10 Hal yang perlu diketahui Sebelum Studi di Jerman


(Sumber foto: www.wordans.com)
(Sumber foto: http://www.wordans.com)

Dalam beberapa pesan yang terkirim ke email saya, ada pertanyaan seputar studi di Jerman. Sebenarnya, anda yang bertanya tidaklah sendirian karena begitu banyak orang juga yang berniat untuk belajar di negeri Tante Merkel ini, apalagi dunia tekhnik sangat digemari. Saya pun sampai sekarang bersemangat, tidak hanya menjadi isteri orang Jerman tetapi kuliah di Jerman. Ada banyak informasi yang saya pikir mudah ditemukan mengenai studi di Jerman dalam bahasa Inggris, bahasa Jerman (jika kita sudah lancar bahasa Jerman) dan juga bahasa Indonesia. Banyak juga komunitas mahasiswa Indonesia yang juga membuat website khusus atau tulisan khusus mengenai pengalaman studi di Jerman.

Tulisan saya kali ini, sebenarnya bukan terjemahan hanya membenarkan sumber tulisan link berikut dari portal situs DW tentang http://www.dw.de/10-things-to-know-before-studying-in-germany/a-18210563, semoga benar-benar membantu bagi mereka yang masih dan sedang mengejar impian ke negeri ini:

1. Gratis biaya kuliah adalah relatif
Setiap negara bagian di Jerman memiliki aturan tersendiri mengenai biaya kuliah. Jadi jika dibilang biaya kuliah itu gratis tidak sepenuhnya benar. Ada syarat dan kondisi tertentu yang hanya gratis untuk program gelar tertentu. Tentu untuk mendapatkan biaya yang gratis anda harus memenuhi ketentuan yang berlaku pula di universitas dan negara bagian itu. Jerman memiliki 16 negara bagian. Biaya murah juga tergantung dengan kondisi dimana anda tinggal dan mengambil studi. Jika anda tinggal di kota besar, tentu biaya wohnung (asrama) dan juga biaya hidup (leben kosten) jadi lebih mahal ketimbang anda tinggal di kota kecil.

2. Kecenderungan untuk bekerja paruh waktu
Awalnya saya pun berpikir dengan mudah bisa bekerja sambil kuliah, seperti layaknya di Jakarta. Ternyata itu tidak benar. Sebagai mahasiswa di Jerman, kita memiliki batasan untuk bekerja. Kita pergi studi dengan visa pelajar, bukan visa bekerja tentunya syarat ini memang diperuntukkan agar kita lebih fokus dengan studi sehingga studi bisa berjalan baik. Sebagai mahasiswa yang berasal dari negara Non Uni Eropa, kita perlu memperhatikan batasan maksimal bekerja per tahun (jumlah hari bekerja per tahun). Ada pula yang ditentukan jumlah jam bekerja. Jangan pula mengambil risiko dengan bekerja ilegal hanya untuk mendapatkan uang! Saya paham besaran biaya hidup di negeri Eropa tetapi jika risiko ini diketahui, bukan tidak mungkin kita akan mendapatkan sanksi. Sanksi juga diberikan kepada penerima kerja (yang bekerja ilegal) dan pemberi kerja (mereka yang memberikan kerja). Sebaiknya, jangan lakukan tindakan ini!

3. Melamar beasiswa atau cari sponsor
Di tiap negara selalu ada kesempatan untuk mendapatkan beasiswa sesuai syarat yang diberikan, termasuk Jerman. DAAD adalah salah satu lembaga terbesar yang menawarkan beasiswa bagi mereka yang berprestasi. Masih banyak juga lembaga lain yang juga memberikan bantuan serupa, seperti pendanaan jika anda berprestasi dan juga memiliki bakat tertentu, seperti seni misalnya. Anda pernah dengar KAAD (Katholischer Akademischer Ausländer-Dienst)? Lembaga yang didanai oleh Gereja Katolik ini juga menawarkan bantuan pendidikan bagi mereka yang berprestasi dan berasal dari negara Afrika, Asia, Timur Tengah dan Amerika Latin dengan syarat seperti memiliki sertifikat bahasa Jerman standar tertentu, memiliki daftar riwayat hidup yang menunjukkan berprestasi dan aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan dan keagamaan serta beberapa syarat lain. Di Asia sendiri, KAAD difokuskan pada negara seperti Bangladesh, Indonesia, Kamboja, Myanmar, Filipina, Thailand, Vietnam dan China. Ini link DAAD http://www.daadjkt.org/ dan ini link KAAD http://kaad.de/1/about-kaad/

4. Perjuangan untuk menghadapi birokrasi Pemerintah Jerman dalam mendapatkan visa dan dokumen legal
Jika berasal dari negara Uni Eropa atau Amerika, tentu prosedur dan dokumen yang diperlukan tidak seberapa rumit dibandingkan kita yang berasal dari negara berkembang. Kita harus punya inisiatif, berjuang seorang diri menghadapi rintangan untuk mengurus segala dokumen. Ini tidak mudah. Ingatlah bahwa anda akan lebih sering berurusan dengan Ausländerbehörde (kantor imigrasi) dan segala birokrasinya! Segala sesuatunya di Jerman terjadwal alias menggunakan “termin”.

