7 Karakteristik “Good Communication” untuk Pesan Persuasif


Salah satu pengalaman saya dalam merancang strategi media komunikasi adalah bagaimana pesan yang tertuang di dalamnya mampu memberikan pengaruh positif bagi penerima manfaat program dan pemangku kepentingan terkait. Disini latar belakang psikologi yang saya miliki diperlukan sebagai pendekatan persuasif, yakni mampu mempengaruhi sikap, pendapat dan perilaku orang lain sesuai maksud dan tujuan pesan.

Agar pesan persuasi efektif, pertama-tama perlu diperhitungkan strategi pesan sesuai dengan karakteristik “Good Communication”. Strategi pesan yang dimaksud adalah kita mampu merancang media yang disesuaikan dengan analisa kebutuhan, tujuan dan karakeristik penerima pesan.

Berikut adalah 7 Karakteristik “Good Communication” menurut Murphy & Hildebrant (1991)

1. Completeness (context)
Menyampaikan informasi yang akurat dan lengkap kepada penerima pesan, jika perlu memberikan informasi ekstra yang dibutuhkan sehingga menimbulkan kepercayaan.

2. Conciseness (style)
Menyampaikan segala bentuk komunikasi yang jelas, singkat dan pernyataan yang relevan. Hindari pengulangan kalimat, buatlah informasi padat berisi.

3. Consideration (context/delivery)
Pusatkan pada manfaat penerima pesan, rumuskan secara positif dengan mempertimbangkan etika dan situasi penerimanya.

4. Concreteness (style/sources)
Tampilkan pesan dengan kata-kata yang spesifik, akurat dan gunakan kata/kalimat anjuran/ajakan yang membangun.

5. Clarity (organization/ sources)
Susunlah pesan dan simbol yang dapat dipahami, dikenal dengan kalimat yang efektif.

6. Courtesy (delivery)
Pesan diperhitungkan dengan memenuhi tata krama dan kesantunan untuk menghargai penerima pesan.

7. Correctness
Pesan disampaikan dengan aturan tata bahasa yang baik dan tepat yakni penulisan yang sesuai dan berkualitas.

Setelah itu, kita dapat mengawali pesan persuasif dengan beberapa cara berikut:

1. Berawal dari data/fakta.
Disini anda bisa mengambil dari berbagai data statistik atau data temuan dari lembaga terpercaya sehingga orang paham mengapa kita perlu peduli dengan pesan yang akan disampaikan.

2. Menghubungkan dengan kejadian terkini/kasus yang baru muncul
Misalnya, kita bisa paparkan kasus-kasus kekerasan yang baru-baru ini terjadi. Lalu kita bisa kaitkan agar kejadian kekerasan tidak terjadi pada anak atau orang yang kita kasihi maka perlu dilakukan bla bla bla.

3. Menulis urgency dan importance (kemendesakan) perlu disampaikan pesan
Misalnya, fakta bahwa kasus HIV & AIDS hanya seperti fenomena “gunung es”, padahal dari tahun ke tahun, kasusnya mengalami peningkatan.

4. Mengutip kalimat tokoh ternama
Misalnya, anda bisa mengutip pidato seorang tokoh berpengaruh di wilayah itu untuk mengajak masyarakatnya sadar akan kesehatan ibu dan anak sehingga perlu memeriksakan kehamilan. Anda bisa mencantumkan seijin tokoh bersangkutan. Berdasarkan himbauan bapak bla bla bla.

5. Mengisahkan tokoh faktual
Anda bisa sampaikan beberapa kalimat dari otobiografi tertentu yang menginspirasi penerima pesan.

6. Menghubungkan dengan peristiwa tertentu

7. Menyusun kalimat provokatif
Misalnya, tahukah anda berapa jumlah kasus bla bla bla tahun ini? Tahukah anda berapa jumlah anak remaja yang meninggal karena bla bla bla? Tahukah anda bahwa setiap 5 detik terdapat bla bla bla.

Membuka pesan persuasif merupakan bagian yang menentukan agar orang tertarik pada pesan yang akan kita sampaikan. Oleh karena itu diperlukan pembukaan yang menarik seperti contoh-contoh di atas berdasarkan pengalaman. Teknik penulisan persuasif dan visualisasi yang tepat diharapkan akan mampu mengajak orang untuk berubah dan terinspirasi melakukannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s