Mengapa Kita Sulit Melupakan Orang itu?


blog6

(Sumber foto: Dokumen pribadi)

Seorang Murid yang penuh kenangan masa lalu datang kepada Guru Bijak.

“Guru, mengapa aku sulit sekali melupakannya?”, tanya Murid cemas kepada Gurunya yang sedang memperbaiki pagar di suatu sore.

“Ambillah paku ini dan tancapkan pada pagar itu!”, perintah Guru kepada Murid itu.

Ia pun melakukan seperti yang dilakukan oleh Guru. Ia memaku dengan palu pada pagar yang rusak itu. Ia memaku kuat-kuat. Dalam hati Murid tak mengerti mengapa Ia mesti melakukan itu. Mungkin setelah memperbaiki pagar, Guru akan menjawab pertanyannya, pikir Murid sekali lagi.

“Sudah, Guru.”, sambil Murid menunjukkan hasil kerjanya pada Guru.

“Sekarang aku minta kau cabut paku itu dari pagar itu.”, perintah Guru sekali lagi.

“Hah! Apa yang Guru maksudkan? Aku mencabut lagi paku itu?”, tanya Murid keheranan.

Guru hanya mengangguk dan pergi meninggalkan Murid. Sementara Murid hanya melongo, berusaha mencabut paku itu kembali.

Kini Murid itu menghampiri Guru yang sedang minum teh untuk menunjukkan pekerjannya. Ia membawa paku itu dan berhasil mencabutnya dari papan pagar. Ia berusaha sekuat tenaga dan memerlukan waktu sehingga mendapatkan seperti yang diminta Guru.

“Lihat, Guru! Aku telah mendapatkan paku tadi.”

“Buanglah paku tak berguna itu!”

Murid pun melakukan hal yang diperintahkan Guru.

“Kaitkan pengalamanmu tadi dengan pertanyaanmu, mengapa sulit melupakan orang itu?”, seru Guru sekali lagi.

Murid pun diam sesaat dan berpikir.

“Mengapa kita sulit melupakan orang itu? Karena mereka telah menancap di hati sehingga untuk mencabutnya pun, kita memerlukan waktu. Meski kita telah berhasil membuang kenangan bersama orang itu, tetapi mungkin “luka” yang ditandai lubang paku itu masih tertancap di sana. Mungkin kita tak bisa melupakan orang itu karena kenangan bersama dia begitu menyentuh bahkan bisa jadi hingga luka batin meski kita berhasil membuang semuanya. Luka batin itu masih ada.”

“Nak, apa yang kau kerjakan itu adalah pengalaman dan itu yang kau dapatkan akhirnya. Meski pagar itu bisa diperbaiki kembali, tapi tak ada yang bisa mengembalikannya seperti semula saat belum rusak. Keindahannya tentu berbeda antara sebelum rusak dan sesudah rusak. Kini perbaikilah relasimu kembali, meski tak seindah dulu lagi.”

Ada banyak orang yang masih melekat dalam sanubari kita, meski orang tersebut telah tiada atau entah dimana mereka berada saat ini. Mereka telah menyentuh kita dengan pengalaman manis atau pahit bersama mereka. Satu hal mereka telah mengubah kita secara tidak langsung. Toh, anda masih terus memikirkannya.

I have learned that people will forget what you said, people will forget what you did, but people will never forget how you made them feel (Maya Angelou)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s