan.” Anda sudah menyelesaikan yang terbaik, bukan untuk kemenangan saat ini.

4. Refleksi diri untuk lebih baik
Jadikan ini sebagai momen untuk refleksi diri agar menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Segala sesuatunya ada waktunya. Melalui momen ini mungkin anda perlu belajar untuk lebih ikhlas dalam hidup. Atau mungkin anda lebih sabar dalam menjalani hidup. Setiap peristiwa pasti ada hikmahnya.

Mari menyongsong kemenangan pribadi dengan belajar lebih ikhlas dan sabar untuk pembaikan diri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s