Wawancara di Radio


image
Radio masih menjadi salah satu saluran media yang cepat dalam penyampaian pesan, misalnya saat berkendara. Sumber foto: Dokumen pribadi

Radio adalah salah satu saluran media komunikasi yang biasa juga digunakan. Bahkan radio masih menjadi saluran media yang efektif untuk menjangkau seluruh masyarakat. Mereka tidak perlu punya televisi atau baca koran, informasi bisa tersampaikan dengan baik. Nelayan yang sedang di laut atau petani yang sedang bekerja di sawah adalah contoh bagaimana informasi masih bisa tersampaikan hingga ke wilayah yang mungkin sulit dan remote.

Oleh karena itu, radio menjadi media yang paling cepat untuk menyampaikan berita atau informasi kepada masyarakat. Istilahnya dapat langsung menyampaikan live report atau siaran langsung di lokasi kejadian. Nah, berkomunikasi dengan radio juga perlu hati-hati dan bijak saat menjadi narasumber apabila radio menjadi media tercepat yang menghubungkan dengan dunia luar.

Menjadi narasumber radio terbagi menjadi dua hal yakni, 1). Narasumber langsung (live report) dan kedua 2). Narasumber tidak langsung (live record).

Hal-hal yang perlu dilakukan apabila siaran langsung (live report):

1. Pastikan bahwa suara anda terdengar baik dan anda dalam kondisi yang prima.
Karena anda akan diwawancara secara langsung, pastikan anda dalam kondisi baik. Tidak sakit, batuk dan suara anda enak terdengar (tidak mengalami gangguan). Jika anda sedang flu, batuk atau radang tenggorokan tentu sangat terganggu jika selama 10-20 menit, anda dimintai pendapat.

2. Menyingkirlah dari keramaian dan pastikan lokasi wawancara yang nyaman dan tidak bising.
Namanya wawancara lewat radio, tentu informasi yang diperoleh berdasarkan suara. Agar pesan yang disampaikan terdengar jelas, pastikan anda berada di lokasi yang tidak bising.

3. Siapkan jawaban atas pertanyaan yang akan ditanya.
Saat diwawancarai secara langsung, reporter biasanya akan menghubungi studio terlebih dulu. Waktu persiapan sebelum on air, siapkan poin jawaban yang akan ditanyakan reporter agar anda terdengar paham dan menguasai. Jangan sampai saat diwawancarai, anda terlihat bingung, tidak tahu dan terdengar tidak paham akan pertanyaan reporter. Karena ini merupakan siaran langsung beberapa menit atau beberapa saat, persiapan jawaban akan membantu anda agar tidak ‘blank’ saat ditanya host atau reporter.

4. Jawab yang singkat, jelas dan relevan dengan apa yang anda kuasai
Jika anda memiliki jawaban atas pertanyaan yang ditanyakan sebelumnya, tentu memudahkan anda untuk menjawab terstruktur, sistimatis dan relevan. Hindari obrolan ngalur ngidul yang memusingkan pendengar untuk menyimak respon anda.

5. Luangkan waktu anda sejenak dan singkirkan hal-hal yang mengganggu.
Biasanya saat saya meminta narasumber untuk tampil on air di radio, saya minta mereka mematikan hp sejenak atau menyimpan alat komunikasi. Sampaikan juga kepada yang lain agar tidak mengganggu anda selama beberapa saat sewaktu on air di radio.

Terakhir, anda bisa juga merekam hasil on air anda dengan voice recorder sehingga anda bisa mengetahui informasi yang baru saja disampaikan. Ingat pula bahwa on air di radio tidak ada proses editing sehingga anda harus benar-benar siap saat diminta wawancara di radio.

Ucapkan pula terimakasih kepada host atau reporter yang sudah mewawancarai anda. Anda bisa meminta nomer kontak bilamana anda perlu mengklarifikasikan jawaban.

Bagaimana pengalaman anda wawancara di radio?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s