Dekatkan Diri padaNya, Bahagia Berkelanjutan


wpid-basilika-st.-anna-3.jpg.jpeg
Situasi gereja katolik di Jerman . Sumber foto: Dokumen pribadi.

Bahagia itu sederhana. Bahagia itu mudah. Ada banyak konsep yang bermunculan tentang kebahagiaan dari pengalaman dan pendapat. Mungkin cara berikut bisa ditiru jika ingin bahagia berkelanjutan.

Ahli Epidemiologi Dr. Mauricio Avendano berpendapat bahwa aktivitas keagamaan menjadi satu-satunya kegiatan yang membantu seseorang mencapai kebahagian berkelanjutan. Mengapa? Hasil studi tersebut dilaporkan dalam Jurnal Amerika tentang Epidemiology. Akhir-akhir ini tampak kecenderungan depresi meningkat di wilayah benua Eropa seiring dengan mekanisme bagaimana mengatasi depresi itu. Ada banyak pilihan gaya hidup yang ditawarkan untuk mengatasi problema kehidupan seperti depresi tersebut, misalnya olahraga; melanjutkan pendidikan, kegiatan sukarela atau aktivitas keagamaan.

Studi dilakukan oleh para peneliti di Erasmus MC dan the London School of Economics and Political Science terhadap 9000 orang Eropa yang telah berusia lanjut (diatas usia 50 tahun) selama empat tahun. Studi ini ingin mengetahui berbagai tingkat kegiatan sosial dengan pengaruh suasana hati seseorang.

Hasilnya sungguh mengejutkan di kala kecenderungan orang Eropa sudah mulai meninggalkan rutinitas keagaamaan, studi tersebut malah menunjukkan bahwa aktivitas keagaaman ternyata lebih berdampak positif dan menguntungkan ketimbang kegiatan lain. Padahal studi sebelumnya dikatakan bahwa orang-orang yang terlibat dalam aktivitas keagaaman, klub olahraga, kelompok politik dan kegiatan sukarela memiliki kesehatan mental yang lebih baik. Kini hasil studi tersebut secara khusus mengungkapkan bahwa pengalaman keagamaan berdampak pada kesehatan mental.

Jadi terbukti bahwa menghadiri misa di gereja, sembahyang di masjid atau pergi ke tempat ibadah ternyata memberikan reward yang tinggi dan manfaat berkelanjutan bagi kesehatan mental seseorang, terutama bagi mereka yang sudah memasuki usia senja.

Bagaimana di Indonesia?

Sumber bacaan: https://www.yahoo.com/health/want-good-mental-health-get-religion-126590676148.html

http://www.lse.ac.uk/newsAndMedia/news/archives/2015/08/Church&MentalHealth.aspx

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s