Komunikasi yang Efektif


Apakah pernah mengalami pesan yang kita sampaikan tidak diterima dengan baik oleh si penerima pesan? Pesan menjadi tidak jelas maksudnya. Atau, si penerima pesan tidak dapat memahami maksud dari pesan yang disampaikan. Begitulah yang terjadi jika komunikasi tidak efektif. Hal ini bisa terjadi saat anda menjadi narasumber atau fasilitator yang mewajibkan anda menjadi orang yang fokal untuk berdiri di hadapan audience.

Berdasarkan pengalaman, berikut hal-hal apa saja yang perlu dilakukan agar komunikasi yang kita lakukan menjadi efektif, yakni:

1. Kenali sasaran penerima pesan
Siapakah yang akan menerima informasi dari anda? Kenali dari berbagai karakter seperti usia, budaya, tempat tinggal, dsb sehingga informasi yang akan sampaikan tepat sasaran. Tentu komunikasi menjadi tidak efektif ketika anda berbicara bahasa Indonesia kepada warga negara asing yang tak mengerti bahasa Indonesia, misalnya. Atau, anda perlu berbicara lantang dan mimik muka yang jelas kepada seorang nenek yang sudah mengalami penurunan pendengaran. Ketika berhadapan dengan pejabat dan orang yang bekerja di pemerintahan, tentu anda harus berbeda cara penyampaiannya dengan mereka yang bekerja di dunia hiburan, seperti artis dan seniman, dsb. Artinya, memahami siapa target/sasaran penerima pesan akan membantu kita agar komunikasi nantinya dapat berjalan efektif.

Dalam pertemuan sesi dengan orangtua, tentu anda perlu menyapa misalnya dengan “Bapak/Ibu” lalu dengan santun berbicara soal pengalaman mengasuh anak atau peran orangtua dalam keluarga. Berbicara dengan orang muda atau anak remaja, anda bisa menggunakan bahasa slank atau yang memang sedang menjadi istilah tersendiri untuk mereka. Bangun pendekatan yang baik dengan mengenali siapa sasaran penerima pesan anda.

2. Milikilah informasi yang benar, tepat dan lengkap
Kuasailah informasi yang akan anda sampaikan dengan baik. Dengan demikian anda terlihat layak dan dapat dipercaya untuk menyampaikan informasi tersebut. Anda bisa mengacu pada data atau sumber informasi yang dipercaya. Anda juga bisa mengacu pada pengalaman pribadi sehingga anda benar-benar mengalami peristiwa tersebut. Intinya, informasi yang lengkap dan benar akan memungkinkan anda untuk menyampaikan secara keseluruhan. Anda tentu tidak sedang bergosip atau menyampaikan sesuatu tanpa anda sendiri yakin dengan apa yang akan disampaikan. “Tahukah anda berapa jumlah orang yang meninggal karena kasus kematian penyalahgunaan Narkoba? Dari data yang saya dapatkan oleh lembaga…” Anda bisa mengacu dari berbagai sumber data lembaga yang dipercaya. Kuasai materi informasi yang akan bawakan agar anda tampil optimal dan layak untuk berbicara kepada target penerima pesan.

3. Lakukan gaya bahasa yang sesuai dengan informasi yang akan disampaikan
Gaya bahasa ini diperlukan meski anda bukan orang yang ekspresif. Gaya bahasa dilakukan dan disesuaikan dengan informasi yang akan sampaikan. Apabila anda ingin mengatakan hal yang bombastis semisal, “ledakan penduduk yang meninggal karena kasus HIV & AIDS” anda bisa mengatakan dengan gerakan tangan dan intonasi yang tinggi. Anda bisa terlihat sedih ketika ada sesuatu informasi yang menyentuh audience. Jangan biarkan panggung menguasai anda. Agar tidak terlihat gugup, anda harus bisa melihat ke sekeliling audience, perhatikan satu demi satu berkeliling. Anda juga tidak harus diam di tempat, pada “titik nyaman” anda, pergilah ke ruang tengah audience dan sapa beberapa peserta yang hadir di situ. Gaya bahasa juga menentukan bahwa anda tidak terlihat kaku dan datar dalam membawakan materi sehingga membantu audience memahami maksud yang ingin anda sampaikan.

4. Gunakan penekanan-penekanan pada informasi yang dianggap penting
Jika di atas berbicara dengan gaya bahasa, kini biarlah anda juga bisa menekankan pada bagian-bagian yang dianggap penting. “Kira-kira menurut anda semua, mengapa perlu pendidikan kesehatan reproduksi?”. Penekanan dimaksudkan audience memahami bahwa itu menjadi kata kunci dan terpenting dalam informasi yang anda sampaikan.

5. Gunakan media yang tepat
Jadilah orang yang menarik perhatian audience, tidak hanya terampil berbicara dengan penguasaan materi tetapi juga terampil dalam menggunakan media yang ada. Ada banyak media yang dapat dilakukan tergantung konteks pembicaraan dan tujuan pesan. Anda juga bisa menggunakan media elektronik dengan audio slide show yang menarik atau film singkat untuk mengawali informasi anda. Anda juga bisa menggunakan berbagai media pembelajaran yang berbiaya rendah namun mampu mewakili pesan yang akan disampaikan, seperti kertas koran, gelas mineral, tali, atau barang-barang yang sudah terpakai. Kreativitas media akan mempengaruhi pesan yang akan berikan agar menjadi menarik (tidak monoton) dan memudahkan audience untuk menangkap maksudnya.

6. Mintalah respon atau umpan balik
Raihlah respon atau umpan balik mereka dengan bertanya tentang informasi yang sudah anda berikan. Apakah mereka menangkap maksudnya? Anda bisa langsung bertanya kepada mereka, kejelasan maksud informasi yang anda sampaikan. Anda juga bisa menguji beberapa dari mereka dengan pertanyaan-pertanyaan pancingan seputar informasi yang anda sampaikan. Hal ini membantu anda sebagai evaluasi diri anda sebagai pembawa informasi dan juga menentukan apakah komunikasi yang sudah anda lakukan berjalan efektif atau tidak.

Ajaklah penerima pesan anda untuk terlibat dalam komunikasi, sehingga terjadi komunikasi dua arah yang optimal dan kondusif. Anda bisa melibatkan mereka dalam informasi ataupun hanya sekedar bertanya respon kejelasan materi yang anda sampaikan.
Selamat mencoba!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s