Komunikasi antar Suami Isteri


a life

(Sumber foto: Dokumen pribadi)

Suatu waktu ada seorang teman baik cerita tentang masalah perkawinannya ke saya. Dia baru saja menikah dengan seorang pria baik-baik yang juga saya kenal baik. Kini mereka berdua sedang menantikan anak keduanya. Namun di tengah penantian anak kedua mereka, sang Isteri datang bercerita pada saya bahwa ia sedang bermasalah dengan suaminya. Ia bertutur bahwa hampir tiap malam selama sebulan mereka bertengkar untuk sesuatu yang tidak mereka pahami satu sama lain. Lalu, saya pun jadi bingung mendengarnya.

Sebenarnya, saya tidak ingin menanggapi persoalan pribadi mereka yang saya kenal baik, entah suami dan isteri. Ketika saya berusaha meninggalkan curahan hati isteri, ia pun menarik tangan saya dan meminta saya untuk mendengarkannya. Alasannya satu karena saya dianggapnya ahli komunikasi. Jadi persoalannya adalah komunikasi suami dan isteri. Saya pun menanggapinya, meski komunikasi adalah pekerjaan saya namun prakteknya komunikasi suami isteri tidak seperti dalam pekerjaan.

“Hello Mbak, gimana saya dengan suami yang berasal dari dua negara dengan bahasa yang berbeda satu sama lain. Kami berdua kadang-kadang juga mengalami kebuntuan komunikasi karena perbedaan bahasa dan budaya yang jadi melatarbelakangi. Hanya satu yang membuat kami terus bersama adalah saling mengerti satu sama lain.”

Apa ada ilmu komunikasi antar suami isteri?

Intinya dalam komunikasi antar suami isteri adalah

1. Saling memahami satu sama lain
Meski bahasa Inggris bukanlah bahasa ibu buat kami berdua, saya dan suami. Intinya memang cuma bahasa Inggris yang bisa menjadi bahasa pengantar satu sama lain. Apakah suami dan saya jago berbahasa Inggris? Jawabnya tentu tidak. Kami kerap mengalami mis komunikasi karena tidak menemukan kata yang tepat untuk menggambarkan. Ternyata komunikasi tidak harus berbahasa yang sama, sepanjang kita bisa memahami apa yang disampaikan oleh pasangan, sepatutnya komunikasi sudah terjadi. Komunikasi adalah target memahami pesan yang kita sampaikan. Jadi bersyukurlah jika anda dan pasangan berasal dari bahasa Ibu yang sama. Minimalisir segala perdebatan dan diskusi hanya soal komunikasi. Sebenarnya komunikasi apa yang anda maksud hingga bermasalah? Tak selamanya komunikasi itu selalu berawal dari suara mulut dan telinga untuk mendegarkan. Gunakan hati anda juga untuk memahami. Upayakan semua panca indera anda bekerja, agar pesan tidak hanya harus diterima tetapi juga dipahami.

2. Saling memaafkan dan mengampuni satu sama lain
Tak melulu komunikasi itu lancar seperti jalan tol. Bisa jadi komunikasi macet. Bisa jadi komunikasi menimbulkan masalah dan konflik. Komunikasi antar suami isteri adalah komunikasi untuk bisa saling memaafkan dan mengampuni satu sama lain. Maafkan suami, jika ia lupa tanggal ulang tahun anda. Gunakan isyarat komunikasi bahwa hari itu adalah hari ulang tahun anda. Ampuni isteri, jika ia lupa membuatkan sarapan dan kopi pagi sebelum berangkat ke kantor. Beri sinyal lewat sms, “Kayaknya ada yang lupa buatkan sarapan pagi deh ”. Upayakan komunikasi bukan hanya sebagai alat menyerang pasangan, tetapi juga komunikasi menjadi sarana untuk mendamaikan, memaafkan dan mengampuni pasangan.

3. Saling mendengarkan satu sama lain
Jika anda sudah mengetahui kodrat suka berbicara alias cerewet, maka komunikasi juga menjadi penting untuk saling mendengarkan satu sama lain. Beri kesempatan pasangan untuk mengutarakan pendapatnya bila selama ini kita terlalu mendominasi pembicaraan. Mendengarkan penuh perhatian artinya kita melibatkan diri dalam percakapannya. Mendengarkan aktif berarti kita merespon hal-hal yang disampaikan. Konon hal terindah dalam komunikasi suami isteri adalah saat keduanya bisa saling mendengarkan satu sama lain.

4. Saling berbagi satu sama lain
Komunikasi suami isteri artinya bila kita bisa berbagi satu sama lain tentang pengalaman keseharian. Hanya pasangan kita, tempat untuk kita berbagi keluh kesah setiap hari. Bagikanlah segala pengalaman menyenangkan dan menyedihkan lewat berbagai komunikasi kepada pasangan. Meski kisah yang anda alami adalah hal yang sepele, tetapi kisah yang anda bagikan menjadi luar biasa karena berbagi cerita adalah bentuk eksistensi relasi suami isteri. Berbagi cerita akan menularkan virus kepada pasangan untuk juga melakukan hal yang sama seperti anda.

5. Saling membantu satu sama lain
Komunikasi juga meliputi saling membantu sama lain, artinya bantu pasangan untuk bisa mengkomunikasikan pengalaman, perasaan dan pendapatnya. Komunikasi lisan menjadi sulit dilakukan, gunakan berbagai saluran komunikasi agar komunikasi bisa berjalan. Saya pernah merasakan pedihnya hubungan jarak jauh (long distance relationship), tetapi komunikasi membantu kami memahami apa yang sedang terjadi di sana dan di sini. Saat komunikasi terjadi, seolah-olah tak ada jarak yang membentang di antara kami. Jadi gunakan komunikasi untuk saling membantu sama lain dengan pasangan, agar tetap terhubung.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s