Mengapa Kita Suka Berbohong Soal Usia?


blog6
Sumber foto: Dokumen pribadi

Saat masih remaja dulu, saya suka sekali mengkliping potongan artikel konsultasi psikologi. Di artikel tersebut biasanya ada pertanyaan dan jawaban yang disampaikan Psikolog untuk mengatasi permasalahan. Satu yang masih saya ingat sekarang adalah tentang seseorang yang melaporkan ulah rekan kerjanya yang juga seorang perempuan dengan memanipulasi dirinya seolah-olah terlihat muda dari sebenarnya. Ia meyakini bahwa rekan kerjanya ini sudah senior tetapi berlagak seperti ABG dan membohongi usianya.

Setelah membaca artikel tersebut, saat itu saya masih berusia 13 atau 14 tahun, saya ingin sekali segera terlihat dewasa dan matang. Beberapa kali berpergian saya mengenakan aksesoris milik mama agar sesuai dengan usia dua puluhan. Jika dulu saat masih muda (=baca usia belasan), saya ingin terlihat tua, dewasa dan matang. Tetapi mengapa saat sudah dewasa, kerap tidak ada satu pun teman yang dapat menjawab dengan jujur usia mereka. Hal ini terutama perempuan, mereka suka sekali berbohong dan menyembunyikan usia mereka.

Kembali lagi dengan kliping koran yang saya baca sebelumnya bahwa perempuan punya kecenderungan berbohong soal usia maka saya berusaha mencari referensi dan studi tersebut. Beberapa hasil googling saat ini menunjukkan bahwa pria dan perempuan sama-sama suka berbohong soal usia, tidak hanya perempuan. Saat merayakan hari ulangtahun, tak banyak yang secara jujur bisa menyatakan usia mereka.

Pengaruh reklame yang menunjukkan bahwa usia muda terlihat menyenangkan dan hepi-hepi maka usia senior akan tampak bijaksana, kematangan berpikir dan pengalaman hidup. Mereka yang senior tidak ingin dikatakan ‘tua’, sedangkan jika ada yang muda, masih ada yang mengatakan bahwa, “Ia masih muda, belum banyak pengalaman, dsb.”

Di lowongan kerja masih juga tercantum syarat usia meski sebenarnya usia tidak berbanding lurus dengan keahlian dan kompetensi. Siapa pun bisa asal diberi kesempatan!

Di lingkungan pertemanan, saya juga kerap mendengar orang masih membicarakan usia antar pasangan. “Berapa usia suami/isteri? Wah ternyata lebih muda/tua”. Pertanyaan bermunculan hanya untuk menjawab rasa ingin tahu. Mengapa mereka perlu tahu soal usia? Apa pentingnya usia dalam lingkup pergaulan? Bisa jadi ini menjadi alasan agar bisa diterima dalam dunia pergaulan.

Seingat saya dulu, usia adalah hal yang sensitif, tidak elok jika ditanyakan langsung, to the point.

Jadi, apakah masih perlu berbohong soal usia? Anda sendiri bagaimana?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s