Pentingnya Pikiran dan Afirmasi Positif bagi Ibu Hamil


Tempo lalu, aku bertemu dengan kawan lama yang bercerita tentang kehamilannya. Ia bercerita bahwa kehamilan adalah suatu proses alamiah yang sebagian besar dipengaruhi oleh apa pun yang dilakukan oleh ibu. Tidak hanya makanan, “Jika hamil, kita tidak hanya makan untuk diri sendiri tetapi perlu memikirkan nutrisi bagi perkembangan bayi dalam kandungan,” ujarnya. Lanjutnya, pikiran dan perkataan seorang ibu yang sedang hamil juga mempengaruhi perkembangan bayi.

Ah masak?

Sebuah studi yang dirilis oleh JAMA Psychiatry menyatakan bahwa ibu yang sedang hamil dan mengalami depresi maka kemungkinan besar akan melahirkan anak yang mudah depresi saat besar nanti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak yang dilahirkan dari ibu yang mengalami depresi saat mengandung maka cenderung 1,5 kali lebih tinggi untuk menjadi depresi waktu dewasa nanti.

Dari pengalaman kawan saya ini, akhirnya saya menyimpulkan bahwa pentingnya pengaruh pikiran positif agar tidak mengalami depresi.

Bagaimana melakukan pikiran positif?

Pikiran positif bermula dari kalimat yang meluncur dari mulut ibu yang sedang hamil. Tanpa sadar, ibu yang hamil suka berucap negatif sehingga berpengaruh pada perkembangan bayi. Di awal kehamilan misalnya saja, ibu berpikir tentang kesiapan menjadi seorang ibu hingga masa depan bayi yang dikandungnya. Kekhawatiran dan ketakutan ibu tentu akan berdampak pada bayi.

“Aku bisa merasakan perutku mengalami kontraksi hebat saat aku merasa cemas dan takut,” ujar temanku sekali lagi.

Hal tersebut sudah menunjukkan bahwa apa yang dialami oleh ibu akan dirasakan juga oleh bayi yang dikandungnya. Oleh karena itu, ibu yang sedang hamil perlu memikirkan hal-hal positif yang membantu pertumbuhan bayi.

Apa selanjutnya?

Afirmasi. Afirmasi dilakukan untuk menegaskan dan menyatakan jati diri untuk terus berpikir positif terhadap pemikiran yang muncul.

“Apakah saya sudah siap menjadi seorang ibu?” kata seorang teman lain yang menyahut pembicaraan saya dengan teman yang hamil tersebut. Nah, afirmasi dilakukan untuk tetap menegaskan diri anda agar tetap positif menjadi, “Saya siap menjadi seorang ibu.” Daripada mempertanyakan kesiapan, kekhawatiran dan ketakutan anda sebagai seorang ibu, lebih baik untuk terus melakukan afirmasi positif yang membantu bayi yang anda kandung untuk terus berkembang baik.

Afirmasi positif saat kehamilan juga akan membantu anda untuk mempersiapkan rasa kekhawatiran yang muncul saat persalinan nanti. Saya percaya jika Tuhan sudah mempercayai anda sebagai seorang ibu, Ia akan mempersiapkan yang terbaik untuk anda.

Di akhir percakapan tersebut, saya pun menyimpulkan. Nikmati kehamilan anda, seperti anda mendapatkan anugerah terindah dari Tuhan. Jika anda mengeluh, maka bayi yang akan dikandung pun akan merasakan dampaknya. Sekali lagi, nikmati kehamilan anda apa adanya. Dengan begitu, anda akan merasakan damai yang luar biasa dan perasaan rileks antara anda dan bayi yang sedang dikandung.

Sumber bacaan:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s