Rahasia Resep Perkawinan Ala Kue Coklat Nenek


blog 3
Sumber foto: Dokumen pribadi

“Semua rahasia kelezatan kue coklat terletak pada peraciknya bukan pada wadah, bahan atau takaran yang diberikan. Jika ingin berhasil membuat kue coklat pastikan bahwa peraciknya membuatnya dengan sabar dan sepenuh hati.”

Sore itu aku berkeinginan membuat kue coklat yang disukai oleh suamiku. Aku tertarik mempraktikkan kue coklat yang biasa dibuat nenek. Mengapa? Kue coklat buatan nenek sungguh berbeda. Rasanya khas dan belum pernah ditemui di toko coklat mana pun. Aku pikir aku bisa menyajikannya untuk suamiku saat tiba di rumah nanti. Aku ingin memberikan kue coklat yang disukainya untuk menghilangkan rasa lelah setelah seharian bekerja di luar. Itu pikirku!

Tiba-tiba ibu datang menghampiri aku di dapur. Dilihatnya dapur yang berantakan, serbuk tepung yang kemana-mana serta mukaku yang berantakan. Ia tersenyum melihat wajahku. Aku buru-buru melap wajahku dan memperhatikan kembali catatan resep kue coklat di atas meja. Aku menghafal bahan yang diperlukan dan berapa banyak harus ditaruh dalam adonan tepung. Tepung sudah siap diulenin, aku bergegas meletakkan takaran coklat di dalam adonan.

Aku ingin menunjukkan kepada ibu tentang kemahiranku membuat kue coklat. Aku yakin aku bisa membuat kue coklat yang sama enaknya seperti buatan nenek.

****

Setengah jam berselang setelah adonan kue coklat aku masukkan dalam oven. Hasilnya? Kue coklat itu hangus, tidak enak rasanya dan tidak menarik untuk dilihat. Apa yang terjadi? Aku menangis, marah dan kecewa luar biasa. Aku sudah meluangkan waktu seharian agar dapat membuat kue coklat, mengapa hasilnya tidak seperti yang aku harapkan?

****

Ibu datang menghampiriku. Ia menarik lenganku dan mengajak aku duduk di teras belakang, dekat dapur. Dengan tangannya yang lembut, ia mengusap wajahku yang penuh serbuk tepung dan bubuk coklat. Lalu ia pergi ke dapur. Lima menit kemudian ia datang membawakan secangkir teh manis. Ia memintaku minum teh dan membiarkan aku diam beberapa saat.

Ibu memang paling mengerti apa yang aku rasakan. Aku mulai bercerita tentang kue coklat yang gagal aku buat. Aku bingung dan mulai mencari tahu penyebab kegagalan itu.

****

Kue coklat yang dibuat nenek tentu akan selalu berbeda dengan kue coklat buatanku atau buatan siapapun. Nenek punya resep rahasia. Meski nenek memberitahukan resep rahasia itu padaku, rasa kue coklat itu tetap berbeda. Bahan yang digunakan dan dicampurkan memiliki aturan dan takaran yang disesuaikan setelah adonan demi adonan diaduk. Jadi memang tidak ada aturan baku untuk menaruh tepung, gula atau coklat. Mengapa? Karena semua disesuaikan dengan rasa adonan sebelumnya. Saat memasak, ibu mengatakan bahwa kesabaran diperlukan agar hasilnya baik. Saat di oven, nenek tahu berapa lama harus dipanggang. Ia tidak pernah memberikan waktu yang pas karena ia selalu ingin memastikan adonan kue yang dibuat sesuai dengan berapa lama pemanggangan di oven.

****

Apa kaitan perkawinan dengan resep kue coklat? Semua pasangan selalu berusaha untuk membuat perkawinan yang terbaik dalam hidup mereka, sama ketika mereka akan membuat kue coklat yang terenak. Mereka berpikir resep kue coklat orang lain dapat ditiru dan dipraktikkan dengan hasil yang sama padahal dalam membuat kue coklat, si pembuat selalu memiliki rahasia. Meski rahasia itu dibagikan, maka hasilnya tak pernah sama.

Seperti perkawinan, meski setiap pasangan yang harmonis di dunia ini berhasil membagikan rahasianya, hasilnya tidak bisa diterapkan sama. Mengapa? Semua rahasia kelezatan kue coklat terletak pada peraciknya bukan pada wadah, bahan atau takaran yang diberikan. Jika ingin berhasil membuat kue coklat pastikan bahwa peraciknya membuatnya dengan sabar dan sepenuh hati.

Jangan pernah berpikir waktu menentukan kualitas pemanggangan kue coklat! Kualitas rasa kue coklat ditentukan oleh racikan pembuatnya. Mereka yang mahir membuat kue coklat seperti nenek, tidak suka kue coklat dibandingkan dengan buatan orang lain. Jadi kualitas perkawinan tidak ditentukan dari seberapa lama mereka menikah. Agar perkawinan seperti kue coklat yang terenak, jangan pernah membandingkannya dengan orang lain.

Teruslah berlatih memasak kue coklat karena tidak pernah didapatkan hasil akhir tentang resep kue coklat yang sempurna. Jadi tidak pernah ada resep yang tepat dan sempurna agar memiliki pernikahan yang harmonis.

Nenek bilang variasi dalam membuat kue coklat menentukan rasa dan kualitas kue coklat agar orang yang mencicipinya tidak bosan. Sedari kecil saya melihat nenek selalu membuat kue coklat dengan berbagai macam varian rasa atau hiasan yang menarik untuk dinikmati saat natal tiba. Agar tidak membosankan, buatlah variasi yang mewarnai pernikahan agar bisa dinikmati.

****

Semoga resep kue coklat nenek menginsprasi resep perkawinan yang sesungguhnya. Resep kue coklat itu tak pernah lekang oleh waktu dan tak pernah sempurna.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s