6 Langkah Pembuatan Media Komunikasi untuk Perubahan Perilaku Sosial


Sebagai Praktisi komunikasi sosial, kerap saya harus menghadapi tugas untuk membuat strategi komunikasi yang sesuai dan tepat untuk isu tertentu. Media komunikasi yang tepat tentunya akan menunjang keberhasilan suatu program yang pastinya dipengaruhi oleh kecenderungan (trend) yang terjadi di masyarakat saat itu. Semisal sewaktu saya bekerja di bidang isu kesehatan HIV& AIDS delapan tahun silam tentu berbeda kecenderungan kondisi masyarakatnya dengan masa kini. Oleh karena itu, pengembangan-pengembangan media komunikasi amat sangat diperlukan yang disesuaikan dengan kemajuan teknologi dan isu sosial yang sudah mendapat perubahan sehingga membentuk perilaku sosial yang diharapkan. Memang merubah perilaku sosial tidak mudah, memerlukan proses waktu yang tak sebentar. Media komunikasi adalah sarana pendukung dari suatu program.

Media komunikasi yang akan dibuat dalam bentuk BCC (Behaviour Change Communication) material berdasarkan pengalaman yang saya buat biasanya meliputi langkah-langkah sebagai berikut:

1. Issue
Apa issue yang sedang berkembang dalam komunitas tersebut? Setiap wilayah akan berbeda-beda persoalan yang melatarbelakanginya. Misalnya, wilayah A tidak terbiasa cuci tangan karena tidak tersedianya sumber air, air begitu sulit untuk diperoleh. Jangankan untuk cuci tangan, untuk mandi saja hanya bisa dilakukan sehari sekali. Sedangkan di wilayah B, persoalan tersebut lebih disebabkan karena faktor kebiasaan dan minimnya informasi tentang pentingnya hidup sehat. Artinya bahwa kita sudah memahami dulu isu yang sedang berkembang baru kemudian menentukan langkah selanjutnya dan media apa yang tepat untuk disampaikan kepada masyarakat sehingga menjadi solusi yang edukatif dan inspiratif bagi mereka.

2. Needs
Kebutuhan akan media komunikasi dapat dilakukan dengan melakukan riset kecil-kecilan dan memanfaatkan pendekatan ke berbagai level untuk mengetahuinya. Apakah brosur dapat diberikan sementara tingkat baca di komunitas tersebut rendah? Atau media apa yang tepat sebagai sumber informasi bagi mereka?

3. Attention
Pikirkan selanjutnya adalah sesuatu yang menarik atensi masyarakat tentang persoalan yang akan kita sampaikan. Gali sebanyak-banyaknya tentang fakta dan data sehingga mereka paham bahwa perubahan diperlukan bagi mereka. Misalnya, ditemukan bahwa sekian persen orang terinfeksi HIV karena perilaku berisiko, yakni bla bla bla. Gunakan kalimat persuasif yang bisa diterima dalam budaya lokal. Jika memang diperlukan public figure, silahkan tentukan siapa yang dapat menjadi role model untuk isu tersebut. Buatlah media yang aktraktif bagi masyarakat.

4. Interest
Bangun pesan yang akan disampaikan sesuai interest yang ingin kita sampaikan dikaitkan dengan keinginan masyarakat. Masyarakat tentunya ingin hidup sehat,misalnya, jadi gunakan berbagai pesan dan media yang dapat diterima oleh masyarakat.

5. Visualization
Kini berikan penggambaran yang sesuai dan tepat untuk mengkomunikasikan pesan yang ingin kita sampaikan. Apakah poster atau papan reklame cukup efektif untuk menggambarkan informasi yang ingin kita sampaikan? Pikirkan bahwa dalam 5 detik saat melihat poster dan papan reklame, orang bisa paham informasi yang ingin kita sampaikan. Lain lagi misalnya kita menyampaikan melalui media film berdurasi singkat yang dapat diterima di setiap kalangan masyarakat. Apa pun itu, penggambaran pesan/informasi diharapkan mampu membangun kesadaran masyarakat untuk peduli dan berdampak pada perubahan pola pikir dan secara bertahap juga pada perubahan perilaku. Ingat, tidak ada yang instan dalam membangun perubahan perilaku, namun ketika kita sudah mampu membangun kesadaran (bahwa masyarakat merasa perlu berubah) melalui media komunikasi yang kita buat artinya kita telah membuat suatu perkembangan yang lebih positif.

6. Action
Pada akhirnya kita ingin menegaskan kembali kepada khalayak tindakan yang diperlukan atau anjuran kepada masyakat untuk melakukan sesuatu. Sampaikan pula tips yang dapat dilakukan khalayak untuk mengatasi persoalan terhadap isu tersebut. Sisipkan ”reward” yang akan diperoleh jika mereka melakukannya, misalnya hidup lebih sehat, keluarga bahagia, dsb. Kita juga bisa berikan informasi alamat kontak jika mereka memerlukan informasi lebih lanjut/pengaduan/ telpon.

Enam langkah ini bukan langkah akhir karena diperlukan lagi monitoring dan evaluasi untuk mengetahui seberapa besar dampak yang terjadi usai produksi media komunikasi tersebut.

Demikian sekedar berbagi🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s