Sekali Lagi Sikap, Bukan Waktu


Percapakan ibu dan seorang anak  saat minum teh di sore hari, berikut:

image
Minum teh bersama. Sumber foto: Dokumen pribadi

Anak : Bu, apa yang paling jahat di dunia ini?

Ibu : Apa maksudmu, nak?

Anak : Kemarin ibu guru di sekolah mengajarkan bahwa kita tidak boleh sombong. Karena jika sombong berarti kita telah berbuat jahat. Jadi orang yang sombong berarti orang yang jahat. Betul begitu, bu?

Ibu : Ya bisa dikatakan begitu. Karena apa pun yang jahat berasal dari kesombongan kita sebagai manusia.

Anak : Mengapa orang itu sombong, bu?

Ibu : Karena mereka yang sombong adalah mereka yang ingin menunjukkan kekuasaan dan apa yang dimilikinya. Jadi, jangan pernah bersikap sombong! Perilaku itu tidak disukai Tuhan, nak.

Anak : Aku punya teman di kelas yang suka disebut ‘anak sombong’. Ia suka bercerita ini itu dan suka membanggakan dirinya. Ia suka pamer apa yang dipunyai. Ternyata orang yang sombong tidak disukai ya, bu?

Ibu : Betul, nak. Kesombongan berawal dari sikap. Ubahlah sikapmu jadi rendah hati agar teman-teman suka bergaul denganmu.

Anak : Jadi yang menentukan kesombongan seseorang adalah sikapnya ya, bu?

Ibu : Ya, betul. Tidak ada yang patut disombongkan di dunia ini. Semua itu milik Tuhan. Apa yang membedakan orang sombong dan tidak sombong adalah sikapnya.

Anak : Ibu benar. Aku tidak pernah berteman dengan temanku yang sombong itu. Aku pikir suatu saat waktu akan mengubah orang sombong sehingga ia tidak sombong lagi.

Ibu : Nak, kamu harus tetap berteman dengannya. Bukan waktu yang mengubah orang sombong, tetapi sikap. Tunjukkan bahwa sikapmu bukan seperti orang sombong.

Akar kejahatan di dunia adalah kesombongan manusia karena mereka ingin pamer kekuasaan dan apa yang dipunyai. Mereka begitu inferior sehingga terlihat superior. Mereka ingin populer terhadap apa yang mereka miliki dan tunjukkan karena itu adalah eksistensi mereka.

Tetaplah santun dan rendah hati karena dengan begitu kita selalu bisa melihat ke atas, Sang Pencipta, Yang Punya Segala. Manusia yang hebat bukanlah mereka yang suka pamer apa kemampuannya atau kekuasaannya, tetapi yang hebat adalah saat mereka mampu mengalahkan diri sendiri, keangkuhannya.

Secangkir teh di sore hari🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s