Belajar dari Kesalahan


image

(Sumber foto: Dokumen pribadi)

Ini masih soal kesalahan, terkadang lebih mudah buat kita mengenang kesalahan dibandingkan keberhasilan atau keindahan yang pernah terjadi dalam hidup kita. Ternyata itu normal dan wajar. Contohnya adalah gaun batik yang baru saja saya beli. Ceritanya saya dan suami memiliki baju batik yang kami beli dan persiapkan secara seragam, batik couple. Yah, jika memakai baju batik bersama, rasanya indah menurut kami berdua.

Lalu kami berdua memakai baju batik perdana, artinya pertama kali kami mengenakan baju baru itu. Modelnya apik dan susah payah kami mencarinya supaya terlihat “kompak”. Pada momen special itu, saya melakukan kesalahan sehingga gaun batik itu robek di belahan belakang. Antara sedih bercampur bingung karena baru pertama kali saya mengenakan gaun itu, ternyata sudah robek. Mau dibuang sayang, tidak rela karena baru pertama kali mengenakannya. Saya pun menjahit robekan belakang gaun tersebut dengan keahlian menjahit saya. Hey, saya kan punya ketrampilan menjahit dulu dengan nilai A minus, sebaiknya saya manfaatkan untuk memperbaiki gaun batik tersebut.

Ternyata setelah dijahit kembali, saya berniat untuk mengenakan kembali pada kesempatan lain dengan suami. Saya pun mengenakan gaun batik itu. Tak disangka teman-teman yang hadir dalam acara itu mengagumi gaun yang saya pakai. Mereka bertanya soal model, merek dan tempat saya membeli. Mereka rupanya tidak melihat jahitan tempat robeknya gaun tersebut. Gaun itu tetap terlihat indah, meski ada robekan jahitan belakang. Tidak ada yang tahu. Mereka mengagumi gaun saya, meski di awal saya memikirkan robekan jahitan belakang.

Setiap orang pernah melakukan kesalahan dalam hidup. Bukan berarti setiap “kesalahan” langsung dibuang, karena tidak mudah buat kita merelakannya. Kita bisa perbaiki dengan segala keahlian yang kita miliki. Terkadang kita begitu fokus pada kesalahan dan melupakan keindahan secara keseluruhan. Toh orang lain pun bisa jadi tak mengetahui kesalahan yang sudah pernah anda buat. Kebanyakan mereka melihat keberhasilan dan keindahan dari orang lain, sementara diri kita pribadi lebih suka mempersoalkan kesalahan yang pernah terjadi dalam hidup kita.

Sebagai gambaran, anda pasti mengenal Menara Miring Pisa di Italia. Konon menara yang dibangun tahun 1174 tersebut mengalami kesalahan desain, saat membangun menara setinggi 56 meter tersebut, pondasi hanya sedalam 3 meter. Jadi bisa dibayangkan bahwa proyek pembangunannya pun sempat dihentikan sesaat dan dilanjutkan kembali dengan pertimbangan tanah di sekitar menara sudah mulai bergeser. Tak ada yang pernah memikirkan bahwa telah terjadi kesalahan saat pembangunannya, namun yang ada menara ini begitu mengagumkan bagi banyak orang hingga sekarang.

Setiap orang tak luput dari kesalahan di masa lalunya. Lebih baik kita pernah berbuat kesalahan dan tidak memikirkannya lagi dibandingkan kita tak pernah berani berbuat dan berpikir takut salah.

Satu pelajaran berharga dari setiap orang sukses yang saya pelajari bahwa kesuksesan yang mereka raih berasal dari kepingan-kepingan kesalahan yang pernah mereka buat dan dirajut kembali sehingga menjadi keberhasilan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s