5. Lagi-lagi soal birokrasi
Jika anda sudah tinggal di Jerman, anda akan terbiasa untuk teroganisir dalam urusan surat menyurat dan jadwal. Setidaknya kita juga harus bisa menunjukkan kemampuan menulis surat formal dalam bahasa Jerman. Bahkan untuk urusan mencari wohnung (asrama) pun anda harus berjuang menulis dan menyatakan dalam bahasa Jerman jika anda tertarik, jika tidak hilanglah kesempatan anda. Saya pernah menuliskan email form minat untuk tinggal di asrama mahasiswa dalam bahasa Inggris, sampai sekarang tidak ada balasan.

6. Bahasa Jerman
Melamar studi di kota besar biasanya ada beberapa program studi dalam bahasa Inggris atau tidak sepenuhnya bahasa Jerman. Tetapi alangkah baik jika anda menguasai bahasa Jerman. Mengapa? Lihat poin 4 dan 5 di atas, anda akan lebih sering berurusan dengan birokrasi Jerman yang notabene mereka pun akan berbahasa Jerman dengan anda. Dalam membuat pertemanan atau beradaptasi dengan orang lokal, alangkah baik jika kita mampu berkomunikasi dengan bahasa Jerman. Bahasa membuka segala kemungkinan, termasuk dunia kerja dan dunia sosial dengan orang lokal (penduduk setempat).

7. Ini Jerman, Bung!
Jangan bandingkan studi di Jerman dengan saat kita berada di Indonesia, tentu beda. Jika kita di Indonesia pikir bahwa akan ada agen yang akan mengurus ini itu untuk keperluan studi di Jerman, sepenuhnya itu tidak benar. Di Jerman, kita harus mandiri untuk mencari tahu dan mendapatkan apa yang termasuk dalam program studi. Jika kita mendapatkan universitas, kita harus mencari informasi tentang tempat tinggal (wohnung), program di kampus, pekerjaan rumah hingga partisipasi di kelas saat studi. Ingat, jangan berpikir akan ada orang yang akan membantu anda (agen) jadi dewa penolong! Kita harus bisa mengelola segala sesuatu yang kita butuhkan di Jerman.

8. Asrama Mahasiswa (tempat tinggal)
Ada beberapa universitas besar Jerman memiliki asrama khusus menampung mahasiswanya. Namun ada pula yang tidak. Jika ada asrama pun, kita juga harus terbiasa untuk menyatakan minat kita dan melamar sebelum pendaftaran semester berikutnya. Sebaiknya kita sudah mencari tempat tinggal jauh-jauh hari agar kita mendapatkan kesempatan tinggal dengan biaya terjangkau jika di asrama mahasiswa. Sebaiknya, perluas pertemanan dengan pilihan teman sekamar dari berbagai negara, sehingga meningkatan kapasitas berbahasa Jerman sekaligus bahasa lain. Jika kita punya uang cukup, bisa juga kita tinggal di aparteman dengan memilih teman Orang Jerman sehingga bisa memperkaya kosakata bahasa Jerman. Cobalah situs pencarian asrama di sini: wg-gesucht.de, dreamflat.de, studenten-wg.de.

9.Ingat, anda tidak sendiri!
Hidup di luar negeri memang tidak mudah, apalagi kita harus berjuang sendirian bahkan terkadang membingungkan. Mengambil studi di Jerman adalah pilihan dengan risiko bahwa kita akan dianggap asing dan terasing. Perbanyaklah komunitas dan pertemanan karena dijamin anda tidak seorang diri! Anda bisa bergabung dengan berbagai komunitas yang saling mendukung satu sama lain sebagai tempat diskusi dan tukar pengalaman. Bahkan komunitas ini nantinya berguna untuk mendapatkan informasi dan menambah pengetahuan.

10. Bisa jadi, anda akan jatuh cinta dengan Deutschland
Jika niat untuk studi berubah dengan minat untuk tinggal menetap, bahkan menikah dan bekerja di Jerman. Peluang itu mungkin saja terjadi. Awalnya memang berat dan tidak menyenangkan tinggal di negeri orang lalu berharap bisa “sayonara” secepatnya. Ternyata tidak demikian. Jika kita sudah terbiasa tinggal dengan hidup terorganisir baik seperti di Jerman dan dunia kerjanya yang menantang, mungkin kita ingin lebih lama dan mencintai Deutschland hehehe…Jadi waspadalah, suatu saat anda bisa jatuh cinta pada Deutschland hehehe…

Oh ya, berikut adalah 10 Universitas ternama yang bisa jadi pilihan dan rekomendasi jika ingin studi lanjutan di Jerman
http://www.dw.de/germanys-10-most-popular-universities-for-foreign-students/g-17860986

Semoga bermanfaat😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s