Kesabaran itu Berbuah Kebaikan


image

image

(Sumber foto: Dokumen pribadi)

Sewaktu masih anak-anak, saya suka sekali nonton film silat yang berasal dari negeri Tiongkok. Selain tontonan menarik yang heroik, saya banyak belajar tentang nilai-nilai kehidupan seperti kesabaran.

Sang jagoan diminta untuk melakukan pekerjaan dan tugas rumahan seperti menimba air, memasak, bersih-bersih atau mencuci. Intinya, sang jagoan digambarkan tidak dilibatkan dalam latihan silat sementara saudara-saudara seperguruan yang lain giat berlatih aneka jurus. Kadang rasa iri dan cemburu muncul, mengapa saya berbeda? Itu pikir si Jagoan. Sang jagoan dipandang sebelah mata, bisa jadi dicela karena mengerjakan tugas rumahan yang rutin.

Hingga suat saat, sang guru meminta mereka melakukan pertandingan silat. Si jagoan pun dipaksa ikut meski ia tak percaya diri. Anda tahu, si jagoan berhasil mengalahkan si lawan yang diunggulkan sesama perguruan. Apa pasalnya? Tangan, kaki dan stamina si Jagoan melebihi si lawan. Rupanya latihan mengerjakan tugas dan pekerjaan rumah seperti menimba air, bersih-bersih, memasak, mencuci dll telah membentuk ketahanan diri untuk menyerang. Dari situ si Jagoan paham mengapa Guru memberikan pekerjaan dan tugas rumahan.

Usai dari pertandingan, barulah Guru mengajarkan berbagai jurus kepada si Jagoan. Kata si Guru, kesabaran itu berbuah kebaikan. Dengan sabar, si Jagoan menekuni pekerjaan yang dianggap remeh seperti timba air atau mencuci tetapi melalui hal sederhana sesungguhnya si Jagoan telah belajar hal yang besar. Hal besar itu adalah kesabaran yang memang tak semua dimiliki oleh para pendekar silat.

Bahwa untuk mempelajari jurus silat yang sesungguhnya, pertama-tama orang harus melatih sabar terlebih dulu. Sabar itu adalah musuh kehidupan.

Bahwa untuk memiliki ilmu yang tinggi, dalam hal ini jurus jitu silat, sabar adalah modal utama untuk sebuah proses. Sabar melatih emosi kita agar lebih terkontrol. Sabar itu membawa kebaikan bagi siapapun.

Belajar sabar itu dengan cara,

1. Melakukan hal sederhana
Mungkin kita menganggap pekerjaan itu tak menarik, pekerjaan remeh dan tak menantang tetapi dibalik itu semua suatu saat akan mengajari kita banyak hal. Di dunia ini tidak ada yang sia-sia. Bahkan hal sederhana bisa menjadi luar biasa jika kita mampu mengambil hikmahnya.

2. Memulai dengan ikhlas
Jangan pernah belajar sabar tetapi dengan terpaksa atau tidak ikhlas. Yang ada hasilnya malah tidak optimal. Mulailah dengan ikhlas dan tulus untuk melatih kesabaran.

3. Berani berkorban bagi orang lain
Sabar itu dimulai untuk mengalahkan kepentingan diri sendiri dan mau mempertimbangkan kepentingan orang banyak. Pengorbanan yang tulus dan berani akan lebih dikenang orang dibandingkan sejumlah uang dan materi yang sudah anda bayarkan. Bukankah cara kita menyentuh hati orang lain adalah dengan berani bertindak dan berkorban untuk kepentingan orang lain? Jiwa heroik adalah bagian dari kesabaran.

Semoga menginspirasi anda dan saya untuk bersikap sabar. Ingat, sabar itu berbuah kebaikan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s