Langkah-langkah Mengkomunikasikan Pesan


Sebagai seorang yang belajar komunikasi dan melakukannya dalam pekerjaan, mengkomunikasikan pesan bukan hal yang mudah. Demikian pula dengan seseorang yang sedang belajar ilmu komunikasi bertanya dalam email langkah-langkah apa yang biasa dilakukan untuk mengkomunikasin pesan?

Berikut respon saya melalui 5 W + 1 H sebagai berikut:

1. What (Pesan apa yang ingin anda sampaikan?)
Pesan seperti apa yang hendak disampaikan menjadi kunci di awal. Apakah pesan yang dimaksud hanya sekedar informative atau pesan lebih persuasive? Tentu anda harus membedakan pesan tersebut. Jika ingin memberikan pesan persuasive maka pesan sarat akan argumen untuk mempengaruhi sasaran penerima pesan. Jika pesan yang hendak disampaikan adalah pesan yang bersifat informative maka anda juga harus menentukan sumber yang mengacu pesan tersebut. Anda juga harus menentukan kunci dari pesan, atau apa pesan utama yang hendak disampaikan kepada penerima pesan baru kemudian anda bisa menjabarkan cabang-cabang (biasa saya sebut begitu) yang menjadi pendukung pesan utama anda.

2. Why (Mengapa begitu penting pesan tersebut disampaikan?)
Apa yang melatarbelakangi pesan yang ingin anda sampaikan sehingga begitu penting untuk disampaikan? Apa tingkat urgensinya sehingga begitu disampaikan? Karena angka kematian ibu dan anak yang meningkat misalnya. Karena data statistik menunjukkan bahwa jumlah kasus HIV & AIDS meningkat dari tahun ke tahun. Apa pun itu gunakan sumber dan rekomendasi yang tepat sehingga pesan nanti dapat dipercaya dan dipertanggungjawabkan.

3. Who (Siapa saja target/sasaran pesan anda)
Mengapa sasaran pesan begitu penting? Karena disini letak kepandaian anda mengkomunikasikannya agar tepat sasaran. Anda tak mungkin menggunakan bahasa baku ketika berbicara dengan anak muda. Anda bisa menggunakan bahasa lokal bilamana dipandang perlu agar pesan ini bisa diterima secara baik dengan masyarakat setempat. Intinya mengenali sasaran target penerima pesan bertujuan untuk membantu anda merumuskan pesan agar mudah diterima melalui bahasa dan keterbacaan pesan (istilah yang mudah mengerti, jargon atau bahasa slang). Karakteristik sasaran pesan juga membantu anda mengenali pesan apa yang tepat dan cocok untuk disampaikan. Karakteristik pesan bisa menyangkut budaya, bahasa, pekerjaan, pendidikan, usia, dsb.

4. Where (Dimana anda akan menempatkan pesan tersebut)
Apakah pesan anda akan ditempatkan secara terbuka layaknya poster atau banner? Atau pesan anda akan disampaikan sebagai public service announcement di radio dan televise, misalnya. Yang pasti, anda tentu harus membedakan pesan yang akan disampaikan agar tepat sasaran. Anda tidak mungkin menggunakan banyak kalimat untuk poster atau banner. Apakah cukup 5-10 detik mampu mengkomunikasikan pesan lewat gambar di poster atau banner, misalnya? Atau bagaimana mengkomunikasikan pesan dalam waktu 3 menit untuk PSA di radio misalnya. Kalimat-kalimat apa saja yang tepat.

5. When (Kapan waktu yang tepat untuk menyampaikan pesan)
Waktu untuk menentukan kapan saat terbaik untuk menyampaikan pesan ini agar mendapatkan political impact, misalnya. Waktu bisa menjadi hal penting bila ada informasi yang ingin diperjuangkan agar mempengaruhi opini publik. Misalnya, di publik berdasarkan media monitoring berkembang rumor yang tidak benar tentang program A atau isu A. Pesan atau informasi perlu segera (urgent dan importance) untuk meluruskan informasi yang salah.

6. How (Bagaimana anda menyampaikan pesan)
Hal ini bisa menyangkut format untuk menentukan cara yang tepat agar mendapatkan dampak yang besar bagi penerima pesan. Apakah cukup format printed materials seperti brosur dan leaflet sementara tingkat literasi di masyarakat tersebut rendah? Apakah media seperti film singkat mampu mewakili pesan yang ingin disampaikan?

Semuanya mudah bila terlebih dulu kita melakukan identifikasi masalah dan analisa situasi sehingga pesan yang akan disampaikan tepat sasaran.
Setelahnya lakukan monitoring dan feedback untuk mengetahui sejauhmana pesan yang sudah beredar atau dilakukan dapat diterima (tepat sasaran). Monitoring dan evaluasi diperlukan untuk mengetahui dampak dari pelaksanaan program komunikasi tersebut.

2 thoughts on “Langkah-langkah Mengkomunikasikan Pesan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s