Basilika St. Anna


image

image

image

(Sumber foto: Dokumen pribadi)

Sebagai seorang yang memiliki pelindung Santa Anna, saya tentu berbahagia mengetahui ada Basilika St. Anna di Altötting, Jerman. Tahun lalu saya berkesempatan mengunjunginya. Memiliki mayoritas penduduk beragama Katolik, wilayah Bayern sangat mudah ditemukan gereja-gereja bergaya baroqoue seperti Basilika St. Anna ini. Ada yang mengatakan Basilika yang terletak sekitar 97 KM dari kota München ini bergaya Neo-Baroque.

Dikelilingi desa berusia tua, tempat ini sudah terbiasa dikunjungi peziarah yang datang untuk mencari kedamaian spiritual lewat pengalaman batin melalui suasana kuno yang historis. Apalagi seperti kompleks ziarah, anda bisa berkunjung ke beberapa tempat sekaligus jika mau. Tak banyak gambar bisa diambil, tetapi yang jelas anda akan terbawa oleh larutnya suasana seperti layaknya peziarah yang datang dari penjuru Jerman, Eropa dan benua lainnya. Ada yang datang berdoa, ada pula yang sekedar menikmati jalan-jalan seputar kompleks ziarah dan ada pula yang hanya sekedar membeli sovenir. Tak salah jika beberapa paket tur menyebut tempat ini “Lourdes”nya Jerman.

Berdasarkan informasi, Basilika Santa Anna di Altötting adalah gereja terbesar yang dibangun pada abad ke-20 di Jerman. Gereja ini mampu menampung 8 ribu umat dengan luas 83 meter, tinggi 24 meter serta lebar kubah 27 meter. Pada tahun 1913 Paus Pius X menetapkan menjadi Basilika Kepausan setelah diresmikan pada 13 Oktober 1912 oleh Uskup Passau Sigismund Felix von Ow-Felldorf.

Ada yang bilang gereja ini sudah dibangun sejak tahun 808 lalu sempat dihancurkan karena perang. Kemudian di abad 13, tepatnya tahun 1499 mulai dibangun kembali.

image

(Sumber foto: Dokumen pribadi)

Sebagai gereja ketiga dari kompleks ziarah, beberapa hal menarik yang ditemukan seperti atapnya yang berbentuk Kubah yang konon di abad 17 sudah dibangun sebagai fondasi pertama. Selain altar untuk mempersembahkan misa, ada juga Organ yang kesohor Basilika ini. Organ terbesar konon di Jerman diberikan oleh Biara Kapusin dan satu lagi organ yang digunakan untuk paduan suara.

Karena belum pernah mengunjungi Basilika yang lain, jadi saya tidak bisa buat perbandingan. Tetapi tips dari saya,

1. Jika anda datang di bulan ziarah seperti Mei dan Oktober dipastikan tempat ini padat dipenuhi peziarah. Jika ingin leluasa anda bisa datang diluar jadwal itu.

2. Lalu sebagai tempat suci, sebaiknya gunakan pakaian yang pantas karena siapa tahu anda berkesempatan ikut misa yang sering diadakan.

3. Sebagaimana layaknya ziarah, kenakan juga alas kaki yang nyaman karena mungkin anda akan lebih banyak bergerak dan berjalan keliling kompleks ziarah.

4. Jika anda tertarik ada beberapa pilihan tempat untuk dikunjungi, jadi silahkan dicari informasinya karena bisa jadi anda tak mungkin mengunjungi semua tempat, seperti saya misalnya hanya Basilika St. Anna saja.

5. Ada juga cinderamata sebagai “buah tangan” yang dijual sekitar kompleks ziarah.

6. Ada juga pilihan paket ziarah yang menambahkan tempat dan kisah perjalanan Paus Emeritus Benediktus XVI atau juga dikenal Paus Ratzinger berikut kota kelahiran dan tempat-tempat yang dijadikan karyanya.

7. Ada beberapa pilihan untuk datang, dengan transportasi umum seperti kereta dan bis tetapi jika anda bukan orang lokal sebaiknya ikut saja pilihan paket tur karena lebih praktis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s