5 Alasan Mengapa Perlu Menulis


image

Sejak bekerja di bidang komunikasi untuk isu perkembangan sosial, dunia tulis menulis menjadi bagian rutinitas pekerjaan saya. Pengalaman menarik saat saya bekerja sebagai Provincial Communications Coordinator dimana saya harus mendukung dan menginspirasi penerima manfaat program yakni Guru, Kepala Sekolah, Pengawas dan mereka yang berkepentingan dengan pendidikan di tingkat provinsi agar mulai menulis. Menulis yang dimaksud bisa berupa laporan reportase, opini, pengalaman best practise atau media sekolah seperti buletin yang memang diperlukan bagi transformasi dan replikasi yang bermanfaat selanjutnya.

Nah, beberapa kali dilakukan penguatan kapasitas untuk menulis bagi mereka yang bekerja di bidang pendidikan tersebut. Diharapkan kapasitas menulis akan mendorong mereka lebih giat lagi berbagi inspirasi edukasi.

Sekedar berbagi, berikut alasan yang saya sampaikan mengapa perlu menulis:

1. Menulis itu mendokumentasikan
Tak banyak orang punya kapasitas fotografi, lewat tulisan yang jadi “makanan” sehari-hari diharapkan mereka mau mendokumentasikan suatu peristiwa dengan baik. Kadang saya temukan mereka bingung bagaimana mulai menulisnya, saya sarankan mereka melalui panduan 5W + 1H (What, When, Why, Where, Who dan How) untuk mempermudah penulisan. Dokumentasi lewat tulisan dapat memperkaya proses belajar mengajar di kemudian hari.

2. Menulis itu menginspirasi
Melalui tulisan yang menginspirasi sebagai hasil pengalaman sehari-hari di kelas atau sekolah, diharapkan mereka menginspirasi sesama pendidik dalam meningkatkan kualitas dan mutu pengajaran. Inspirasi tulisan bisa berupa karya ilmiah alat bantu belajar, pengalaman mendidik anak atau metode belajar yang aktif dan menarik bagi siswa sehingga dapat direplikasikan oleh pendidik yang lain. Bukan tidak mungkin sekolah dapat mencontoh keberhasilan sekolah lain lewat inspirasi tulisan seorang pendidik yang menuliskannya.

3. Menulis itu membagikan pengalaman
Pengalaman adalah guru terbaik, begitu pepatah berbunyi. Memang benar adanya bahwa pengalaman mendidik dan mengajar di sekolah bukan pekerjaan yang mudah mengingat tidak hanya dituntut pencapaian akademis semata. Biasanya menulis berdasarkan apa yang sudah dialami lebih mudah sehingga kebiasaan menulis akan terbangun. Pengalaman best practice untuk mengidentifikasikan perubahan sebelum dan sesudah ada dampak perlakuan program diharapkan menjadi sekumpulan pengalaman yang aktraktif dan edukatif bagi solusi pendidikan.

4. Menulis itu menuangkan gagasan, ide dan pendapat
Apa pun gagasan dan ide mengenai pengembangan dan peningkatan kualitas pendidikan seperti alat bantu belajar, metode pengajaran, penulisan materi pengajaran diharapkan akan dituliskan melalui catatan tulisan yang kelak dapat dimanfaatkan. Tidak hanya sebagai rekomendasi pembelajaran tetapi juga tulisan-tulisan mampu membangun kebiasaan untuk mengasah kapasitas pendidik dalam menemukan inovasi pembelajaran.

5. Menulis itu melaporkan
Saya masih mendapati sulitnya bagi mereka meluangkan waktu membuat laporan. Entah karena tak ada waktu atau sebenarnya tidak ada sistematis pelaporan yang reguler dan jadi panduan sehingga menulis itu melaporkan juga menjadi sulit. Akhirnya berbekal panduan sederhana, mereka pun terbiasa untuk melaporkan perkembangan di sekolah terutama setelah adanya penguatan kapasitas (pelatihan).

Selamat menulis bagi pengembangan dunia pendidikan yang edukatif dan inovatif!!! Saya pun rindu untuk terlibat bersama lagi dalam program komunikasi untuk perubahan sosial.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s