Mampir Sejenak di Gereja Katolik, Seoul


Ceritanya habis berkunjung ke Wax Museum 63, karena sendirian tengok kanan kiri, tak ada teman jadi saya pun menyusuri area itu. Saya tahu bahwa hari itu hari minggu, saya berniat ke gereja nantinya. Saya hanya ingat Gereja Katolik yang letaknya tak jauh dari hostel tempat saya menginap. Jadi mungkin saya bisa mampir ke sana minggu sore.

???????????????????????????????
Saya menduga dari papan informasi ini. Sumber foto: Dokumen pribadi)

Eh rupanya, saat menyebrang jalan saya melihat ada papan informasi bertuliskan aksara Korea dan sebagian bahasa inggris seperti bertuliskan Gereja Katolik. Saya pun memberanikan diri untuk memasuki area itu dan mampir sejenak, jadi nanti sore saya tidak perlu lagi ke Gereja Katolik yang letaknya berdekatan dengan penginapan.

Semua teks dalam aksara Korea, wah saya jadi tak mengerti jadwal misa. Sepertinya sekerumunan orang muda katolik sedang berdiskusi di dekat tangga, sebelah ruang pastoran atau ruang serba guna paroki. Itu dugaan saya saja. Saya mendekati mereka dan berbicara dalam bahasa Inggris untuk bertanya. Mereka menaruh tangan di dada seperti menunjukkan rasa hormat dan menunjukkan bahwa mereka tak mengerti. Mungkin mereka tak mengerti saya berbicara bahasa inggris atau mereka tak mengerti saya berasal dari mana. Entahlah. Saya pun tetap memasuki gereja untuk berdoa sejenak.

Tertata rapi dan bersih meski tak ada tempat berlututnya. Sumber foto: Dokumen pribadi.
Tertata rapi dan bersih meski tak ada tempat berlututnya. Sumber foto: Dokumen pribadi.

Misa sudah usai, saya pun berdoa sejenak. Saya sempatkan pula untuk memotret beberapa bagian gereja. Wah, tak ada tempat berlututnya. Biasanya jika saya berdoa, saya selalu berlutut. Jadi di gereja ini, tak ada tempat berlututnya. Di Jerman di beberapa kota kecil seperti kota Mertua saya di Bayern juga demikian, tak ada tempat berlututnya. Sedangkan gereja di dekat flat saya di München, ada tempat berlututnya tetapi tidak empuk seperti Jakarta.

Lalu arsitektur gereja yang saya jumpai di Seoul ini juga menarik, membentuk oval

Sumber foto: Dokumen pribadi
Sumber foto: Dokumen pribadi

melengkung menghadap ke altar. Ada alkitab dan lembaran teks misa di kotak-kotak bangku umat. Ada juga nomor otomatis untuk menampilkan nomor lagu pujian sepanjang misa dengan aksara Korea dan Latin.

Patung Bunda Maria di dalam gereja. Sumber foto: Dokumen pribadi
Patung Bunda Maria di dalam gereja. Sumber foto: Dokumen pribadi

Di pojok gereja, patung Bunda Maria yang cantik menghiasi gereja ini. Di halaman Gereja juga ada Patung Bunda Maria yang menandai kompleks Gereja Katolik ini. Parkiran mobil yang luas dan masih terdapat beberapa mobil terparkir di sana.

Yups, saya cek jam tangan memang dipastikan misa sudah usai. Beda Seoul dengan Jakarta adalah dua jam lebih cepat dari Jakarta. Tak ada informasi yang bisa ditanyakan mengenai gereja tersebut, atau teman ngobrol untuk berbagi kesendirian di minggu itu di Seoul. Saya pun memutuskan kembali melanjutkan perjalanan. Setidaknya saya tidak lupa untuk mampir sejenak, bertemu dengan-Mu Tuhan. Rindu untuk mengobati lelah batin menikmati perjalanan ini.

Sudahkah anda berdoa hari ini?

Selamat berakhir pekan! Ich wünsche euch einen schönen wochenende J

2 thoughts on “Mampir Sejenak di Gereja Katolik, Seoul

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s