Antara Madame Tussauds dengan Wax Museum 63, Seoul


Mungkin anda pernah mengenal museum lilin dimana banyak tokoh dunia yang terkenal seperti artis, tokoh politik, kenegarawanan, penemu, atlit, atau amal baktinya kepada dunia diabadikan figur mereka dalam museum yang dikenal Madame Tussauds. Nah, apa bedanya Wax Museum 63 yang ada di Seoul?

Madame Tussauds di Bangkok. Tiket masuk 800 Baht. Sumber foto: Dokumen pribadi)
Madame Tussauds di Bangkok. Tiket masuk 800 Baht. Sumber foto: Dokumen pribadi)
Wax Museum 63 di Seoul. Tiket masuknya sebesar 14000 KRW. Sumber foto: Dokumen pribadi
Wax Museum 63 di Seoul. Tiket masuknya sebesar 14000 KRW. Sumber foto: Dokumen pribadi

Saya pernah mengunjungi Madame Tussauds, yang menurut saya sudah mendunia dan tersebar di beberapa kota di dunia. Lokasi terdekat dengan Indonesia, ada di Bangkok atau Hongkong. Isunya malah akan dibangun Madame Tussauds di Singapore. Akurasi dari setiap figur yang ditampilkan dipelajari dari otobiografi tiap tokoh yang ditampilkan, sehingga dari segi tampilan, kostum dan kondisi sekitarnya berdekatan dengan figure yang menyerupai kondisi asli si tokoh. Menurut saya, figur yang ditampilkan hampir mirip dan tidak menyangka juga keahlian membuat tiruan figur ini menarik banyak orang untuk datang mengagumi dan mengambil foto bersama dengan tokoh idola tersebut.

Siapa tokoh idola dunia anda? Bisa jadi anda menemukannya di sini sehingga tak ragu lagi anda bisa berfoto bersama tokoh idola anda, meskipun bukan figur asli, hanya tiruan.

Sejak pertama kali dibuka dua ratus tahun yang lalu, banyak orang mengagumi karya seni Madame Tussauds ini yang berawal di Paris. Karyanya yang banyak diceritakan orang dari mulut ke mulut telah membawanya untuk mengadakan pameran yang menjadi cikal bakal museum lilin pertama kali di Inggris pada tahun 1835. Hingga kini banyak tokoh dunia yang sudah diabadikan dalam museum ini dan masih banyak orang juga antusias untuk bisa berfoto dan dekat secara emosional dengan tokoh idola mereka. Figure dalam Madame Tussauds di setiap kota ini disesuaikan dengan lokasi negara berada. Sebagai contoh, di Bangkok akan ditemukan raja dan ratu Thailand. Di Berlin, ada tokoh sepak bola Manuel Neuer yang baru-baru ini juga diabadikan dalam museum ini.

Bagaimana dengan Wax Museum 63, Seoul?

Saat berkunjung ke Seoul, saya juga penasaran apakah figur yang ditampilkan dalam museum ini serupa dengan Madame Tussauds? Disebut 63 karena memang berada di area 63, tepatnya berada di 63 building, 60 Yeouido-dong, Yeongdeungpo-gu, Seoul. Saya cukup berjalan kaki lima belas menit dari stasiun terdekat.

Menurut saya, figur yang ditampilkan dalam museum ini kurang lebih menyerupai  karya Madame Tussauds. Anda bisa bandingkan di bawah ini.

Mahatma Gandhi di Madame Tussauds. Sumber foto: Dokumen pribadi
Mahatma Gandhi di Madame Tussauds. Sumber foto: Dokumen pribadi
Mahatma Gandhi di Wax Museum 63. Sumber foto: Dokumen pribadi
Mahatma Gandhi di Wax Museum 63. Sumber foto: Dokumen pribadi

Yang lebih aneh, ada bagian horor yang disediakan di dalam museum semacam cerita Dracula atau menakutkan. Saya tidak berani masuk ke dalam karena saya pergi seorang diri😦 daripada saya panik dan merasa tidak nyaman, jadi saya lewati saja bagian ini. Di sini juga ada figur Kaisar Korea Selatan juga loh. Oh ya yang berbeda juga dari Madame Tussauds, di museum ini ada diorama “The Last Supper”, Yesus bersama dua belas rasul dalam perjamuan terakhir yang katanya pengerjaannya memerlukan waktu 3 tahun.

The last Supper. Sumber foto: Dokumen pribadi
The last Supper. Sumber foto: Dokumen pribadi

Di sini dijelaskan bagaimana pembuatannya yakni:

  1. Collect images
  2. Sculpting
  3. Molding
  4. Waxing
  5. Detail description
  6. Creating body
  7. Put on clothes

Terakhir, kita juga bisa berkreasi membuat figur tangan atau jari kita dari lilin dengan membayar 9 ribu KRW untuk orang dewasa sebagai sovenir. Tetapi tunggu sampai dingin baru bisa dibawa pulang.

Penasaran? Silahkan langsung datang ke alamat tersebut.

Yang menarik dari Madame Tussauds, kita bisa mengusulkan siapa tokoh dunia yang ingin kita abadikan figurnya. Kita juga mendapatkan booklet dan bisa berfoto satu kali dengan tokoh yang kita inginkan. Anda tahu tokoh dunia yang tidak ingin dimasukkan dalam museum ini, meski sudah kerap diusulkan? Dia adalah Mother Teresa dari India.

Karena saya berwisata seorang diri di Wax Museum 63, Seoul jadi saya tidak bisa terlalu lama mengeksplor setiap tokoh. Alias tidak ada teman seperjalanan. Meskipun kebanyakan menggunakan aksara korea, tetapi tersedia juga panduan dalam bahasa inggris, jepang dan china. Tips dari saya, barangkali tidak pergi sendirian ke museum ini sehingga kita bisa tetap narsis ambil foto di setiap sudut.

Bagaimana jika ada museum lilin di Indonesia? Kebayang siapa saja figur yang ingin diabadikan di dalamnya hehehehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s