Kaitan Sales dengan Ketrampilan Komunikasi


Saya secara pribadi hampir selalu menghindari Sales yang berseliweran di pusat perbelanjaan dan pameran. Apakah anda juga demikian?

Orang pertama yang memperkenalkan pekerjaan “Sales” pada saya adalah Bapak saya. Ia mampu menjelaskan konsep Sales dengan baik dan punya ketrampilan komunikasi yang baik kepada rekan bisnisnya. Beberapa kali, saya diajaknya untuk mengamati pekerjaan Sales sambil belajar praktik komunikasi seperti beliau sewaktu masih anak-anak. Menurut Bapak, semua pekerjaan di dunia ini sebenarnya adalah “Sales” yakni bagaimana kita mampu “menjual” talenta, keahlian, pendidikan dan pengalaman kerja kepada orang lain dengan teknik komunikasi yang baik. Jadi kunci utamanya adalah komunikasi. Saya masih ingat dulu sewaktu kerja di Jakarta, ada kolega yang bisa mendapatkan gaji dan fasilitas tinggi karena keahlian komunikasinya. Ia mampu menjadi “Sales” bagi dirinya sendiri meski posisi kedudukannya tidak lebih tinggi dari saya.

Menurut pengalaman dan pengamatan saya sejak kecil, tidak ada anak-anak yang berminat menjadi “Sales” termasuk saya pribadi. Saat ini saya membahas “Sales” bukan karena profesi saya sebagai Sales melainkan seorang Sales memerlukan ketrampilan komunikasi yang baik agar berhasil dalam profesinya memenuhi target penjualan. Komunikasi? Ya, ini menjadi minat saya untuk menuliskannya.

Mungkin ketrampilan komunikasi yang jadi kunci keberhasilan Sales perlu diperhatikan. Sementara jika dilihat berbagai lowongan kerja, lowongan Sales adalah lowongan yang mudah ditemui. Tak jarang di lowongan Sales diiming-imingi dengan penghasilan yang menggiurkan dan fasilitas serta bonus memikat. Kriteria Sales pun tak rumit sehingga hampir dipastikan siapa saja bisa menjadi Sales.

Namun mengapa ada pula yang tak suka pekerjaan ini? Di beberapa kolom Pelamar yang sedang melamar kerja, kerap dicantumkan “non sales”, yang intinya mau kerja apa saja asal bukan Sales. Nah, loh!

Padahal Sales adalah garda depan dari suatu produk/jasa. Keberhasilan Sales adalah keberhasilan perusahaan juga. Banyak pula Sales yang sukses dengan profesinya dan mapan hidupnya. Pekerjaan ‘kan pilihan, begitu kata teman saya dulu.

Intinya tingkatkan komunikasi anda apapun profesi anda, demikian pula Sales agar mampu menemukan klien yang potensial dengan cara mengenali kebutuhan klien. Artinya, jika selama ini Sales hanya menjual produk/jasanya, kini juallah solusi yang menjadi kebutuhan klien.

Komunikasi yang baik di awal tentunya akan membangun situasi kondusif di masa mendatang. Siapa tahu keberhasilan teknik komunikasi yang baik, dengan lebih banyak mendengarkan klien akan menjadi peluang untuk referensi yang lain. Bukankah setiap orang ingin didengar?

Jika selama ini, kita hanya mendengarkan Sales menjual produk/jasa, ubahlah kini dengan “juallah apa yang menjadi kebutuhan klien”. Jadilah yang Sales lebih mendengarkan untuk memahami apa yang diperlukan klien.

Bagaimana, tertarik menjadi Sales?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s