Selebrasi Hari Jadi dengan Suami/Isteri


Anda kenal tokoh Nazarudin, Filsuf dalam berbagai buku yang juga sering diceritakan Pastor Anthony de Mello? Dalam merayakan hari jadi, berikut kisah Nazarudin yang bisa mengingatkan anda.

Nazarudin berkata kepada Isterinya, “Dulu di tahun pertama kita menikah saat aku pulang bekerja, aku dapati engkau membawakan aku sandal dan anjing menggonggong. Kini setelah lima tahun menikah, aku pulang bekerja, aku lihat anjing membawakan aku sandal dan engkau menggonggong.” Lalu Isteri Nazarudin menyahut, “Hey, yang penting kini tetap ada yang membawakan sandal untukmu.”

blog 3

(Sumber foto: Dokumen pribadi)

Saya selalu ingat kisah Nazarudin, Filsuf terkenal itu tentang perkawinan saat sudah melewati setahun usia perkawinan. Ternyata tidak mudah melewati tahun-tahun awal perkawinan. Tahun lalu saat genap setahun perkawinan, saya dan suami merayakannya di Bali.

Semoga empat langkah berikut menginspirasi anda untuk merayakan hari jadi dengan suami/isteri tercinta:

1. Syukuri
Berapa usia perkawinan anda? Setahun, lima tahun, sepuluh tahun bahkan hingga tahun emas perkawinan mungkin anda bisa melewatinya bersama.Tak menjadi soal berapa pun usia perkawinan anda untuk tetap mensyukuri kebersamaan dengan pasangan saat satu hari jadi tiba, misalnya tanggal pernikahan, tanggal anda dilamar, tanggal dimana anda resmi menjadi suami/isteri, dsb. Saya dan suami mampir sebentar di Gereja di Kuta, ikut misa harian hanya untuk bersyukur tepat di hari jadi kami. Bersyukur adalah cara untuk saling mengapresiasi satu sama lain dalam suka duka perkawinan. Bersyukur bahwa dari sekian miliar pria/wanita di dunia, ada seorang yang Tuhan berikan untuk anda. Bersyukur bahwa anda dan pasangan mampu menerima kekurangan dan melewati hari demi hari dengan segala problemanya. Di kesempatan lain, saya juga mengingat pasangan lain yang merayakan selebrasi perkawinan perak dan emas dalam upacara meriah. Semua upacara syukur itu dilakukan semata-mata hanya untuk menyadari satu hal, anda dan pasangan mampu melewati berbagai krisis yang tak mudah dilalui oleh setiap pasangan suami/isteri. Ingat bahwa di masa kini, banyak pasangan yang harus menghadapi problematika perkawinan yang berujung pada perpisahan.

2. Refleksi
Apa yang telah terjadi di masa lalu dengan suami/isteri adalah berkah bukan masalah. Dengan begitu, anda saling menyadari kelemahan dan kekuatan satu sama lain. Refleksi dilakukan untuk menyadari seberapa jauh anda mampu berperan sebagai suami/isteri di mata suami/isteri, bukan sosok ideal yang didengungkan oleh berbagai bacaan. Tak ada yang sempurna, termasuk pasangan hidup anda sendiri. Jadikan hari jadi sebagai upaya refleksi untuk melihat ke masa depan secara bersama-sama, tidak lagi ke masa lalu. Mendiskusikan bersama apa yang harus diperbaiki. Mendiskusikan kembali hal-hal yang selama ini terlewatkan dan luput dari pemikiran anda. Tampaknya sepele memang, seperti tidak merapikan tempat tidur misalnya, atau membalas pesan singkat dengan segera tetapi jika tak pernah  dikomunikasikan bagaimana bisa dapat solusi.

3. Rayakan
Dimana anda akan merayakannya? Berlibur di pantai atau menyepi di pegunungan. Dimana pun anda akan merayakannya, jadikan saat itu sebagai hari kebahagiaan. Bahwa ternyata hal yang paling membahagiakan dalam hidup manusia adalah saat mereka bersama orang yang dikasihi. Nyatakanlah perasaan bahagia anda, perasaan sayang dan cinta anda, yang mungkin sekarang sudah jarang diucapkan. Rayakan bagaimana pertama kali suami/isteri menyatakan perasaan kepada anda. Rayakan bagaimana proses lamaran menikah itu terjadi. Rayakan, bukan berarti mewah atau mahal, tetapi berbeda dari kebiasaan sehari-hari. Hal ini untuk mengingatkan kembali janji perkawinan bersama, atau tanggal hari jadi yang selama ini terlupakan.

4. Rencanakan
What’s next? Lalu apa setelah merayakan hari jadi? Rencanakan apa yang akan diperbuat di masa depan. Rencanakan bersama tentang ide-ide yang dulu sulit dikomunikasikan karena kesibukan masing-masing. Rencanakan pekerjaan, pertemanan, rumah, mobil, anak atau apa pun bersama pasangan anda. Toh, kini keputusan menyangkut kepentingan bersama, berdua.

5. Ingatkan
Mengapa anda hidup berpasang-pasangan? Karena anda memerlukan seorang yang saling melengkapi satu sama lain, termasuk saat anda lupa. Saling mengingatkan itu penting. Ingatkan jika pasangan sedang marah, agar segera reda. Ingatkan soal makan saat sedang sibuk kerja agar tak jatuh sakit. Ingatkan untuk minum obat agar tetap sehat. Ingatkan untuk tidak berbelanja berlebihan agar ada yang bisa ditabung. Ingatkan soal kewajiban kepada anak agar menghargai ayah dan ibunya. Ingatkan tugas dan tanggung jawab di rumah agar rumah selalu terawat baik. Ingatkan untuk selalu berdoa agar Tuhan selalu hadir dalam biduk perkawinan anda. Dan mungkin masih banyak lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s